Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 67


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 19:00 dan Sam belum pulang juga dari kantornya,bahkan mamahnya pun sudah pulang dari apartemen anaknya.


"Bunda,,,ayah belum pulang.??"tanya Luna,saat ini mereka sedang menonton tv bersama.


"Mungkin ayah sedang sibuk." jawab Arini mengelus kepala Luna yang tidur di pangkuannya.Sedangkan gadis kecil itu hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan sang bunda.


"Luna senang tinggal dengan bunda dan ayah.??"tanya Arini


"Senang banget bun,Luna berasa punya keluarga lagi." jawab Luna dengan gemasnya.Meskipun usia Luna masih 3 tahun tapi cara bicaranya sudah pasih,bahkan Luna termasuk anak yang cerdas.


"Bunda juga senang punya anak secantik Luna." ujar Arini memberikan ciuman di wajah Luna bertubi-tubi.


"Hahahaha bunda geli." Luna tertawa terpingkal-pingkal saat Arini menciumi wajahnya.


"Abisnya bunda gemas dengan anak gadis bunda."ucap Arini menghentikan aksinya.Dia tidak tau bahwa dia akan sesayang ini terhadap Luna anak yang baru beberapa dia kenal.


Tiba-tiba ponselnya berdering,buru-buru Arini pun mengambil ponselnya karena takut sang suami yang menelpon.Tapi nyatanya semua itu salah.


Tiba-tiba wajahnya murung....


"Hallo."jawab Arini saat dia mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Rin,lagi dimana.??"tanya si penelepon yang tak lain adalah Diana.


"Apartemen Din,kenapa.???"tanya Diana.


"Gw main kesana ya sama ponakan gw!!soalnya kaka gw lagi nitipin anaknya ke gw.Disana ada Luna kan???"tanya Diana


"Ada,yasudah loe kesini aja.Gw tunggu!!"jawab Arini,lalu panggilan pun terputus.


"Siapa bun.??"tanya Luna


"Aunty Diana sayang,katanya mau main kesini sama ponakannya."jawab Arini


"Apakah keponakannya anak kecil seumuran Luna.?"tanyanya


"Huum,nanti Luna punya teman." ujar Arini mengelus pipi lembut Luna.


"Yeeeee...Luna punya teman." teriak Luna karena bahagia,sedangkan Arini hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.


_______________


*Kantor Sam*


Pukul 19:35 Sam baru saja selesai dengan pekerjaannya.


"Arini pasti marah karena gw gak jd jemput dia." gumamnya sembari mengusap wajahnya pelan.


"Pak apakah kita akan pulang sekarang.??"tanya Rian mengagetkan Sam.


"Ya." jawab Sam


Mereka pun keluar dari gedung perusahaan,suasana sudah sepi hanya ada beberapa orang yang masih lembur.


"Sampai jam berapa mereka lembur.??"tanya Sam kepada sekertaris sekaligus asistennya.

__ADS_1


"Jam 20:00 pak." jawab Rian,karena dia tau Bos nya akan marah jika ada karywannya yang lembur sampai larut malam.Karena menurut Sam manusia bukanlah robot,jika masih bisa di kerjakan hari esok kenapa harus lembur sampai larut malam.


"Kasih tau Supervisor nya jangan lembur lebih dari jam 20:00."titah Sam dan di angguki oleh Sam.


Sam pun berjalan meninggalkan Rian yang sepertinya sedang menelpon seseorang.Dia masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh mang Dadang.


"Makasih mang." jawab Sam saat dia sudah duduk di kursi penumpang.


"Mulai besok mang Dadang jadi supir Arini lagi aja."titah Sam


"Baik Tuan." jawab mang Dadang yang sudah duduk di kursi kemudi.


Rian pun datang dan duduk di kursi dengan sebelah mang Dadang.


"Besok kamu jemput saya lagi Ri,mang Dadang saya suruh jadi supir Arini lagi." titah Sam dan di angguki oleh Rian.


Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan area gedung perusahaan.


Jalanan cukup macet jadi bisa di pastikan Sam sampai rumahnya bakal larut malam.


______________


"Tingtong..." bel apartemen Arini berbunyi


Buru-buru Arini pun membuka pintu saat dia tau temannya sudah datang.


"Hai...maaf ya Rin gw ganggu loe dan Luna malam-malam." ucap Diana.


"Gapapa kok Di,santai aja kali."jawab Arini


"Sayang sini!!"teriak Arini kepada Luna,gadis kecil itu pun berlari kecil menghampiri Arini dan Diana.


"Salim dulu sama ounty."titah Arini dan Luna pun menurutinya.


"Nah kenalin ini Kara namanya,ayo kalian kenalan." titah Arini menunjuk pria kecil yang duduk di sebelah Diana.


Dengan malu-malu Luna pun mendekati Kara,dia mengulurkan tangannya.


"Luna,,,," ucapnya


"Kara..." jawab pria kecil yang bernama Kara sembari menerima uluran tangan Luna.


"Uncccch mereka menggemaskan sekali." ujar Diana.


"Yaudah Luna ajak Kara main di ruang tv ya!!"titah Arini dan di angguki oleh Luna.


"Sepertinya kamu bahagia sekali ya dengan kehadirannya Luna disini.?" tanya Diana saat dia melihat senyum Arini.


"Tentu saja,kau kan tau sendiri aku selalu sendirian disini." jawab Arini


"Hmmm...kamu maklumi aja,suami mu sibuk kerja juga untuk bahagiain kamu Rin." ucap Diana


Arini membuang napasnya pelan." Mau gimana lagi,dia memang begitu walau pun niatnya demi gw.Gw bisa apa.??"ucap Arini yang sepertinya sudah bisa memahami suaminya yang super sibuk kerja.


"Nah gitu dong,supaya rumah tangga loe awet.Jadi salah satu dari kalian harus ada yang mengalah,jangan sama-sama egois." ucap Diana seolah-olah dia sedang memberikan nasihat.

__ADS_1


"Tumben loe dewasa."ujar Arini.


"Hahaha....gini-gini gw juga bisa ngasih solusi untuk temannya." ucap Diana membuat Arini tertawa pelan.


_____________


Saat ini Sam masih dalam perjalanan,dia baru saja mengantarkan asistennya.Kebetulan arahnya berbeda dengan apartemen Sam.


Tiba-tiba dia melihat seseorang melambai-lambaikan tangan di sisi jalan.


"Siapa itu mang.??" tanya Sam menunjuk sosok orang tersebut.


"Hantu kali Tuan." jawab mang Dadang asal.


"Yeeeh sembarangan,mana ada hantu teriak-teriak kayak gitu.Udah minggirin aja mobilnya barangkali dia butuh bantuan kita." titah Sam


"Baik Tuan." jawab mang Dadang menuruti perintah bosnya.


Totktok..."seseorang mengetuk kaca mobil Sam.


Mang Dadang pun menurunkan kaca mobilnya.


"Ada apa ya neng.??"tanya mang Dadang.


"Maaf pak,apakah bapak bisa tolong saya.??" tanya seorang wanita yang mengetuk kaca mobil Sam.


"Apa.??"tanya mang Dadang.


"Bisakah bapak memberikanku tumpangan???ban mobil saya bocor."jelas wanita tersebut.


"Oh...sebentar ya saya tanya bos saya dulu." jawab mang Dadang menoleh ke arah Sam dan Sam pun menganggukan kepalanya.Kebetulan saat itu lampu mobil Sam di matikan jadi wanita tersebut tidak bisa melihat wajah Sam,berbeda dengan Sam dia bisa melihat wajah wanita tersebut.


"Sebetulnya gw malas nolong wanita itu,tapi dia juga pernah nolong gw dulu."batin Sam menatap wanita tersebut yang tak lain adalah Selvi.


"Yaudah neng masuk aja." titah mang Dadang


"Makasih pak." ucap Selvi buru-buru dia pun membuka pintu mobil belakang.


Baru saja mang Dadang akan menjalankan mobilnya,tiba-tiba Sam membuka suara.


"Tunggu mang!! saya mau pindah duduk di depan." ucapnya membuka pintu mobil.


"What??bukankah itu suara si pria sombong.?" gumam Selvi pelan seolah-olah sedang bertanya kepada dirinya sendiri.


"Jalan pak." titah Sam saat dia sudah duduk di sebelah mang Dadang.


"Loe Sam kan.? si pria sombong itu.??"tanya Selvi.


"Kalau numpang di mobil orang gak usah banyak omong."jawab Sam ketus


"Ckk..kalau saya tau ini mobil loe,gak akan gw minta bantuan."ujar Selvi


"Yaudah loe turun disini!!"titah Sam


"Dasar pria gila,loe tega nurunin cewek di tempat yang sepi?? Kalau gw kenapa-napa loe yang tanggung jawab,mau.??" ucap Selvi dengan nada sewot.

__ADS_1


"Makannya jangan banyak bicara kalau numpang di mobil orang." ucap Sam ketus dan seketika Selvi pun diam.Hanya terdengar grutuan kecil dari mulut wanita tersebut dan itu hanya terdengar oleh dirinya sendiri.


__ADS_2