Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 81


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan shalat dzuhur dan mengisi perut semua orang pun kembali ke mobilnya masing-masing.


"Tuan Sam mari kita satu mobil." ajak Tuan Dinarta


"Ah tidak perlu Tuan ,terima kasih.Saya naik mobil saya saja." tolak Sam dengan lembut.


"Ayaah ayo!!" teriak Selvi


"Sebentar." jawab sang ayah


"Kalau gitu kita beriringan saja." ujar Tuan Dinarta dan di angguki oleh Sam.


Mereka pun masuk ke dalam mobilnya masing-masing,dan mobil pun mulai melaju meninggalkan rest area.


"Ayah bicara apa sama pria itu.???" tanya Selvi saat di perjalanan.


"Tidak ada." jawab sang ayah.


"Ck...jangan bohong." dengus Selvi dia tau ayahnya pasti berbohong.


"Hmmmm...." sejenak sang ayah menarik napas dalam-dalam." ayah hanya mengajaknya untuk satu mobil." lanjutnya lagi.


"APA ???? ayaaah ,,,ya ampun ayah ini malu-maluin banget. Kenapa coba ayah pake ajak pria itu untuk satu mobil dengan kita.???" tanya Selvi,sungguh dia sangat jengkel dan malu dengan ulah ayahnya.Selvi yakin pasti pria itu sedang kegeeran.


"Ya kan ayah cuman ngajak satu mobil doang,biar ayah ada teman bicara.Apa salah.???" ucap sang ayah.


"Lagian Tuan Sam juga pria tampan dan mapan,ayah pikir dia cocok jadi menantu ayah." ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Hilangkan pikiran seperti itu ayah,aku bahkan sangat membenci pria itu." ketus Selvi langsung memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil


Seketika keadaan pun menjadi hening ,tidak ada yang membuka suara sama sekali.Hanya deru mesin mobil juga musik yang terdengar.


Berbeda dengan keadaan di mobil Sam disana terdengar sangat ramai sekali,ya Sam dan Rian sedang beradu argumen mereka sedang mempermasalahkan soal ayah Selvi yang terlihat menyukai Sam dan Sam membantah semua itu namun Rian terus saja menggoda sang bos.


"Ayolah bos,jangan pura-pura tidak tau.Saya yakin Tuan Dinarta menyukai bos dan pasti menginginkan bos menjadi menantunya." Rian terus berceloteh menggoda bos nya.


"Sekali lagi kau bicara seperti itu,akan saya turunkan kamu disini." ancam Sam dengan mata melotot.


"Wah...wah...apakah bosku sudah tidak membutuhkan asisten yang super pintar ini." ucap Rian tertawa


"Aku pikir memiliki istri dua sangat menyenangkan bos,bagaimana kalau nona Selvi jadi istri kedua bos." ucap Rian dengan nada becanda.


"Mang Dadang turunkan orang itu sekarang!!" titah Sam.


"Wow..wow...ampun bos,saya hanya becanda." ucap Rian namun Sam acuh bahkan matanya menatap tajam ke arah Rian.

__ADS_1


"Hehehe gak bakalan lagi deh kayak tadi." ucap Rian kembali.


Tiba-tiba ponsel Sam berdering,menandakan ada panggilan masuk ke ponselnya.


"Hallo sayang." ucap Sam saat tau yang menelpon adalah sang istri.


"Apakah kamu lupa padaku.? kau tidak menghubungiku sama sekali." ucap Arini di sebrang sana dengan nada manja.


"Maaf sayang,aku baru saja akan menghubungimu tadi.Tapi kamu lebih dulu menelpon." Bohong Sam,berharap istrinya mempercayai ucapan dia.


"Alasan." bantah Arini


"Apakah kamu masih di jalan.???" tanya nya lagi.


"Iya,mungkin 1 jam lagi aku akan sampai." jawab Sam


"Ooh,yaudah baik-baik disana.Segera hubungi aku kalau sudah sampai." ucap Arini


"Iya sayang,kalau gitu aku tutup telponnya ya." ucap Sam,panggilan pun berakhir Sam memasukan ponselnya kembali ke saku celananya.


Benar saja 1 jam kemudian Sam dan yang lainnya sudah sampai di tempat tujuan,mereka berada du sebuah hotel yang ada di kota X.Semua orang keluar dari mobilnya masing-masing.


Mereka pun mulai memesan kamar.


"Kita istirahat dulu hari ini,besok kita mulai bekerja."titah Sam kepada Rian.


"Tuan Dinarta saya duluan." ucap Sam sopan dan di angguki olehnya.


Sam dan Rian pun menyeret kopernya yang sudah di turunkan oleh mang Dadang,mereka pun berjalan menuju kamarnya masing-masing.Kebetulan kamar Sam dan Rian bersebelahan.


"Bangunkan aku ketika makan malam." ucap Sam kepada Rian.


"Baik bos." jawab Rian ,mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing.


"Aaaah.....lelahnya." Sam menjatuhkan tubuhnya di kasur hotel.


"Aku harus segera menghubungi Arini."gumamnya sembari tangannya mengambil ponsel yang ada di saku celananya.


Namun baru saja dia akan membuka layar ponselny ternyata batrai ponsel Sam lowbat, dengan segera dia pun mengisi batrai ponsel tersebut.Dia pun kembali membaringkan tubuhnya karena terasa capek dan pegal hingga akhirnya dia pun tertidur.


__________________


"Ayolah nak makan dulu,kasian bayimu." titah mamah Arini yang sedang berusaha membujuk putrinya yang sedang merengek.


"Aku gak laper mah,aku ingin Sam.Dia berjanji akan menelponku 1 jam kemudian tapi ini hampir 2 jam dia tidak ada menghubungiku,bahkan ponselnya tidak aktif." Rengek Arini dengan derai air mata.Mungkin Arini jadi lebih sensitif efek hormon hamilnya.

__ADS_1


"Mungkin Sam sedang sibuk sayang,makannya dia belum sempat ngabarin kamu.Ayo makan dulu kasian bayi kamu dia pasti kelaparan." bujuk mamah Arini.


Arini pun terdiam,matanya memandang perutnya dan tangannya mengelus perutnya." Maafkan bunda sayang." ucapnya pelan,lalu Arini pun membuka mulutnya menerima suapan dari sang mamah.


"Nah gitu dong,gak boleh loh kayak tadi itu sama aja nyiksa dede bayinya." ucap mamah Arini dengan nada lemah lembut.


"Iya mah,Arini gak akan kayak gitu lagi." jawab Arini kembali menerima suapan dari sang ibu.


"Memangnya Sam berapa lama disana.?" tanya sang mamah yang telaten menyuapi putrinya.


"Tiga." jawab Arini.


"Ooh...itu cuman sebentar kok,gak bakalan kerasa.Percaya sama suamimu bahwa disana dia sedang bekerja bukan sedang bermain." nasihat sang ibu dan di angguki oleh Arini.


"Nenek." tiba-tiba Luna datang menghampiri mereka.


"Sayaaang,,,sini nak!!" titah sang nenek menunjuk untuk duduk di sebelahnya.


"Kapan nenek kesini.???" tanya Luna yang sudah berada di sampingnya.


"Tadi,saat Luna sedang tidur." jelas sang nenek dan Luna pun hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Apakah cucu nenek sudah makan.???" tanyanya


"Sudah nek." jawab Luna.


"Anak pinter,oiya nenek punya sesuatu buat kamu." ucap sang nenek


"Apa itu nek.??" tanya Luna penasaran.


"Sebentar ya,nenek suapi dulu bundamu.Bundamu seperti anak kecil sangat manja sekali." ejek sang nenek


"Hahaha...iya bunda seperti Luna,ketika makan harus di suapi." Luna ikut mengejek sang bunda.


"Kalian berdua sangat jahat sama bunda." ucap Arini


"Hehe...maafkan Luna bunda." Gadis kecil itu langsung memeluk tubuh Arini.


"Maafin gak ya.???" Arini mencoba mengerjai putrinya.


"Maafinlah,kata ayah juga kita harus menerima maaf dari orang yang meminta maaf kepada kita." ujar Luna.


"Waaah anak bunda pintar sekali.Sini cium bunda." ucap Arini menyodorkan pipinya untuk di cium dengan semangat Luna pun mencium pipi Arini.


"Luna sayang bunda." ucapnya kembali memeluk Arini dan itu membuat mamah Arini terharu melihatnya.Bagaimana tidak hubungan ibu angkat dan anak angkat begitu akrab.

__ADS_1


"Luna juga sayang nenek Andin." ucapnya melepaskan pelukan dari Arini dan memeluk sang nenek.


"Nenek juga sayang Luna." jawab sang nenek mencium puncak kepala Luna.


__ADS_2