Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 90


__ADS_3

"Bagaimana kuliahmu.???" tanya Sam di tengah-tengah perjalanan.


"Mungkin 2 bulan lagi gw wisuda bareng sama Nando." ucap Rega yang fokus menyetir.


"Ooh...gw do'akn semoga lancar." ucap Sam dan hanya di balas senyuman oleh Rega.


"Jadi kapan kita nongkrong lagi.??" tanya Rega


"Entahlah,lo kan tau saat ini Arini sedang hamil di tambah kerjaan gw lagi banyak banget akhir-akhir ini." jelas Sam dan Rega pun hanya manggut-manggut.


"Asisten Rian dimana alamat rumahmu.???" tanya rega


"Mmmp...saya ikut dengan Bos saja ke rumahnya,ada sedikit urusan yang belum di selesaikan." Ucap Rian berbohong,sebenarnya Rian hanya berhati-hati saja takut terjadi sesuatu jika membiarkan bosnya berduaan dengan sahabatnya itu.


Sam mengernyit heran saat mendengar ucapan asistennya."Emang ada ker...." belum juga Sam selesai Rian sudah memotongnya.


"Bos apakah kamu membeli oleh-oleh buat Nona Arini.???" Rian mencoba mengalihkan pembicaraan bosnya yang belum paham.


"Menurutmu,kau kan tau sendiri setiap menit dia menelponku agar aku tidak lupa membelikannya oleh-oleh." jawab Sam.


"Hahaha...Arini sangat lucu ya.Mungkin dia lagi ngidam Sam." timpal Rega


"Bisa jadi." ucap Sam seraya mengangkat bahunya.


____________________


Deru mesin mobil terdengar memasuki pekarangan rumah Arini,buru-buru dia pun berlari karena dia yakin Sam sudah tiba.


"Nak jangan lari,ingat kandunganmu." teriak sang mertua yang sedang duduk di ruang keluarga,namun Arini tak peduli dia sudah tidak sabar ingin segera memeluk si calon ayah.

__ADS_1


Arini membukakan pintu dengan sumringah,namun dia heran saat mendapati bukan mobil suaminya lah yang datang.Arini pun mengernyit saat yang keluar dari mobil adalah teman suaminya.


"Rega." gumam Arini "mau ngapain dia kesini." lanjutnya lagi.


"Hai Rin." sapa Rega tak lama keluarlah sosok pria yang dia rindukan dari pintu sebelah kiri.


"Saam." teriak Arini matanya berbinar bibirnya tersenyum senang.Buru-buru dia pun berlari dan memeluk tubuh suaminya.


"Aku merindukanmu." ucapnya memeluk erat,Sam sedikit heran dengan tingkah istrinya yang sedikit manja pasalnya istrinya itu jarang bersikap manja apalagi di depan umum.


"Kenapa kamu berlarian, kan kamu bisa menungguku di dalam." ucap Sam menyeka keringat Arini di wajahnya.


"Aku sudah tidak sabar ingin memelukmu,kenapa kau lama sekali.?" tanya Arini dengan manja.


"Tadi mobilnya mogok,untung di jalan ketemu sama Rega jadi dia nganterin aku." jelas Sam dan Arini hanya beroh ria saja.


"Yaudah ayo masuk,di dalam ada mama." ucap Arini menarik tangan Sam.Rega dan Rian pun mengikuti dari belakang seraya tersenyum saat melihat tingkah pasutri itu.


"Assalamu'alaikum." ucap Sam saat memasuki rumah


"Wa'alaikumsalam." jawab mamahnya yang sudah menunggu di depan pintu,Sam pun mencium tangan sang mamah.


"Apa kabar nak.???" tanya sang mamah


"Alhamdulillah sehat ma,papa dimana.???" tanya Sam matanya mencari ke setiap arah.


"Papa ada urusan sebentar nanti juga dia kesini."ucap sang mamah.


"Eh ada Rega,lama tidak bertemu.Bagaimana kabarmu nak.???" tanya mamah Sam dengan lembut.

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat tan." jawab Rega mencium tangan ibu Sam.


"Syukur kalau gitu,yaudah yuk kita makan dulu.Mamah sudah masak yang banyak untuk kalian." jelas sang mamah dan semua orang pun menuju meja makan.


"Dimana Luna sayang.??" tanya Sam


"Dia sedang tidur di kamarnya." jawab sang mama,namun tiba-tiba terdengar suara cempreng memanggil Sam.


"Ayaaaaah." teriak gadis kecil itu langsung berlari dan duduk di pangkuan Sam.


"Hai tuan putri,apa kabar.??" tanya Sam mencium pipi Luna.


"Baik ayah." jawab Luna dengan gemas.


"Syukurlah,apakah tuan putri ayah nakal selama ayah pergi.?" tanya Sam mengelus kepala Luna.


"Tanyakan saja pada bunda apakah aku nakal selama ayah pergi." celotehnya.


"Bagaimana bunda,apakah putri kita nakal selama ayah pergi.?" tanya Sam kepada Arini dengan nada becandanya.


"Sangat nakal ayah." ucap Arini dengan nada becanda.


"Bundaaaaaa." rengek gadis kecil itu dengan wajah cemberut karena telah di fitnah oleh ibunya.


"Hehe becanda sayang." Arini mengelus rambut sang anak


"Tuan putri sangat baik selama ayah pergi,dia jadi gadis yang penurut dan juga selalu jagain bundanya." ucap Arini kembali seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Luna.


"Itu bagus sekali." Sam mencium seluruh wajah Luna dengan gemash semua orang pun tertawa melihat interaksi keduanya.

__ADS_1


"Sudah-sudah,ayo kita makan dulu." titah mamah Sam


"Ck...kau boleh bahagia saat ini." batin seseorang yang tak menyukai pemandangan tersebut.Semua orang pun mulai memasukan makanan nya ke dalam mulut.


__ADS_2