
Sore pun kini telah berganti menjadi malam, tepat pukul 7 malam Samuel sedang bersiap-siap untuk bertemu seseorang di sebuah cafe.
Saat itu orang tua Samuel sedang menonton tv dan Samuel pun menghampirinya.
Loh sayang rapi banget,mau kemana.? tanya sang mamah saat melihat kedatangan anaknya.
Sam mau bertemu seseorang mah." ucap Samuel.
Siapa.? apa kamu pergi mengajak Arini.? tanya sang ayah.
Tidak.!! udah ya Sam pamit dulu ." ucapnya sambil mencium tangan orang tuanya.
Hati-hati Sam."ucap mamah Samuel dan di angguki kepala oleh Sam.
Lalu dia pun berjalan keluar rumah menuju garasi mengambil motornya.
Pah.!! ucap mamah Samuel setelah melihat anak bujang nya keluar rumah
Hmm." jawabnya dengan mata pokus ke arah tv.
Apa kamu tau.? ucap mamah Samuel.
Apa." jawab papah Samuel.
Ternyata Sam belum bisa melupakannya." ucap mamah Samuel sendu
Maksud mamah ? tanya papah Samuel memandang wajah sang istri.Lalu sang istri pun mulai menceritakan kejadian dimana tadi dia memasuki kamar anak bujangnya.
(kilas balik kejadian)
Sam." ucap sang mamah tiba-tiba saja masuk nyelonong ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Ah mamah ada apa, kenapa tidak mengetuk pintu dulu." ucapnya sembari tangannya buru-buru dia sembunyikan ke belakang punggungnya.
Ya saat mamah Samuel masuk kamarnya dia sedang menatap sebuah foto.
Apa yang kamu sembunyikan Sam? tanya sang mamah penasaran.
__ADS_1
Ah bukan apa-apa kok mah,jadi ada apa mamah kesini.? tanya Samuel gugup.
Mamah cuman mau tanya apakah kamu sudah menelpon Arini dan menanyakan apakah dia sudah sampai rumahnya.? ucap mamah Sam mendudukan bokongnya di samping anaknya.
Su,,uudah kok mah,dia sudah sampai dengan selamat mamah tidak usah khawatir." ucap Sam gugup
Lalu apa yang kamu sembunyikan Sam, kenapa kamu gugup sekali? tanya sang mamah mencoba melihat sesuatu di balik punggung anaknya.
Bukan apa-apa kok mah ." ucap Samuel masih menyimpan sesuatu di balik punggungnya.
Berikan kepada mamah." ucap mamah Samuel tegas sembari memberikan telapak tangannya.Lalu Samuel pun dengan terpaksa memberikannya.
Sam merindukannya mah, andai waktu itu Sam tidak mengajaknya main di luar mungkin dia masih ada di sini bersama kita.Ini semua gara-gara Sam." ucap Samuel dengan mata berkaca-kaca.
Sam." ucap sang mamah memegang tangannya.
Ini semua bukan salahmu,tapi ini kehendak Tuhan jangan selalu salahkan dirimu adikmu pasti sudah bahagia di surga sana." Lembut mamah Samuel mengelus kepala anaknya.
Ya foto yang di pandangi oleh Samuel adalah foto dirinya, adiknya (kembaran) dan kaka nya.Samuel sebenarnya mempunyai kembaran perempuan bernama Semi namun naas ketika mereka berumur 9 tahun kembaran Samuel meninggal tepat di depan matanya sendiri akibat tertabrak mobil saat sedang bermain kejar-kejaran dengannya.Saat itulah Samuel selalu menyalahkan dirinya atas kepergian adik sekaligus kembarannya,setelah kepergian kembarannya Samuel kecil pun menjadi sosok pendiam, dia tidak mau berbaur dengan teman sebayanya yang dia lakukan hanya mengurung diri di kamar sambil memandangi foto adiknya bahkan kejiwaan Samuel kecil pun mulai sedikit terganggu sehingga dia harus melakukan terapi psikolog sejak saat itu lah semua foto-foto kembaran Samuel di simpan di gudang hanya satu yang tersisa yaitu foto mereka bertigan,bahkan semua kenangan kembaran Samuel di kubur oleh keluarga Samuel supaya Samuel kecil tidak terpuruk dalam kesedihan bahkan mamah dan papah Samuel pun tidak pernah sekali pun membahas tentang kembaran Samuel di depannya.
Maafkan Sam mah, Sam yang menyebabkan Emi pergi meninggalkan kita." ucapnya memeluk sang mamah.
"Adikmu pasti sedih melihatmu seperti ini,lupakan lah kejadian itu." ucap mamah Samuel kembali lalu Samuel pun tersenyum kembali.
Nah gitu dong,masa sudah mau tunangan masih cengeng." ledek mamah Samuel.
Yasudah ya mamah keluar dulu, ini simpan lagi fotonya dan ingat jangan sedih lagi oke." ucap sang mamah lalu ia pun keluar dari kamar anaknya.
Sam hanya sedang merindukan Semi mah,makannya dia seperti itu." ucap ayah samuel saat telah selesai mendengarkan cerita dari istrinya.
Mamah cuman takut pah Sam akan seperti dulu lagi." cemas mamah Samuel.
Tidak akan mah,mamah tenang saja semuanya akan baik-baik saja mamah tidak ingan kata dokter Harun bahwa Sam sudah sembuh total." ucap ayah Samuel menenangkan istrinya.(Dokter Harun adalah Dokter yang menangani Samuel saat kejiwaannya terganggu.)
^
^
__ADS_1
^
•••
*Cafe Delima*
Saat itu Sam sudah sampai di tempat tujuannya,dimana dia akan bertemu dengan seseorang alias teman lamanya.
Dia pun memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam cafe tersebut.
Sam." ucap seseorang yang sedang duduk tak jauh dari pintu masuk.
Hai." ucap Sam saat melihat orang yang akan di temuinya sudah menunggu disana.
Sudah lama bro.? tanya Sam sambil bersalaman ala mereka.
Enggak baru kok." ucapnya
Lu udah pesen makanan? tanya Samuel kepada orang yang di berada di hadapannya yang bernama Gery.Ya orang yang akan Samuel temui adalah seorang laki-laki dia adalah sahabat Samuel sejak mereka duduk di bangku SD namun sayang Gary harus melanjutkan sekolahnya di LN ketika duduk di bangku sekolah menengah karena kedua orang tuanya bekerja disana.
Udah dong sekalian sama punya lu." ucap Gery.
Kapan lu balik ke Indo.? tanya Samuel
Baru 2 mingguan lah." ucap Gary santai
Gila lu, kesini sudah 2 minggu yang lalu dan lu baru kasih kabar ke gw sekarang udah lupa lu sama gw." ucap Samuel dan hanya di balas keukeuhan oleh Gary.
Oiya lu kemarin curhat sama gw maslah wasiat nenek lu,itu gimana.? tanya Gery penasaran.
Gimana apa maksudnya.? tanya Samuel
Ya lu ngabulin gak itu wasiat nenek lu." ucap Gary
Hmmm, gw terpaksa." ucap Samuel lalu tak lama kemudian pesanan pun datang.
Tapi sepertinya gw bakal butuh bantuan lu." ucap Samuel.
__ADS_1
Hah,bantuan.? apa.? tanya Gary penasaran
Udah nanti gw ceritain, mending kita makan aja dulu." ucap Samuel tesenyum licik dan seketina Gary pun paham saat melihat seringai bibir Sam.