Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Selimbut Sialan


__ADS_3

Kini pagi pun telah tiba dan Arini masih tertidur pulas akibat semalam matanya sulit terpejam akibat pengakuan Sam.


Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamar yang Arini tempati dari luar.


Toktoktok..Sayang.!! Teriak seseorang dari luar sana.


Aduh siapa sih,ini kan tanggal merah." gumam Arini yang samar-samar mendengar suara dari luar.


Arini ,apa kamu baik-baik saja nak.? teriak seseorang yang sedang berdiri di depan kamar Arini.


Ada apa sih mah,Arini masih ngantuk."gumamnya masih dengan matanya yang terpejam karena dia pikir yang membangunkannya ialah sang mamah ibu kandungnya bahkan dia juga lupa bahwa dia tidur di rumah camernya.


Ini anak di panggil kenapa tidak nyaut-nyaut ya." gumam mamah Samuel yang dari tadi mencoba membangunkan Arini.


"Apa masih tidur ya.? gumamnya lagi.


Lagi ngapain sih mah.? tanya Sam yang saat itu akan turun ke bawah karena kebetulan kamar Sam dan kamar yang di tempati Arini satu arah.


Ini loh Sam mamah mencoba mengetuk kamar Arini tapi tidak ada jawaban dari dalam,mamah takut dia kenapa-napa." ucap mamahnya cemas.


Ya ampun mah yang anakmu itu aku bukan dia,lagian Sam yakin dia tidak kenapa-napa paling dia masih tidur." ucap Sam


Hmmm, apa iya masih tidur jam segini." ucap Mamah Sam tak percaya jika calon mantunya jam segini masih tidur.


Ya bisa aja kan mah mungkin dia tidak bisa tidur semalam karena tempat tidurnya asing, Sam juga kayak gitu kalau tidur bukan di kamar Sam suka susah tidur." ucap Sam memberikan pengertian kepada ibunya.


Hmm,yasudah kamu bangunin Arini mamah tunggu di bawah untuk sarapan." ucap mamahnya meninggalkan Sam yang sedang berdiri di depan kamar calon istrinya.


Ini cewek tidur apa mati sih." gumam Sam sambil mengetuk pintu kamar tersebut.

__ADS_1


"Toktoktok...Arini bangun ini sudah siang." teriak Sam dari luar namun si penghuni kamar malah semakin terlelap dengan tidurnya apalagi cuaca saat itu lumayan dingin sehingga siapapun pasti akan malas bangun dari kasurnya.


Wah ini anak ternyata susah bangun pagi,gimana nanti kalau gw jd suaminya yang ada telat terus kayaknya gw masuk kerja." gumam Sam pergi meninggalkan kamar calon istrinya ,tak berapa lama dia pun kembali membawa kunci cadangan kamar tersebut.


Di bukanya kamar yang di tempati calon istrinya dengan cara perlahan agar tidak menimbulkan suara.


Perlahan-lahan dia berjalan menuju ranjang yang mana disana ada calon istrinya sedang meringkuk sembari di balut selimut.


Ya ampun ini anak tidur apa mati sampai ada yang masuk pun tidak sadar." gumam Sam melihat Calon istrinya sangat pulas.Lalu Sam pun mendudukan tubuhnya di samping Arini dan dia pun sedikit membungkukan setengah tubuhnya hingga kepalanya berada tepat di atas telinga Arini.


"Bangun,mau bangun jam berapa nona." bisiknya.


Aduh apaan sih ganggu aja." gumam Arini masih memejamkan matanya sembari tangannya mengusap-ngusap telinga.


Ini di rumah camer dan kamu masih tidur jam segini." bisik Sam lagi dan seketika Arini pun tersadar dari alam mimpinya.


Sam." ucap Arini saat matanya sudah bisa melihat dengan jelas.


Selamat pagi nona,apa tidur mu sangat nyenyak." sindir Sam.


Hehe, semalam aku tidak bisa tidur." ucap Arini menundukan wajahnya menahan malu karena orang yang membangunkannya adalah sam.


Sudah cepat mandi dari tadi mamah mencoba membangunkan mu tapi kamu tidak bangun-bangun." ucap Sam


Hah ,benarkah.? tanya Arini tak percaya bahwa tadi mertuanya mencoba membangunkan dirinya.


****** gw, bisa-bisa gw di cap mantu pemalas."batin Arini menjambak rambutnya.


Kenapa kamu menjambak rambutmu sendiri.?tanya Sam heran saat melihat tingkah wanita yang ada di depannya.

__ADS_1


Ah tidak kenapa-napa sam,Baiklah aku akan mandi dulu." ucap Arini turun dari ranjang namun sialnya kakinya malah tersandung oleh selimut sehingga tubuhnnya pun oleng tidak seimbang.


Aaaaaaakh."teriak Arini saat tubuhnya akan menabrak Sam namun karena Sam juga kaget dan tidak mempersiapkan dirinya untuk menahan tubuh Arini akhirnya dia pun ikut terjatuh dengan posisi dia sebagai alas Arini alias Arini di atasnya hihi.


Bugh....


Aww." pekik Sam.


Ah maafkan aku Sam aku tidak sengaja." ucap Arini mencoba bangkit dari tubuh Sam.


Kau masih pagi sengaja menggodaku." ucap Sam memandang wajah Arini.


Ah tidak, aku sungguh tidak sengaja." ucap Arini berkata yang sebenarnya namun Sam terus menggodanya.


Ah bhong,ayo ngaku." ucap Sam sembari tangannya ia lingkarkan di pinggang Arini sehingga posisinya dia memeluk Arini.


Aku serius Sam aku tidak tau bahwa kakiku akan tersandung selimut." ucap Arini berkata jujur.


Hmmm, baiklah aku percaya tapi ada syaratnya." ucap Sam.


Hah, syarat..? Syarat apaan.? tanya Arini bingung namun tiba-tiba Sam mendaratkan ciuman nya tepat di bibir Arini.


Saaaaam." ucapnya kesal.


Hahaha,minggir tubuhmu berat.Cepat lah mandi." ucap Sam menggeserkan tubuh Arini ke samping lalu dia pun bangun dan berjalan keluar tanpa peduli dengan Arini yang menggrutu kesal karena Sam menciumnya lagi.


Dasar pria licik, selalu mencari kesempatan dalam kesempitan."umpat Arini saat melihat Sam sudah menghilang dari pandangannya.Lalu dia pun bangkit dan berjalan menuji kamar mandi dengan bibirnya masih kumat kamit karena masih merasa kesal akan ulah calon suaminya.


Ini semua gara-gara selimbut sialan itu." grutunya sambil menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.

__ADS_1


__ADS_2