Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 50


__ADS_3

Pagi telah tiba tapi sepasang pengantin yang semalam melakukan kegiatan panasnya masih betah memejamkan matanya.Mereka enggan untuk melepaskan pelukannya satu sama lain.


"Uuh..." Arini menggeliatkan tubuhnya saat sinar matahari sedikit menyoroti wajahnya melalui celah jendela kamar.


Lalu dia membalikan badannya,melihat pria yang ada di sampingnya seketika bibirnya pun tersenyum saat mengingat kejadian semalam betapa rakusnya pria yang ada di hadapannya bak harimau memakan mangsanya.


"Hihihihihi.....dia sangat lucu jika sedang tidur." kekeh Arini pelan lalu dia mencoba mengganggu Sam yang masih terlelap dengan menusuk-nusuk dada telanjangnya menggunakan jari sehingga membuat Sam terganggu.


"Dear...kau mencoba menggodaku,jika kamu ingin mengulang kegiatan semalam tidak perlu malu untuk memintanya." ucap Sam dengan suara khas tidur.


"Pede sekali anda Tuan,tubuhku saja bahkan masih remuk karena ulahmu semalam." ketus Arini lalu tangannya pun berhenti menusuk-nusuk dada Sam.Dia mencoba bangkit dari kasur untuk ke kamar mandi namun pergerakannya tertahan oleh tangan Sam.


"Mau kemana.?" tanya Sam memegang tangan Arini


"Kamar mandi." jawab Arini singkat dan Sam pun langsung mengangkat tubuh Arini.


"Eeeeehhh....Sam turunkan aku,aku bisa jalan sendiri."ucap Arini sedikit terkejut karena suaminya tiba-tiba mengangkat tubuhnya.


"Udah diam saja,aku yakin kamu akan kesusahan untuk berjalan." ucap Sam,lalu dia mendudukan tubuh Arini di atas closet.


"Sudah-sudah biar aku saja,kamu keluar saja." ucap Arini sambil menutupi dadanya oleh kedua tangan.


"Kamu ngusir aku.?"tanya Sam menatap Arini dan semakin mendekatinya.


"Lagian kenapa juga kamu menutupi mereka,aku bahkan sudah melihatnya." seringai Sam keluar saat melihat tubuh telanjang Arini.

__ADS_1


"Ahh dasar maniak." grutu Arini,percuma saja dia mengusir suaminya itu tidak akan di dengar sama sekali.


"Ayo kita mandi bersama,biar aku siapkan airnya dulu." ucap Sam langsung mengisi air di bathup tak lupa dia menuangkan sabun yang beraroma green tea.


"Nah sudah,ayoo." ucap Sam akan mengangkat tubuh Arini lagi namun di tolak oleh Arini.


"Aku bisa sendiri Sam." tepis Arini mencoba berdiri namun benar saja di area sensitive nya merasakan nyeri yang cukup luar biasa.


"Ssssssshhh..." Arini meringis kesakitan


"Tuh kan gak bisa jalan,jadi istri sombong sih." ketus Sam langsung mengangkat tubuh Arini dan memasukannya di dalam bathup.


"Eh...eh... mau ngapain.?" tanya Arini mengerutkan keningnya saat dia melihat suaminya memasukan 1 kaki ke dalam bathup.


"Mandi lah,masa iya semedi." jawab Sam langsung duduk di belakang tubuh Arini dan mulai membasuh tubuh istrinya di selingi pijatan-pijatan lembut di tubuh Arini.


"Tentu aku akan menjadi tukang pijat jika itu mau mu,tapi khusus pijat wanita." ucal Sam sedikit berbisik di telinga Arini dan itu sukses membuat mata Arini terbuka dan langsung menyiku perut suaminya.


"Awww...." ringis Sam sambil memegang perutnya.


"Kau ini sangat jahat sekali,baru beberapa hari menikah saja tapi sudah melakukan KDRT." ucap Sam sedikit menekankan kata di akhir.


"Gapapa kalau kdrt nya sama suami genit dan kecentilan,malah itu di haruskan." ketus Arini mulai membasuh tubuhnya.


30 menit kemudian mereka pun keluar dari kamar mandi tidak ada kegiatan panas,yang ada hanya cekcokan kecil saja.

__ADS_1


Saat mereka keluar dari kamar mandi saat itu juga pintu kamar mereka terbuka,dan menampakan sosok wanita cantik siapa lagi kalau bukan mamah nya Sam.


"Eh,,,mamah pikir kalian belum bangun." ucapnya salah tingkah karena melihat menantu dan putranya baru keluar dari kamar mandi,apalagi saat melihat tubuh menantunya yang banyak sekali dengan cap bibir Sam karena Arini hanya menggunakan handuk yang menutupi dari dada hingga paha.


"Yaudah mamah ke luar dulu hehe." ucapnya lagi karena melihat reaksi menantunya yang sedikit kebingungan karena mertuanya senyam-senyum saat menatapnya.


"Kenapa mamah senyam-senyum saat melihatku,apakah ada yang aneh dariku." gumam Arini pelan dan langsung melewati Sam menuju cermin dan seketika matanya terbelalak saat melihat begitu banyak tanda merah di leher nya.


"Saaaaaam" teriak Arini,saat itu Sam sedang di ruang ganti.


"Ada apa sih.?" tanya Sam sedikit kesal karena istrinya reseh.


"Ini apa,?kenapa kamu membuat cap warna merah begitu banyak di tubuhku.?" tanya Arini menunjuk warna merah di lehernya satu persatu.


"Ya ampun aku pikir apa.Itu adalah tato khas seorang pengantin dear." jawab Sam acuh


berjalan menuju cermin dan menyisir rambutnya.


"Mana ada tato seperti ini,pantas saja tadi mamah terus liatain aku." grutu Arini sedikit cemberut.


"Udahlah sayang toh mamah juga gak marahin kamu kan." Sam membujuk istrinya agar tidak marah.


"Tapi aku malu Sam." rengek Arini.


"Gapapa itu hal wajar,mamah pasti paham kok." lembut Sam menenangkan istrinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Yaudah di baju gih,lalu kita sarapan.Pasti orang-orang sudah menunggu kita." ucap Sam dan di angguki oleh Arini berjalan ke ruang ganti.


__ADS_2