Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 52


__ADS_3

Kini Arini juga Sam sudah berada di restoran yang ada di Mall tersebut.Mereka sedang menunggu pesanannya.


"Mengapa sangat lama sekali." gumam Sam namun sedikit terdengar oleh Arini.


"Apakah kamu sudah sangat lapar.?"tanya Arini menatap suaminya dan Sam pun menganggukan kepalanya.


"Sabar sedikit,mungkin sebentar lagi datang ."ucap Arini mengelus lengan suaminya dan Sam pun hanya tersenyum.


"Dear...apakah kamu sudah memutuskan mau daftar kuliah di kampus mana nantinya.?" tanya Sam


"Hmmm...sudah aku akan daftar di kampus xxxx." jawab Arini dan saat itu juga makanan mereka pun datang.


"Silahkan." ucap pelayan tersebut setelah menata makanannya.


"Makasih." jawab Arini dan di balas senyuman ramah oleh pelayan tersebut.


"Kenapa kamu tidak daftar di kampus ku saja.? jadi kan kita bisa ketemu dan bersama-sama terus." ucap Sam melanjutkan perkataannya yang tadi.


"Sudah kita makan dulu,bukankah kamu sudah lapar.!!.Nanti kita bicarakan lagi." jawab Arini mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya begitu pun dengan Sam.


"Apakah itu enak.?" tanya Sam saat melihat pesanan istrinya yaitu soto ayam bening.


"Heem,kamu mau.?" tawar Arini dan di angguki oleh Sam,Arini pun memberikan suapan kepada Sam tentu saja dengan senang hati Sam menerima suapan dari istrinya.


"Bagaimana.? enak kan.?"tanya Arini dan di angguki oleh Sam.


"Kamu mau.? biar aku pesenin." ucap Arini hendak bangkit dari duduknya.


"Tidak usah,ini sudah cukup." ucaP Sam memegang tangan Arini dan di angguki oleh Arini lalu dia pun duduk kembali.


15 menit kemudian mereka pun telah selesai dengan ritual mengisi perutnya,lalu mereka melanjutkan acara belanjanya.


"Mengapa kamu begitu banyak membeli barang-barang.?" tanya Arini saat mereka telah selesai membeli keperluannya.


"Ini tidak terlalu banyak sayang,lagian ini kan juga keperluan kita nanti." jawab Sam dan Arini pun hanya bisa membuang napasnya pelan.


"Ayo kita pulang." ajak Sam berjalan menuju mobilnya dimana mang Dadang sudah menunggu mereka beruda.


"Silahkan den." ucap mang Dadang saat dia membukakan pintu untuk kedua majikannya.


"Makasih mang." ucap Arini dan di angguki oleh mang Dadang,setelah kedua majikannya masuk ke dalam mobil buru-buru mang Dadang pun masuk dan duduk di kursi kemudi.


Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan area Mall.

__ADS_1


"Jadi kenapa kamu tidak mau satu kampus denganku.?" tanya Sam saat dia ingat dengan pembicaraannya saat di Mall.


"Sebenarnya aku daftar di dua kampus yaitu di kampusmu dan juga kampus xxx takutnya aku tidak lulus di salah satu kampus tersebut."jelas Arini dan itu membuat Sam tersenyum senang.


"Aku yakin kamu akan keterima di kampus ku." ucap Sam membawa Arini ke dalam pelukannya dan mencium pucuk kepalanya.


"Amiiin." ucap Arini tersenyum melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


"Nasib dujo,cuman bisa meronta-ronta aja jiwa jomblonya." batin mang dadang saat melihat kemesraan kedua majikannya.


40 menit kemudian Sam dan Arini pun sampai di rumahnya,lalu mereka turun dari mobil.


"Mang tolong simpan belanjaannya ke dalam ya." titah Sam dan di angguki oleh mang Dadang.


Arini dan Sam pun masuk ke dalam rumah seperti biasa keadaan rumah masih tampak ramai karena kebetulan Dea kaka Sam masih di rumah orang tuanya.


"Om Saam." teriak Ziza saat matanya melihat kedatangan Sam dari ambang pintu.Buru-buru gadis kecil itu pun berlari menghampiri Sam dan Arini.


"Hai cantik." sapa Sam menggendong Ziza.


"Om sama aunty dari mana.?" tanya Ziza melingkarkan tangannya di leher Sam.


"Om sama aunty habis jalan-jalan dong." jawab Sam berjalan menghampiri keluarganya yang sedang berkumpul sedangkan tangan satunya menggandeng Arini.


"Sudah mah." jawab Arini


"Kalau gitu Arini permisi ke kamar dulu ya semuanya." ucapnya lagi bangkit dari duduknya.


"Sam aku ke kamar dulu ya." ucapnya lagi dan Sam hanya menganggukan kepalanya.


"Nanti aku nyusul." teriaknya saat Arini sudah menaiki tangga.


"Om Sam kok gak ajak Ziza sih.?kan Ziza juga ingin ikut jalan-jalan."celoteh gadis tersebut yang masih setia di pangkuan Sam.


"Kalau om ajak Ziza yang ada acara jalan-jalan nya hancur karena Ziza kan anaknya gak bisa diem kaya cacing kepanasan." ejek Sam mencubit hidung Ziza dan itu membuat Ziza cemberut.


"Om Sam jahat." teriak Ziza turun dari pangkuan Sam.Sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Sam sangat suka menggoda keponakannya.


"Yaudah Sam ke kamar dulu ya mah." pamitnya dan di angguki oleh sang mamah.


____________


Pagi pun telah tiba saat ini Sam dan Arini sedang siap-siap untuk berangkat ke Bandara.

__ADS_1


"Tidak ada yang ketinggalan kan.?" tanya mamah Sam kepada anak dan menantunya saat mereka hendak masuk ke dalam mobil.


"Tidak ada mah,yaudah kami pamit dulu ya.Pah kita pamit dulu ya." ucap Sam mencium tangan orang tua nya begitu juga Arini.


"Hati-hati di sana sayang." ucap mamah Arini karena saat itu mamahnya sengaja datang saat putrinya akan pergi bulan madu.


" Mamah juga jaga diri ya,jangan terlalu lelah." ucap Arini memeluk mamahnya.


"Iya kamu tenang saja sayang,yaudah kalian cepat berangkat takutnya kalian telat nyampe Bandara." titah mamah Arini lalu dia pun mencium tangan mamahnya di ikuti oleh Sam.


"Hati-hati." teriak mamah Sam saat mobil yang di tumpangi mereka keluar dari pekarangan rumahnya.


"Apakah kamu bahagia bulan madu kesana.?" tanya Sam saat mereka sedang di perjalanan.


"Tentu,apalagi bulan madunya bersamamu." goda Arini menyandarkan kepalanya di bahu Sam,baru saja Sam akan membalas ucapan istrinya tiba-tiba ponsel Arini berdering menandakan ada panggilan masuk.


"Siapa sih ganggu aja,nanti kalau kita udah sampai disana hp wajib off.Aku tidak ingin ada yang mengganggu acara bulan madu kita." ketus Sam kesal karena ada orang yang mengganggu kemesraanya.


"Iya...iya kamu bawel sekali,ini Diana yang menelpon." ucap Arini setelah tau siapa yang menelponnya.


"Hallo." ucap Arini setelah dia mengangkat panggilannya.


"Ariiiin....gw kangeeeeeeeeen." teriak Diana dari sebrang sana dan itu membuat telinga Arini merasakan sakit saat mendengar suara cempreng temannya.


"Ya ampun Di.....kau tidak perlu berteriak seperti itu kupingku sakit tau karena suara mu." teriak Arini sedikit kesal karena ulah temannya.


"Hehehe maaf...maaf... abisnya aku tuh kangen sekali sama lo Rin,loe abis nikah gak ada hubungi gw sama sekali loe sibuk bikin adonan Sam junior ya.?" ucap Diana ngasal


"Dasar wanita mesum." cibir Arini.


"Maaf...kemarin aku sedikit sibuk dan kelelahan kare....." belum juga Arini menyelesaikan ucapannya Diana sudah memotong ucapan Arini.


"Tuh kan pasti kamu kelelahan bikin adoanan udah deh ngaku aja,lagian sama teman sendiri kenapa mesti malu sih." ucap Diana kekeh dengan piktornya.


"Terserah kamu saja,ada apa kamu menelponku.?"tanya Arini tapi belum sempat Diana menjawab ucapan Arini ponselnya langsung di rebut oleh Sam dan langsung mematikan panggilannya.


"Loh Sam kenapa telponnya kamu matiin." protes Arini saat melihat kelakuan suaminya.


"Telpon gak penting,lagian kamu telponan sampai suami sendiri di cuekin itu gak boleh tau dosa loh." ucap Sam sedangkan Arini hanya memasang wajah cemberutnya karena kesal.


"Yaudah maafin aku ya,abisnya aku kesel tau di cuekin sama kamu.Udah ya jangan marah lagi." ucap sam sedikit menggoda Arini sembari tangannya mulai menari-nari di paha Arini ,dengan terpaksa Arini pun menyudahi kekesalannya karena jika di biarkan begitu lama akan bahaya karena Arini tau pasti tangan suaminya itu akan lebih nakal menari-nari di atas tubuhnya.


"Iya udah aku maafin.Terus itu tangannya bisa diem gak." ketus Arini menyingkirkan tangan Sam sedangkan Sam hanya tertawa kecil dan langsung memeluk istrinya.

__ADS_1


__ADS_2