
Pagi telah tiba namun sepasang suami istri itu masih terpejam memeluk satu sama lain.
Namun tiba-tiba Arini membuka matanya karena merasakan mual,diliriknya sang suami yang masih tertidur lalu dia usap kening Sam dengan lembut sembari bibirnya menampilkan senyum.
"Maaf." hanya kata itu yang keluar dari mulut Arini sebelum dia turun dari ranjang.Ya Arini tau pasti suaminya kelelahan dan kurang tidur karena menuruti keinginanya yang semalam.
Pelan Arini turun dari ranjang menuju kamar mandi,disana dia memuntahkan cairan kuning yang cukup kental "Hoeek...hoeek." Arini berusaha mengeluarkan semua yang ada di dalam perutnya namun lagi-lagi yang keluar hanya cairan kuning saja.
"Ya ampun ini menyiksa sekali." gumamnya sembari tangannya mengelus perut yang masih rata.
"Meskipun ini menyiksa tapi bunda senang ada kamu disini." gumamnya seoalah-olah sedang bicara dengan bayinya.
"SAYAAAANG." tiba-tiba Sam berteriak dari luar sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi
Arini membuka pintu kamar mandinya karena sebelumnya Arini menguncinya dari dalam.
"Kamu kenapa.? apa ada yang sakit.?" Sam memeriksa seluruh tubuh Arini takut ada yang terluka.
"Aku tidak apa-apa Sam,aku hanya merasa mual saja dan sedikit pusing."jawab Arini mencoba menenangkan kepanikan suaminya.
"Yaudah kamu istirahat saja,tadi aku kaget sekali saat mendengar suara kamu di dalam sana." ucap Sam.
"Udah aku gapapa kok."ujar Arini,lalu Sam pun memapah Arini untuk berbaring di kasur.
"Kamu tunggu disini ya,aku mau ambil sarapan dulu.Setelah itu kamu minum obatnya." setelah mengucapkan kata itu Sam segera pergi ke dapur.
"Eh Tuan,cari apa???" tanya art karena setelah tau Arini hamil Sam meminta mamahnya untuk mengirim art ke apartemennya.
"Bisakah bibi buatkan saya bubur.?" tanya Sam
"Tentu tuan,tunggu sebentar akan saya buatkan." ujar art tersebut dan di angguki oleh Sam,Sam pun duduk di sofa ruang tv sembari menunggu buburnya matang.
"Ayaaaah." tiba-tiba Luna datang menghampirinya.
"Putri ayah,gimana semalam tidurmu? apakah nyenyak.?" tanya Sam mendudukan Luna di pangkuannya.
"Tentu saja malahan Luna tidur dengan cepat,Luna harus jadi anak yang baik karena sebentar lagi Luna akan jadi kaka." celotehnya seolah-olah sedang bercerita kepada sang ayah.
"Wow itu bagus sekali.Luna memang putri terbaik ayah." ujar Sam sambil mencium pipi Luna dengan gemas.
"Apakah Luna sudah sarapan.???" tanya Sam
"Belum,Luna ingin sarapan dengan ayah juga bunda.Apa boleh.???" tanya gadis kecil itu
"Tentu sayang,tapi kita makan di kamar ya karena bunda sedang sakit." jelas Sam dan di angguki oleh Luna.
__ADS_1
20 menit kemudian bubur pesanan Sam pun telah jadi.
"Ini Tuan bubur nya." art menyodorkan bubur kepada Sam.
"Makasih bi." jawab Sam menerima mangkuk yang berisikan bubur si art pun membalas dengan anggukan.
"Yaudah ayo kita ke kamar!!." ajak Sam kepada Luna
"Bi bawa sarapan Luna ke kamar ibu ya." titah Sam dan di angguki oleh bi Wati.
"Sayaaang...sarapan dulu yuk!!" ajak Sam membangunkan Arini yang sedang terpejam
"Mmpp...Apa itu.???" tanya Arini
"Bubur,ayo kamu harus sarapan.Luna juga ingin sarapan bareng sama kamu." ucap Sam
"Sini nak." Arini melambaikan tangannya kepada Luna,memintanya untuk mendekat.Gadis kecil itu pun dengan segera naik ke atas ranjang duduk di sebelah Arini.
"Apakah bunda sedang sakit.???" tanya Luna dengan nada sedih.
"Hanya pusing saja nanti juga bunda bakalan sembuh." jawab Arini dengan tersenyum
"Yaudah ayo kalian berdua sarapan." titah Sam yang siap menyuapi Arini dan Luna di suapi oleh pengasuhnya.
Dengan lahap kedua wanita itu pun memakan sarapannya, dengan susah payah Arini mencoba menelan buburnya karena efek mual.
"Satu kali lagi aja yaaa." ucap Sam mencoba menyuapi Arini namun Arini kekeh menolak.
"Oke,,kalau gitu kamu minum obatnya." Ucap Sam memberikan obat dan air minum kepada Arini.
"Makasih Sam." ucap Arini dan di balas senyuman oleh Sam.
"Kamu ini istriku,tidak perlu bilang makasih." ucap Sam mengacak-ngacak rambut Arini.
"Yaudah kamu istirahat ya,aku mau ke kantor kalau ada apa-apa telpon saja aku." titah Sam dan di angguki oleh Arini.
"Sayang sudah sarapannya.???" tanya Sam kepada Luna
"Sudah ayah." jawab Luna
"Bagus,kalau gitu kita keluar yuk biarin bunda istirahat." ucap Sam
"Iya ayah." ujar Luna
"Anak pintar." Sam langsung memangku Luna
__ADS_1
"Selamat beristirahat bunda,semoga lekas sembuh." ucap Luna sebelum keluar dari kamar orang tuanya.
"Makasih sayang." jawab Arini tersenyum.
"Ayah." panggil Luna saat dirinya berada dalam gendongan Sam
"Bolehkan Luna ikut ayah ke kantor,Luna janji gak bakalan nakal." ucapnya,sejenak Sam berpikir hingga akhirnya dia pun mengiyakan keinginan putrinya.
"Asssyiiiik,,,," Luna memeluk leher Sam dengan senang.
"Kalau gitu kamu segera ganti baju sama bibi,ayah mau mandi dulu." ucap sam menurunkan Luna dari pangkuannya.
"Baik ayah." ujar Luna segera berlari ke arah pengasuhnya.
25 menit kemudian Sam pun sudah rapi siap untuk pergi ke kantor.
"Aku berangkat dulu ya,kamu baik-baik disini gak boleh turun dari ranjang,gak boleh lakuin kegiatan apapun pokoknya harus terus berbaring di ranjang." Ucap Sam dengan cerewet.
"Iya suamiku yang baweeel." jawab Arini dengan mencubit pipi Sam pelan.
"Aku bawel demi kebaikan kamu juga." ujar Sam setelah itu dia mencium kening Arini dan keluar dari kamar.
"Hati-hati di jalan." ucap Arini dan di balas senyuman oleh Sam.
"Ayaah...kenapa lama sekali.???" tanya Luna saat melihat Sam keluar dari kamar.
"Maafkan ayah sayang ,yaudah ayo kita berangkat." Sam menggendong Luna dan menuruni tangga.
"Bibi disini saja jagain Arini,kalau ada apa-apa segera hubungi saya." titah Sam kepada bi Wati pengasuh Luna.
"Baik Tuan." jawab bi Wati.
Sam dan Luna pun keluar dari apartemennya menuju parkiran disana sudah ada mang Dadang yang sudah menunggunya.
"Non Luna ikut pak.?" tanya mang Dadang saat membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Ya." jawab Sam,dia pun masuk ke dalam setelah mendudukan Luna di kursi belakang.
"Apakah Luna senang ikut ayah .??" tanya Luna
"Tentu,ini pertama kalinya Luna akan melihat kantor ayah." ucap gadis kecil itu
"Anak yang manis." Sam mengacak-ngacak rambut Luna.
"Apakah gedung kantor ayah sangat besar.??seperti gedung-gedung yang ada di televisi.???" tanya Luna
__ADS_1
"Mmmmppp....bisa jadi.Nanti kamu akan lihat sendiri." Sam mengelus pipi Luna dengan gemas.
Mobil pun dengan pelan meninggalkan parkiran apartemen,memebelah jalanan yang cukup ramai.