Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 53


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di Bandara,mang Dadang buru-buru keluar dari mobil dan menurunkan koper majikannya.


"Makasih ya mang." ucap Sam saat turun dari mobil.


"Sama-sama den." jawab mang Dadang menyeret koper majikannya.


"Yaudah kalau gitu kami pergi dulu mang." ucap Sam merangkul Arini mesra di angguki oleh mang Dadang.


"Hati-hati den,non." ucap mang Dadang sedikit membungkukan badannya seraya memberi hormat.


Lalu Sam dan Arini pun masuk ke dalam,karena kebetulan pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas.


______________


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam akhirnya mereka pun sampai di Bandara Bandar Udara Nusawiru.


"Lumayan melelahkan." ucap Arini meregangkan otot-ototnya saat mereka keluar dari pesawat.


"Tenang saja nanti aku akan memijat tubuhmu." ucap Sam tersenyum.


"Terima kasih suami,awas saja kalau bohong." ancam Arini dan di angguki oleh Sam.


"Yaudah ayo kita nikmati mulan madu kita disini,aku tidak mau ada satu orang pun yang mengganggu kita.Kau boleh mengangkat telpon atau membalas pesan asalkan itu pesan dari keluarga kita saja." jelas Sam memberikan peringatan kepada istrinya.


"Yayayaya suami bawel.!!" ketus Arini berjalan melewati Sam.


"Hei...kau mau kemana.? jalan keluarnya bukan disana tapi disini." tunjuk Sam ke arah sebelah kiri.


"Aku tau." ketus Arini menahan malu


"Hihihi...bilang saja kamu malu.Makannya jangan soo tau,ini kota orang." ledek Sam mengejar Arini dari belakang sedangkan Arini hanya memalingkan wajahnya dengan exspresi judes.


"Dimana tour Guide nya.?" tanya Arini sembari mengibas-ngisakan tangannya karena efek cuaca yang sangat panas.


"Tadi dia bilang disini." jawab Sam sambil memeriksa ponselnya mencoba menghubungi Guide tersebut.


Baru saja Sam akan mengirim pesan kepada Guide nya tiba-tiba datang seorang pria sekitar 35 tahunan menghampiri mereka.


"Maaf...apakah anda Tuan Sam.?" tanya pria tersebut dan Sam pun mengangkat wajahnya melihat siapa yang menyebut namanya.

__ADS_1


"Ya..anda siapa ya.?" tanya Sam mengerutkan dahinya.


"Oh...saya Guide yang tadi mengirim pesan kepada anda." jelasnya


"Ooh....!! Ah iya kenalkan nama saya Samuel dan ini istri saya Arini." ucap Sam mengulurkan tangannya kepada Guide tersebut.


"Yono." ucapnya memperkenalkan diri.


"Panggil saja saya mang Yono,orang biasanya memanggil saya amang atau mang hehe." jelasnya dan di angguki oleh Sam dan Arini.


"Kalau gitu mari mas Sam dan mbak nya saya antar ke hotel,saya yakin kalian pasti merasa lelahkan." ucap mang Yono lembut, buru-buru dia pun menyeret koper Sam menuju mobilnya yang terparkir tak terlalu jauh dari sana.


"Silahkan mas,mbak." ucap mang Yono ramah saat dia membuka pintu mobil untuk tamunya.


"Makasih mang." jawab Arini tersenyum dan di balas anggukan oleh Mang Yono.


Mang Yono pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi,perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan area Bandara.


1 jam kemudian mobil pun sudah sampai di hotel Menara Laut,itu adalah salah satu hotel termewah di kota tersebut.


"Silahkan mas,mbak." ucap mang Yono membukakan pintu mobilnya.


"Sama-sama mas,oiya ini kunci hotelnya disana sudah tertera no kamarnya." ucap mang Yono memberikan kunci hotel untuk tamunya.


"Oiya makasih ya mang sekali lagi." ucap Sam menerima kunci tersebut.


"Kalau begitu saya permisi dulu,mungkin besok kita akan mulai mengelilingi kota ini." jelas mang Yono di angguki oleh Sam.


"Ayo saya antar kalian ke kamar,takutnya nyasar hahaha." ucap mang Yono lagi dengan nada becanda.


"Haha....tidak usah mang." tolak Sam namun mang Yono keukeuh ingin mengantarkan tamunya.


Lalu mereka pun masuk ke dalam hotel menuju kamar yang sudah di pesankan untuk sepasang pengantin tersebut.


"Nah ini kamarnya,kalau butuh apa-apa tinggal telpon saya aja ya mas.Kalau begitu saya permisi dulu." ucap mang Yono pamit setelah mengantarkan tamu nya.


Ceklek.(anggap saja suara buka pintu ya hehe)


"Aaah....akhirnya bisa istirahat juga." ucap Arini yang sudah tidak sabar dari tadi ingin istirahat.Sedangkan Sam dia berjalan ke arah balkon di lihatnya pemandangan yang sangat indah banyak sekali pohon-pohon kelapa dan tentunya hamparan laut yang berwarna biru.

__ADS_1


"Dear..sini deh." teriak Sam sehingga membuat Arini terganggu saat dia akan memejamkan matanya.


Lalu Arini pun menghampiri Sam." Waaaah....ini indah sekali." ucap Arini penuh takjub karena memang pemandangannya langsung tertuju ke arah laut.


"Tapi tetap saja kamu lebih indah." goda Sam memeluk Arini dari belakang.


"Anda sedang menggombalku Tuan."cibir Arinu mengerucutkan bibirnya.


"Sejak kapan aku menggombal padamu dear,itu tanya kau lebih indah dari segalanya."puji Sam kembali.


"Yayaya...gaspol mang ngegombalnya." Ucap Arini sedikit tertawa karena tak tahan mendengar ucapan suaminya yang begitu lebay.


"Kau ini suami memberikan pujian bukannya bilang makasih atau alhamdulillah." rutuk Sam menggigit pundak Arini pelan.


"Awwww...sakit drakula." spontan Arini mengucapkan kata itu.


"What,,?kau bilang apa tadi.?drakula.? Kau bilang suamimu ini drakula hah.?" tanya Sam kembali menggigit pundak Arini namun giginya sedikit memainkan pundaknya sehingga Arini merasa geli.


"HahahaHahaha.....Sam hentikan ini sangat menggelikan sekali,bisa-bisa aku pipis disini." Arini tak tahan menerima perlakuan suaminya .


"Itu adalah hukuman untukmu karena sudah bilang aku drakula." ucap Sam menghentikan aksinya lalu dia pun membalikan tubuh Arini dan tanpa aba-aba langsung mencium bibir Arini dengan lembut.


Lalu Arini pun membalas ciuman suaminya,perlahan-lahan ciuman tersebut berubah menjadi ciuman panas.Sam terus mengakses setiap rongga mulut istrinya bahkan tangannya sudah mulai nakal sudah berada di kedua gunung kembar Arini.


"Aaaaah." satu desahan lolos keluar dari mulut Arini karena suaminya terus menggrayami tubuhnya.


Merasa sudah tidak tahan lagi dengan hasratnya Sam pun langsung mengangkat tubuh Arini,Arini pun melingkarkan kakinya di pinggang Sam dan tentunya ciuman mereka tidak lepas hingga akhirnya mereka sampai di kasur.


Perlahan-lahan Sam pun membaringkan tubuh Arini di ranjang setelah pangutannya terlepas.Lalu dia pun melai mencium bibir Arini kembali dan membuka kancing baju istrinya satu persatu.


"Aku sudah tidak tahan lagi." ucap Sam dengan suara seraknya,buru-buru bibirnya pun turun ke bawah menghisap gunung kembar milik Arini dengan rakus.


"Sa...aamh." ucap Arini terbata karena merasakan nikmat atas sentuhan suaminya,tangannya menekan kepala Sam seolah-olah meminta lebih.


Paham dengan keinginan istrinya tangan Sam pun mulai turun ke bawah mengelus perut ratanya dan berakhir di area sensitive istrinya.


"Saa....amh...ak....hu suu...ddah ti...idak ta...haa..aan la..g..i." ucap Arini terbata-bata dan Sam pun menyeriangai senang saat melihat expresi istrinya yang sudah mulai terbawa api gairah.


Buru-buru dia pun membuka semua pakaiannya dan mulai menyatukan tubuhnya dengan Arini,hingga pada akhirnya hanya terdengar suara desahan merdu dari kamar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2