
Ayo nak,pilih saja baju yang kamu suka." lembut mamah Sam menarik tangan Arini.
Mmmmpp...Arini bingung mh,mungkin tante Lia punya recomendasian baju yang cocok buat Arini? tanya Arini lebih tepatnya dia meminta saran kepada sang WO.
Baiklah tante akan pilihkan gaun yang paling cantik untukmu." ucap tante Lia ,lalu dia pun menyuruh pegawainya untuk mengeluarkan gaun yang ada di dalam ruangannya.
Taraaa,bagaimana dengan yang ini.? tanya tante Lia memperlihatkan gaun tersebut,gaun yang sangat indah dengan manik-manik berwarna biru muda dan terkesan elegan.
Waaah....mamah suka yang ini." ucap mamah Sam penuh kagum dengan gaun tersebut.
Tidak...tidak....Sam gak setuju kalau Arini pake gaun ini lihat mah bagian punggungnya sangat terbuka." protes Sam karena melihat gaun tersebut terlalu terbuka di bagian punggung.
Ya ampun Sam ini tuh fashion,lagian ini kan cuman sekali seumur hidup jadi wajar dong Arini harus pake gaun yang mewah agar terlihat seperti putri." mamah Sam tak terima dengan protesan anaknya.
Tap....." belum sempat Sam menyelesaikan ucapannya mamah Sam sudah memotongnya.
Stop ,tidak ada bantahan.Gimana nak kamu suka kan gaun ini,mau ya." mamah Sam sangat antusias dengan gaun tersebut sehingga penuh harap agar Arini mau memakainya nanti saat acara pernikahan.
Sejenak Arini memandang Sam seolah-olah meminta persetujuan" bolehkah aku memakai baju ini." namun yang di tatap tidak menghiraukannya seolah-olah dia berkata " terserah kamu saja".
Gimana nak.? tanya mamah Sam kembali
Mmmmpp,,,,,Arini ngikuti aja apa kata mamah." ucap Arini sebenarnya dia juga tidak suka gaun itu tapi dia terpaksa menyetujui ucapan calon mertuanya karena kelihatannya calon mertuanya sangat menyukai gaun itu.
Oke...kalau gitu ayo nak ikut tante kita coba gaunnya." ajak tante Lia dan Arini pun mengikuti tante Lia menuju ruang ganti.
Sam kamu juga coba yang ini." ucap mamah Sam memberikan baju tuxedo yang serasi dengan gaun Arini.Dengan terpaksa Sam pun menerima dan mencobanya dan mamahnya pun hanya tersenyum saat melihat raut wajah putranya yang cemberut.
Sekitar 15 menit akhirnya Arini pun keluar,dan memang benar baju itu sangat cocok di kenakan oleh Arini di tambah kulitnya yang putih mulus membuat gaun itu terlihat bercahaya.
Tuh kan apa mamah bilang ini gaun memang sangat cocok di kamu nak." ucap mamah Sam senang dan Arini pun hanya bisa tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya.
Tak berselang lama Sam pun keluar dari ruang ganti dia juga terlihat sangat tampan menggunakan tuxendo tersebut.
Sini nak,waaah kalian benar-benar serasi." ucap sang mamah menarik tangan anaknya.
Lihat nak Arini sangat cantik kan dengan gaun ini.?tanya mamah Sam meminta pendapat.
__ADS_1
Sangat mah,tapi Sam gak suka lihat bagian belakangnya tuh bolong." tunjuk Sam memutarkan tubuh Arini.
Gapapa cuman sekali ini,lagian kan ini juga buat hari bahagia kalian." kekeh mamah Sam dan Sam pun malas untuk berdebat dengan mamahnya.
Oke gaunnya yang ini buat acara resepsinya, kalau buat ijab qabul kebaya aja kali ya jeng." usul mamah Sam dia benar-benar antusias mengurus acara pernikahan putranya.
Gimana nak.? tanya mamah Sam kepada Arini.
Arini setuju mah,itu bagus kok." ucap Arini
Acara fitting baju pun telah selesai dan Sam mengantarkan Arini pulang..
Hati-hati di jalan ya nak." ucap mamah Sam memeluk calon menantunya.
Mamah juga." ucap Arini mencium tangan calon mertuanya.
Hati-hati bawa mobilnya Sam." teriak mamahnya saat putranya sudah masuk ke dalam mobil bersama Arini.
Iya mah, sam duluan ya." ucapnya menjalankan mobil meninggalkan butik.
Hari berganti hari hingga akhirnya tak terasa besok adalah hari pernikahan Sam dan Arini.Bahkan Sam sudah mulai bekerja di perusahaan ayahnya walau dia belum terlalu paham akan dunia bisnis tapi ayahnya dengan sabar mendampingi Sam mengajarinya.
2 minggu gak bertemu Arini rasanya gak karuan." gumam Sam yang ada di ruang tv.
Kenapa Sam.? tanya sang mamah mengantarkan cemilan untuk putranya.
Gapapa mah." jawab Sam.
Omaaaa." teriak anak kecil yang bernama Ziza dia adalah anak Dea kaka Sam anak itu berusia 5 tahun.
Apa sayang.?tanya sang nenek merengkuh tubuh mungil sang cucu.
Ziza punya mainan baru." ucapnya menunjukan bola bekles yang di belikan oleh mamah nya tadi saat dia mencari sepatu untuk anaknya untuk acara Sam besok.
Wah,,,siapa yang beliin sayang.?tanya sang nenek.
Bunda." jawab nya,lalu dia pun mendekati Sam yang sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Om..." rengeknya menarik ujung baju Sam.
Kenapa Ziza.? tanya Sam tak melihat ke arah anak tersebut karena dia sibuk sedang bertukar pesan dengan Arini.
Temenin Ziza main bekles." ucapnya penuh permohonan dan seketika Sam pun menghentikan aktivitasnya.
Ziza....om gak bisa main bekles Ziza main sama oma aja atau sama bunda aja ya." titah Sam sedikit mendorong tubuh gadis itu.
Om Sam jahat." teriaknya lari mengambur ke dalam pelukan sang nenek.
Sayang...mainnya sama nenek aja yuk." ucap mamah Sam dan di angguki oleh Ziza.
Kenapa Ziza mah.? tanya Dea kaka Sam yang datang menghampiri ketiga orang tersebut.
Biasa nyari perhatian om nya." ucap mamahnya pelan.
Saaaaaaam." ucap ka Dea menatap tajam Sam seolah-olah matanya berkata" mengapa kamu tidak merespon Ziza."
Paham dengan tatapan sang kaka Sam pun membuka mulutnya" dia ngajak aku main bekles ka,yakali aku main begituan bisa juga enggak." jawab Sam dan hanya di balas gelengan kepala oleh sang kaka.
Ziza mainnya sama bunda dan nenek aja ya,gak usah peduliin om Sam." ucap Dea kepada putrinya dan Ziza pun menganggukan kepalanya senang.
Dasar wanita,mau nya selalu benar." grutu Sam melewati orang yang ada disana.
Mau kemana sam.? tanya sang mamah
Kamar,besok takut kesiangan." ucapnya tak melihat ke arah mamah nya.
Anak itu gak kerasa ya mah udah mau nikah aja,perasaan baru kemarin deh Dea selalu berantem sama dia." ucap Dea memandang punggung adiknya.
Iya mamah juga." ucap sang mamah dengan mata berkaca-kaca.
Dimana suami mu.? tanya mamahnya lagi
Oh,,,mas Reza lagi di ruang keluarga sama papah."jawab Dea.
Oma,bunda ayo main." rengek gadis kecil itu dan di angguki oleh kedua orang tersebut.
__ADS_1