
Sam celingukan mencari keberadaan istrinya,karena tadi Sam tidak sempat mengejar istri dan anaknya.
"Kemana mereka." ujarnya,Sam merogoh ponselnya dan mulai menekan nomor Arini.
"Dimana.???" tanya Sam saat panggilan sudah tersambung.
"Ooh...yaudah tunggu aku disana."titahnya lagi ,Sam pun menutup panggilannya dan segera menyusul Arini.
"Ayaaaaah." teriak Luna saat matanya menangkap sosok Sam.
"Kalian lagi ngapain disini.???"tanya Sam ,karena saat itu Arini dan Luna berada di belakang tenda wahana namun kebetulan disana ada penjual gulali.
"Aku ingin ini ayah." ucap Luna menatap wajah Sam
"Yaudah kamu beli saja,tapi jangan banyak-banyak ya.Nanti gigimu sakit."ujar Sam memperingati anaknya,Luna pun mengangguk tanda mengerti.
"Ini sosismu." Sam menyodorkan kresek yang berisikan sosis kepada istrinya.
"Udah gak slera." jawab Arini ketus
Paham bahwa istrinya masih marah,Sam pun membuang napasnya pelan.Harapannya untuk memperbaiki hubungan dengan Arini ambyaar yang ada istrinya makin marah.
"Sayang....tadi tuh aku hanya becanda,aku sama sekali gak tukeran no hp sama gadis-gadis alay itu."jelas Sam berharap mood istrinya kembali membaik.
"Lagian tadi tuh aku mau ngehindar mereka,eh mereka malah menghadang langkahku.Terus aku juga gak ladenin mereka kok." bujuk Sam memegang tangan Arini.
Arini pun menatap wajah suaminya,melihat adakah kebohongan di matanya namun dia tak menemukannya sama sekali.
"Percaya padaku sayang." mohon Sam
"Yaa.." jawab Arini.
"Awas aja kalau sampe kamu macem-macem aku bakalan suruh papa untuk potong asetmu lagi." ancam Arini menatap tajam
"Ya ampun yank sadis banget sama suami,kalau asetku di potong lagi nanti kamu tidak akan merasakan kenikmatan yang luar biasa lagi dariku." bisik Sam dengan nada menggoda.
"Bodo amat!! sini sosisnya." pinta Arini Sam pun memberikan sosis tersebut kepada Arini.
"Kamu tau yank,tadi saat kamu bilang asetku mau di potong lagi.Si penjual sosis ngasih saran coba suruh di ganti pake sosis yang dia jual." ujar Sam
"Hahahaha.....saran yang bagus." jawab Arini
"Kok kamu malah ngetawain aku sih,emang kamu mau punya suami asetnya sosis kayak gini.??"tanya Sam menunjuk sosis yang di makan Arini.
"Amit-amit,kalau asetmu kayak gini bakal aku jadiin umpan ikan di kolam." ucap Arini dan Sam pun hanya bisa bergidik ngeri mendengar ucapan istrinya.
"Ayaaaah ,bundaaa."Luna menghampiri mereka berdua
"Ya nak,sudah???"tanya Sam kepada anaknya yang tadi sedang menunggu pesanan gulalinya.
__ADS_1
"Hmm." Luna menganggukan kepalanya,Sam pun segera membayar gulali tersebut.
"Ini nek." Sam memberikan uang 100 ribu kepada nenek tersebut.
"Duh nak gak ada uang yang pas gitu?"tanya si nenek karena kebetulan dia tidak memiliki kembalian.
"Udah ambil aja kembaliannya buat nenek." ucap Sam langsung menyimpan uang tersebut di tangan si nenek.
"Ya ampun makasih banyak nak,semoga keluarga kalian selalu bahagia." Si nenek memberikan do'a kepada Sam
"Amiin nek,makasih!!" jawab Sam
"Kalau gitu kami permisi dulu." ucap Sam pergi meninggalkan si nenek penjual gulali.
"Sekarang kita mau kemana.??"tanya Sam
"Aku ingin makan ayam rica-rica Sam." ucap Arini,matanya tiba-tiba melihat tenda penjual ayam rica-rica.
"Dimana.??" tanya Sam
"Tuuh." tunjuk Arini
"Yaudah ayo kita kesana."ajak Sam memangku Luna dan tangan satunya menggandeng Arini.
"Silahkan,,,mau pesen apa mas.??" tanya si penjualnya saat mereka sampai.
"Kamu mau gak Sam.???" tanya Arini dan di angguki oleh Sam
"Kenapa harus pedes banget sih.? nanti perutmu sakit."ucap Sam
"Udah gak usah khawatir,aku lagi pengen makan yang pedes-pedes Sam."jawab Arini acuh
"Kalau gitu di tunggu ya mas mbak pesanannya."ucap si penjual,segera dia pun membuatkan pesanan pembelinya.
"Luna mau makan juga.??"tanya Arini
"Enggak bun." jawab gadis kecil itu yang asyik memakan gulali.Karena kebetulan sebelum pergi Luna di beri makan dulu oleh pengasuhnya.
"Apakah kamu bahagia.??" tanya sam memandang wajah Arini.
"Tentu,aku senang sekali.Aku ingin kita setiap minggu seperti ini menghabiskan waktu bersama." jawab Arini tersenyum
"Aku senang jika melihatmu bahagia." ucap Sam mengelus pipi Arini.
"Makasih Sam untuk semuanya,kamu selalu berusaha menjadi suami yang baik untukku selama ini." Ucap Arini matanya sudah berkaca-kaca,dia sangat terharu jika mengingat kebaikan suaminya yang selalu berusaha membuat ia bahagia.
"Sama-sama sayang." jawab Sam tersenyum
15 menit kemudian pesanan pun datang,dengan tidak sabar Arini segera memakan ayam rica-ricanya.
__ADS_1
"Pelan-pelan dear." ucap Sam
"Abisnya ini enak banget Sam." jawab arini dengan mulut penuh makanan.
Sam sungguh heran melihat cara istrinya yang sedang makan,seperti orang yang tidak makan seharian saja.
"Kenapa bengong?? makanlah punyamu,lihat punyaku sebentar lagi akan habis." Arini menepuk tangan suaminya yang dari tadi hanya melamun memandangnya.
"Ah iya." jawab Sam
"Sam aku ingin pesan lagi ya tapi di bungkus." rengek Arini
Sam memicingkan matanya,dia benar-benar di buat heran oleh tingkah istrinya
"Emangnya kamu belum kenyang ??"tanya sam
"Kenyang,tapi ini enak banget.Takutnya tengah malam aku ingin makan lagi." jawab Arini enteng
Akhirnya Sam pun mengiyakan ucapan istrinya.
"Yasudah pesan saja."titah Sam dengan semangat Arini pun segera mendekati penjualnya dan memesan ayam rica-rica 1 bungkus tanpa nasi.
"Sudah.??"tanya sam
Arini pun mengangguk,dia pun melihat piring Sam yang masih banyak dengan makanannya.
"Sam kenapa kamu makan lelet sekali sih.? sini biar aku suapi kamu." ucap Arini segera merebut piring yang ada di hadapan suaminya.
Sam pun hanya bisa menurut saja,malahan dia sangat senang sekali karena jarang-jarang istrinya mau menyuapinya dengan sukarela.
"Nah kalau makan kayak gini gesit." ucap Arini
Akhirnya Sam pun menghabiskan makanannya dengan bantuan Arini yang sesekali ikut melahapnya.Sam tak habis pikir dengan perut istrinya yang terus menampung makanan.
"Apakah perutmu tidak sakit.??"tanya Sam
"Tidak,sakit kenapa emangnya.??"Arini balik bertanya.
"Abisnya dari tadi mulutmu memasukan makanan,dari mulai sosis bakar,lalu bakso bakar,terus minuman dan sekarang ini ayam rica-rica 1 piring di tambah dengan punyaku."ucap Sam panjang lebar.
"Ya ampun Sam kamu mempermasalahkan aku karena terus jajan,kamu takut uangmu habis karena ku.??Oke...aku gak bakalan minta uang lagi sama kamu,aku juga masih bisa jajan pake uang sendiri."Cerocos Arini kesal
"Bukan gitu maksudnya ak...." belum juga sam menyelesaikan ucapannya Arini sudah lebih dulu memotong ucapan Sam.
"Apaaa.??? atau kamu takut kalau tubuhku jadi gemuk terus kamu akan malu jika memiliki istri yang tubuhnya gemuk,gitu.???" Lagi-lagi Arini salah paham dan Sam hanya bisa membuang napasnya pelan.
"Sudah lupakan saja soal ini,yang pasti aku tidak mempermasalahkan soal itu semua.Mau kamu gemuk ataupun ngabisin uang aku ,aku tetep mencintaimu."ucap Sam dengan nada lembut.
"Itu bagus." jawab Arini tersenyum senang.
__ADS_1
"Huuuh...benar kata orang wanita adalah manusia teraneh sedunia.Mereka selalu ingin benar dan tak ingin di salahkan."Batin Sam geleng-geleng kepala