Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 55


__ADS_3

Pagi pun telah tiba,cuaca di kota Pangandaran begitu sejuk jauh dari kata polusi seperti di kota X. Jam sudah menunjukan pukul 06:30 dan sepasang pengantin yang masih terlelap enggan membuka matanya,mereka tertidur pulas setelah percintaannya semalam.Ya Sam benar-benar keterlaluan,dia terus membuat istrinya merintih kenikmatan.😂😂😂😂


Tiba-tiba saja ketukan pintu mengganggu mereka,dan itu sukses membuat Arini terbangun membuka matanya.


Arini menggeliatkan tubuhknya,merasakan seluruh tubuhnya yang begitu sakit bak di terkam gajah. haha


"Saam." Arini memanggil nama suaminya sambil sedikit menggoyangkan tubuh Sam.


"Apa.?"jawab Sam sedikit bergumam sambil matanya terpejam.


"Sam bangun.!! itu siapa yang ketuk pintu dari tadi." ucap Arini terus menggoyangkan tubuh Sam.


Dengan berat hati Sam pun bangun dari tidurnya,dia memakai pakaiannya yang berserakan di lantai.


Pintu pun terbuka." Eh mang Yono."ucap Sam saat tau guide nya lah yang datang.


"Maaf pagi-pagi saya mengganggu mas Sam dan mbak Arini." ucap mang Yono tidak enak.


"Ah tidak tidak apa-apa mang.!!" jawab Sam tersenyum ramah.


"Saya hanya ingin mengajak mas Sam dan mbak Arini makan surabi yang terkenal itu loh,soalnya kemarin mbak Arini nanyain."jelas mang Yono


"Ooh...yasudah tunggu sebentar ya mang, kami mau mandi dan siap-siap dulu." jawab Sam dan di angguki oleh mang Yono,setelah itu mang Yono pun pergi dan Sam pun menutup pintu kamarnya.


"Siapa..??"tanya Arini mengeluarkan kepalanya dari selimut.Karena selama ada tamu di menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


"Mang yono." jawab Sam mendekati Arini lalu mencium kening dan bibirnya sekilas.


"Mau ngapain pagi-pagi sekali sudah kesini.?" tanya Arini memicingkan matanya penasaran.


"Katanya mau ngajak kita nyobain makan surabi yang terkenal disini,karena kemarin kamu tanyain tentang surabi itu ke dia kan.? ucap Sam berjalan ke arah jendela lalu membukanya sehingga udara segar masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Aku pikir dia sudah lupa." ucap Arini sedikit berteriak karena suaminya ada di balkon.


"Dia pikir kamu menginginkannya,makannya dia kesini." jelas Sam kembali masuk ke dalam menghampiri Arini.


"Oooh..." jawab Arini sambil manggut-manggut.


"Yasudah aku mau mandi duluan." ucap Arini lagi hendak bangkit dari ranjang dan membungkus tubuhnya dengan selimut.Namun Sam lebih dulu membopong tubuhnya.


"Saaaam." teriak Arini karena merasa kaget.


"Turunin,kau mau bawa aku kemana.?aku mau mandi." teriak Arini memberontak di gendongan Sam.


"Kita mandi bareng udara disini sangat dingin,mungkin dengan mandi bersama akan terasa lebih hangat." bisik sam menyeringai dan Arini sudah tau apa maksud dari ucapan suaminya itu.


"Dasar mesum,kau tidak ada lelahnya memakan tubuhku.Lihat bahkan tubuhku masih banyak tanda merah dimana-mana." tunjuk Arini kepada dada dan lehernya yang memang banyak sekali tanda merah di sana akibat ulah suaminya.


"Hahahaha....aku hebatkan." dengan tak tau malu nya Sam malah menyombongkan dirinya karena memberikan tanda merah begitu banyak di tubuh Arini.


"Ck....dasar suami mesum." grutu Arini,lalu Sam pun membawa Arini ke kamar mandi dan mereka pun mulai mandi bersama tak terlewatkan juga adegan panasanya sehingga membuat mereka lebih lama berada disana,sedangkan yang menunggu mereka di bawah sudah sangat kesal karena hampir 1 jam dia menunggu tamu nya tak kunjung keluar dari kamar . 😅😅😅😅


"Maaf mang membuat anda menunggu lama sekali,tadi sedikit ada insiden kecil." jelas Sam berbohong sembari tersenyum tak enak.


"Oh iya mas tidak apa-apa." jawab mang Yono tersenyum paksa.Kalau saja bukan karena bayarannya yang gede gak akan mau juga mang Yono sampai setia menunggu tamu nya hingga 2 jam.


"Kalau begitu mari kita berangkat." ajak mang Yono dan di angguki oleh Sam.


"Silahkan." titah mang Yono saat membukakan pintu mobil untuk Sam dan Arini.


"Makasih mang." ucap Arini tersenyum ramah dan mang Yono pun menganggukan kepalanya.


Buru-buru mang Yono pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.Perlahan-lahan mobil pun keluar dari parkiran hotel.

__ADS_1


"Waaaah.....ini indah sekali." gumam Arini saat melihat hamparan laut yang ada di sekitarnya.Karena memang saat itu mereka melewati jalan yang bisa memandang ke arah laut secara dekat.


"Ini namanya jalan Batu hiu mbak." jelas mang Yono saat mendengar gumaman tamunya.


"Ooh...disini udaranya sangat sejuk ya mang,jauh dari polusi." ucap Arini lagi sembari membuka kaca mobilnya sehingga angin berhembus ke arah wajahnya.Arini pun memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.


"Alhamdulillah mbak,gak seperti di kota hehe." ucap mang Yono terkekeh.


Sedangkan Sam hanya bisa tersenyum senang saat melihat kebahagiaan di wajah istrinya.Sungguh Sam sangat kagum terhadap Arini,ketika kebanyakn wanita lain memilih untuk pergi bulan madu ke Luar Negri dia lebih memilih liburan di dalam Negri apalagi ini liburannya sedikit ke daerah setengah kota setengah desa(Maksudnya belum terlalu jadi kota) Mall pun tidak ada di kota Pangandaran.


"Kamu senang.?" tanya Sam melingkarkan tangannya di perut Arini.Lalu Arini pun menoleh ke arah Sam dan menganggukan kepalanya.


"Aku sangat teramat senang sekali.Aku lebih suka suanasa seperti ini." jawabnya membelai lembut pipi suaminya dan Sam pun tersenyum lalu mencium pipi Arini.Dan adegan itu terlihat oleh mang Yono yang mana dia malah merasa malu sendiri saat melihat kemesraan tamunya sendiri.


"Aku akan sering mengajak mu ke tempat seperti ini." ucap Sam ikut memandang ke arah luar dan hanya di balas senyuman oleh Arini.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan yang bertulisan " Surabi Raos."


"Nah kita sudah sampai." ucap mang Yono memberhentikan mobilnya.Terlihat sekali warung kecil yang di kerumuni banyak orang yang sepertinya sedang mengantri memberi surabi tersebut.


"Waaah...rame sekali.Apakah ini selalu rame setiap hari.?" tanya Arini


"Iya mbak,hampir tiap pagi pasti seperti ini makannya kalau mau kesini harus pagi sekali." jelas mang Yono dan hanya di angguki oleh Arini dan Sam.


Lalu mereka pun keluar dari mobil,seketika semua mata menatap ke arah Arini dan Sam tentu saja karena mereka terlihat asing dan juga wajahnya yang tampan dan cantik.


"Wah...wah...siapa ya itu.?"


"Euleeeuh...sepertinya mereka teh artis."


"Ampun eta kulitna meni buricak burinong kitu."

__ADS_1


"Geulis jeng kasep,serasi pisan Gusti."


Seperti itulah celotehan orang-orang yang notabennya bicara memakai bahasa sunda saat melihat kedatangan Arini dan Sam.


__ADS_2