Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 60


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu Sam sedikit berubah,dia sedikit bisa memberikan waktunya untuk menemani Arini walau hanya sekedar nonton tv bersama.


Seperti hal nya hari ini Sam sengaja tidak pergi ke kantor,karena ingin menemani istrinya untuk pergi melakukan penelitian yang di adakan di kampus Arini.


"Kamu yakin gapapa kalau gak ke kantor.?" tanya Arini sembari tangannya membantu mengancingkan kemeja Sam.


"Gapapa Dear,kan aku adalah bos nya jadi bebas dong mau kerja atau pun enggak.Toh gak akan ada yang marahin aku." jawab Sam mencium bibir Arini sekilas.


"Aku hanya ingin menemanimu hari ini." ucapnya lagi dan itu membuat Arini tersenyum,dia berharap suaminya ini akan selalu seperti ini.


"Makasih." ujar Arini memeluk Sam


"Sama-sama dear!!.Yaudah ayo kita berangkat." ajak Sam menggenggam tangan istrinya.


"Memangnya tempatnya dimana sih.?" tanya Sam saat ini mereka sedang berada di dalam mobil.Sam sengaja tidak memakai supir karena dia ingin berduaan dengan Arini.


"Di Desa B,katanya sih itu daerah pedalaman." jelas Arini dan Sam hanya menganggukan kepalanya.


Sekitar 40 menitan akhirnya mereka sampai di kampusnya Arini dan disana sudah ada Diana yang menunggunya.Karena memang Diana dan Arini kuliah di kampus yang sama dan jurusan yang sama.


"Riiin." teriak Diana melambaikan tangannya saat melihat temannya keluar dari mobil di susul dengan Sam.


"Hai Di". balas Arini melambaikan tangannya dan menghampirinya.


"Tumben cuami loe nganterin loe ke kampus,biasanya juga di anterin kang supir hahaha."bisik Diana pelan sambil terkekeh.


"Ssstttt....jiwa kebaikannya sedang datang.Dia mau nemenin gw untuk penelitian." balas Arini pelan sambil mencubit lengan Diana.


"Awwww sakit tau."ringis Diana mengusap-ngusap lengannya.


"Yaaah...jadi loe gak bakalan bareng kita dong naik bus." ucap Diana memelas.


"Kalian ngomongin apaan sih.?" tanya Sam saat menghampiri kedua wanita tersebut.


"Ooh...ini loh Sam Diana mau ikut naik mobil kita,boleh kan.?" tanya Arini dan di angguki oleh Sam.


"Yes...lu ikut sama gw." ucap Arini senang.


"Yayayaya...dan gw jadi obat nyamuk selama di perjalanan." cebik Diana memanyunkan bibir nya.


"Enggaklah,kan ada jok sebelah yang kosong,lu ngomong aja dengannya hahaha." ujar Arini tertawa kecil.


"Lu pikir gw wanita gila." ketus Diana memandang sinis Arini yang masih tertawa.


"Semuanya ayo kita masuk,sebentar lagi kita akan berangkat." teriak Dosen dan semua mahasiswa masuk ke dalam bus.


"Pak...kita naik mobil sendiri ya." teriak Diana kepada Dosennya.


"Yasudah kalian hati-hati,ikuti bus dari belakang." jawab Dosen tersebut.


Buru-buru mereka pun masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Saam." ucap Arini dan Sam pun menoleh sebentar ke arah Arini lalu kembali pokus menyetir mobil.


"Kamu kenapa.?" tanya Arini,saat ini mereka sedang di perjalanan.


"Apanya yang kenapa.?" tanya Sam sedikit mengerutkan dahinya.


"Dari tadi kau diam saja,kamu menyesal ya nemenin aku.?" tanya Arini


"Nah mulai kan berasumsi sendiri!! Akutuh diam karena lagi dengerin kamu,dari tadi kamu ngomong sama Diana terus." jelas Sam


"Lagian siapa juga yang bilang aku menyesal nemenin kamu,malahan aku senang bisa nemenin istriku tercinta ini itung-itung kita jalan-jalan.Kan sudah lama kita gak jalan-jalan kayak gini." jelas Sam sembari tangannya mengelus pipi Arini.


"Ekheeemmm...di belakang orang woy bukan kentang.Gak usah pamer kemesraan." Sindir Diana.


"Ck...syirik aja.!! Noh si Gary ajak nikah biar gak jadi kentang terus kalau liat yang lagi pacaran."ketus Sam


"Sayang jangan gitu kasian kan,pasti jiwa jomblonya meronta-ronta." ejek Arini


"Sialan.!!! Kalian berdua memang pasangan menyebalkan.Lagian siapa juga yang jomblo." ucap Diana.


"Emang sih statusnya gak jomblo,tapi rasa jomblo iya hahaha." ucap Sam dan seketika Arini pun ikut tertawa mendengar ledekan suaminya terhadap temannya.


Diana memang memiliki pacar yaitu Gary,mereka sudah pacaran sejak Diana duduk di bangku SMA ,namun saat Diana masuk bangku kuliah dia terpaksa harus pacaran jarak jauh dengan Gary karena saat itu orang tua Gary menyuruhnya untuk pindah kuliah.


"Kalian berdua tega ya." ucap Diana dengan nada di buat sesedih mungkin.


"Unccch tayang maafkan aku ya." ucap Arini sambil tangannya mengelus-ngelus kepala Diana.


"Waaah Rin suami loe jahat banget,Gary kan temannya masa gw di suruh khianatin dia." jawab Diana dan Arini pun hanya menggelengkan kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lebih akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.


Diana dan Arini pun keluar dari mobil,ikut bergabung dengan temannya yang lain.


"Aku parkirin mobil dulu." ucap Sam dan di angguki oleh Arini.


"Rin...Rin... gw masih penasaran deh."ujar Diana


"Penasaran apa.?"tanya Arini terus melangkahkan kakinya menghampiri temannya yang lain.


"Itu suami loe,kok tumben punya waktu buat loe.Biasanya kan dia gila kerja."Diana masih saja menanyakan hal itu,karena Diana tau sesibuk apa suami temannya ini hingga tak memiliki waktu untuk istrinya sendiri.


"Ssst...sudah gw bilang dewa kebaikan sedang hinggap di hatinya." ucap Arini asal.


"Ya semoga aja dewa kebaikannya terus hinggap di hati suami loe,supaya loe gak kurang perhatian dan tatih tayang." ucap Diana dengan kata-kata sedikit lebay


"Amit-amit ih gw punya temen kayak loe,lebay nya gak ada dua nya." ucap Arini bergidik ngeri saat mendengar ucapan temannya.


_______________


Saat ini Sam sedang duduk di warung kopi yang tak jauh dari tempat istrinya melakukan penelitian.

__ADS_1


"Ini mas kopi nya." ucap Ibu paruh baya alias si pemilik warkop tersebut.


"Makasih bu." jawab Sam tersenyum ramah.


"Sama-sama,loh mas nya kok gak ikutan gabung sama yang lain.?"tanya ibu tersebut.


"Oh...saya bukan mahasiswa disini Bu,saya hanya mengantar istri saya yang kebetulan kuliah di kampus ini." jelas Sam


"Owalah udah menikah toh,tak kirain masih bujang hehe.Soalnya masih muda banget keliatannya." ucap ibu tersebut.


"Hehehe...saya memang menikah muda bu." jawab Sam sedikit tertawa pelan.


"Ohh..." si ibu hanya berohria saja tanpa bertanya lagi.Dia pikir mungkin Sam menikah muda karena kecelakaan alias (ngehamilin anak orang).


"Yaudah kalau gitu saya ke dalam dulu." ujar si ibu tersebut dan di angguki oleh Sam.


Tiba-tiba saat Sam sedang memandang tempat di sekelilingnya,pandangannya berhenti kepada seorang anak kecil yang sedang duduk menyendiri.Lalu Sam pun menghampirinya.


"Hai...nona kecil." panggil Sam dan gadis kecil itu pun mengangkat kepalanya memandang wajah Sam tanpa expresi.


"Bolehkah saya ikut duduk denganmu.?"tanya Sam dan hanya di balas anggukan oleh gadis kecil tersebut.


Sam pun duduk di sebelah anak tersebut.


"Siapa namamu.?" tanya Sam


"Luna." jawab anak tersebut dengan suara pelan nyaris tak terdengar.


"Luna??" Sam mengulang ucapan anak tersebut memastikan apakah yang di dengarnya benar,dan anak tersebut pun menganggukan kepalanya.


"Kenapa kamu sendirian?? kemana teman-temanmu.?"tanya Sam sedangkan anak tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


Sam sungguh prihatin dengan keadaan anak itu,bajunya yang lusuh,kotor dan tubuhnya yang kurus juga dekil bak orang tidak mandi selama seminggu.


"Kamu sudah makan?? tanya Sam lagi dan di balas gelengan oleh anak tersebut.


"Yaudah ikut saya kita makan di warung itu." tunjuk Sam ke tempat dimana dia pesan kopi dan istirahat.


"Tidak perlu takut,saya orang baik bukan orang jahat." jelas Sam saat melihat tatapan anak tersebut seolah-olah bertanya " apakah kamu orang baik".


"Panggil saja om Sam." ucapnya lagi lalu dia pun menuntun tangan anak tersebut menuju warung.


"Nah pesanlah makanan yang kamu mau." titah Sam kepada gadis kecil yang usianya sekitar 4 tahunan.


"Ibuu." teriak Sam memanggil si pemilik warung.


"Iya mas." jawab si ibu tersebut saat keluar dari warungnya.


"Berikan anak ini makanan yang dia mau,biar saya yang bayar."titah Sam dan pandangan ibu tersebut mengarah kepada anak kecil yang di tunjuk oleh Sam.


"Ooh...Luna !! sini nak sama ibu kamu mau apa.?" tanya ibu tersebut dengan malu-malu Luna pun menghampiri ibu tersebut.

__ADS_1


"Ibu kenal anak ini.? tanya Sam dan di angguki oleh ibu tersebut.


__ADS_2