
Tak terasa kini hubungan Sam dan Arini sudah berjalan sekitar 6 bulan sejak mereka mengungkapkan perasaannya masing-masing.Dan hampir setiap hari juga Sam selalu menjemput Arini pulang sekolah walau kadang Arini suka memarahinya karena Sam bolos kuliah.Kini mereka pun sedang dalam perjalanan menuju rumah Arini,yaa Sam baru saja menjemputnya pulang sekolah...
Dear..." ucap Sam fokus mengemudi.
Hmmm." jawab Arini yang sibuk dengan ponselnya karena sedang berburu barang disconan di salah satu olshop online.
Kamu udah ada rencana mau lanjutin kuliah dimana.?tanya Sam sedikit melirik Arini.
Kalau di Luar Negri boleh.?goda Arini memasukan ponselnya ke dalam tas.
Kau mau meninggalkanku.?tanya Sam dengan nada sedikit kesal.
Tidak aku hanya akan mendukanmu dengan pria bule disana." jawab Arini masih dengan edisi menggoda Sam.
Deaaaar....." ucap Sam sedikit menekakan kata "dear".
"Ingat kau sudah punya tunangan lagian tunanganmu juga gak kalah tampannya dari pria bule."sombong Sam sambil tangannya menyisir rambut agar terlihat Cool hahaha.
Mana ada,tetap saja kamu itu tampannya versi lokal aku pengen yang tampannya yang ala-ala barat gitu."ucap Arini sedikit terkekeh.
Ckk...!! kau terlalu pede non,lagian gak bakalan ada bule yang mau sama kamu."ejek Sam
Hahaha,kau tidak tau saja ketika aura kecantikanku di keluarkan semua kaum adam akan tersepona saat melihatku."bangga Arini dengan tangannya menupuk-nepuk dada.
Terpesona non bukan tersepona." ucap Sam mengacak-ngacak rambut Arini.
Ah ya itu sama saja artinya."jawab Arini merapikan rambutnya.
Jika kamu kuliah di Luar Negri maka aku akan menikahimu dulu dan membutmu manjadi wanitaku seutuhnya." ancam Sam tersenyum.
Ck,kau selalu saja mengancamku." cibir Arini sedikit kesal.
Itu karena aku tidak bisa jauh darimu, kau bayangkan saja bagaimana jika aku merindukanmu lalu ingin bertemu denganmu,jalan denganmu,makan denganmu.Itu akan menyiksaku dear,nahan rindu itu berat,beraaaat banget kata si Dahlan juga." ucapan Sam sedikit di buat dramatis dan di iringi nada sedih.
Dilan bang Dilan bukan Dahlan." protes Arini karena berani-beraninya mengubah nama kekasih onlinenya.😅
Ya itu sama aja yang penting awal hurufnya "D".jawab Sam yang tak peduli saat Arini mengkoreksi ucapnnya.
Kamu tenang saja aku akan kuliah di Indonesia kok,tapi entah itu di luar kota atau di sini." kata Arini sedikit memiringkan tubuhnya untuk menghadap Sam.
Nah kalau beda kota gapapa,itu masih bisa di jangaku." jawab Sam tersenyum lalu suasana pun jadi hening dan Sam pokus mengemudi.
Setelah menempuh waktu hampir 40 menit akhirnya Sam pun telah sampai di depan rumah Arini.
Mau mampir dulu gak.?tanya Arini saat akan turun dari mobilnya.
Tidak, aku ada janji sama Nando dan Rega." jawab Sam menatap Arini.
__ADS_1
Ngapain.?tanya Arini penasaran.
Cuma nongkrong ,tenang gak macem-macem kok." lembut Sam mengelus kepala Arini yang selalu curiga kepadanya.
Awas kalau genit sama cewek lain." ancam Arini melototi Sam.
No dear,don't worry." jawab Sam mengedipkan sebelah matanya (semacam mata genit)😅
Kenapa tuh mata..? tanya Arini heran.
Ini gak ada salam perpisahan salam pipi tempel gitu." ucap Sam sambil memberikan pipinya dengan harapan Arini menciumnya.
Nih.." ucap Arini dengan memberikan ciuman dari tangannya dan buru-buru dia pun turun dari mobil Sam.
Bye,,hati-hati di jalan ya pacar." ucapnya melambaikan tangan dan Sam pun hanya bisa berdecak kesal karena kekasihnya tidak memberikan ciuman(maklum Sam jadi mesum dan bucin karena Arini).
Lalu Sam pun menyalakan mesin mobilnya dan melajukan pergi meninggalkan rumah Arini.
Dasar bucin mesum." gumam Arini saat melihat mobil Sam sudah menjauh dari pandangannya lalu dia pun masuk ke dalam rumahnya.
Assalamu'alaikum." ucap Arini saat memasuki rumahnya.
Wa'alaikumsalam,sudah pulang non.?tanya si bibi menghampirinya.
Iya bi karena para guru sedang rapat buat ujian nanti." jawab Arini tersenyum
Ooh, yaudah non mau makan dulu bibi siapin ya." ucap si bibi lemah lembut.
^
^
^
Kini Sam pun sedang dalam perjalanan menuju cafe Nuansa untuk bertemu dengan kedua temannya,namun sayang sekali saat di perjalanan ban mobilnya mengalami kebocoran sehingga mobil Sam mogok di tengah jalan.
Eh..eh..kenapa nih mobil." ucap Sam saat mobilnya melaju semakin lambat dan tiba-tiba berhenti.
Perasaan ini mobil sehat deh."gumamnya turun dari mobil melihat apa yang terjadi dengan mobilnya.
"Euuuh,pantesan bocor." ucapnya sambil menendang ban tersebut.
"Mana jauh lagi jarak ke bengkelnya."ucapnya lagi sambil tengok kanan dan tengok kiri berharap ada bengkel terdekat.Tiba-tiba ponselnya pun berbunyi menandakan ada panggilan masuk ke hp nya.
Hallo.." ucapnya saat mengangkat panggilan tersebut.
Loe dimana bro lama amat kita sudah kumpul nih di Tkp." ucap si penelepon di sebrang sana yang tak lain adalah Rega.
__ADS_1
Ban mobil gw bocor,loe susul gw kesini deh soalnya disini gak ada bengkel terdekat." terang Sam sambil menyeka keringat yang ada di keningnya karena cuaca lumayan panas.
Emang loe dimana.? tanya Rega
Jalan Anggrek." jawab Sam cepat
Yaudah tunggu gw kesana jemput loe." ucap Rega mematikan panggilannya.
Akh sial mana panas lagi." grutu Sam kesal namun tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depannya.
"Mobil siapa ini,perasaan cepet banget si buaya nyampenya." gumam Sam penasaran saat si pemilik mobil tersebut belum keluar.
Mobilnya kenapa mas.?tanya seorang pria yang umurnya sekitar 40 tahunan namun terlihat seperti supir karena seragamnya.
Ah ini pak bocor." jawab Sam tersenyum.
Ooh,memangnya mas nya mau kemana.? tanya pria tersebut
Cafe Nuansa pak."ucap Sam sopan
Ooh, yaudah bareng kita aja kebetulan majikan saya menyuruh saya untuk membantu anda jika anda butuh tumpangan." jelas pria tersebut.
Ah tidak usah,sebentar lagi teman saya akan menjemput kesini." jelas Sam yang tidak enak jika harus ikut mobil orang yang tak di kenal walau pun si pemilik mobil sendiri yang menawarinya.
Mang nanang gimana.? teriak seorang wanita dari dalam mobil dan seketika Sam pun melihat asal suara tersebut.
Dia tidak mau neng." ucap pria tersebut.
Oh yaudah kalau gak mau kita pergi aja,di bantu kok nolak." ucap wanita tersebut tanpa melihat ke arah Sam lalu dia pun menutup kembali kaca mobilnya.
Beneran mas gak mau ikut kami.?tanya pria yang di panggil mang nanang.
Mmmmmm.."sejenak Sam berpikir menimang-nimang tawaran orang tersebut dan akhirnya dia pun menerima tawaran tersebut.
Baiklah mang saya ikut kalau tidak merepotkan." jawab Sam sungkan
Oh tidak mas, kebetulan majikan saya memang baik orang nya selalu menolong.Mari mas." ajak mang nanang membuka kan pintu mobil untuk Sam
Makasih mang." lalu Sam pun masuk ke dalam dan duduk di sebelah gadis yang di duga adalah pemilik mobil tersebut.
Mau di bantu aja susah amat." gumam wanita tersebut tanpa melihat Sam namun Sam masih mendengar ucapan wanita tersebut.
"Jalan mang,anterin dia dulu." ucap wanita tersebut.
Baik neng Selvi."jawab sang supir.
*Kalau gak mendesak gini gw juga gak bakalan mau nebeng mobil si nona judes ini."batin Sam kesal namun dia pura-pura calm di depan orang yang memberikan tumpangan padanya.
__ADS_1
Buaya,loe gak usah jemput gw." Sam mengirim pesan kepada temannya yang tadi akan menjemputnya.
Oke,gajelas loe."balas Rega*.