
Kini Sam dan Arini sudah turun ke bawah bergabung dengan semua anggota keluarga Sam di meja makan.
"Akhirnya pengantin baru keluar juga." Sindir Ka Dea kepada kedua orang tersebut."Sam apakah sebegitu rakusnya kamu terhadap Arini.?" tiba-tiba ka Dea bertanya seperti itu dan membuat semua orang bingung dan melihat ke arahnya sedangkan mamah Sam sudah paham apa maksud anak pertamanya.
"Mungkin di kamar Sam banyak nyamuk besar plus nakal De,makannya Arini di gigit." mamah Sam menimpali ucapan putrinya.
Sadar dengan maksud ucapan mertua dan kaka iparnya Arini pun hanya bisa menundukan kepala menahan malu sambil tangannya sedikit membenarkan syal yang menutupi lehernya.
Ya ampun,ini sungguh memalukan.!! batin Arini sudah sangat kesal terhadap suaminya yang biasa saja.
"Sayang....mau makan apa.?" tanya Sam memegang bahu Arini dan itu membuat Arini sedikit tersentak.
"Kamu kenapa sayang.? kamu ngelamun ya.?" tanya mamah Sam saat melihat reaksi menantunya.
"Oh tidak kok mah,Arini gak ngelamun."jawab Arini dan hanya di angguki kepala oleh mertuanya sedangkan kaka iparnya dari tadi hanya tersenyum saja karena dia paham apa yang Arini rasakan saat ini.
"Oiya nak,tadi mamah kamu titip salam katanya dia harus buru-buru pergi soalnya ada urusan di kantornya."tungkas mamah Sam kembali dan Arini pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Yaudah ayo kita sarapan." ajak mamah Sam dan semua pun mulai menyantap makanannya masing-masing.
"Oiya Sam kapan kalian akan pergi bulan madu.?" tanya ayah Sam di sela-sela sarapannya.
"Mungkin besok kita berangkat pah." jawab Sam dengan suara yang kurang jelas karena penuh dengan makanan.
"Mmmpp...terus jadi bulan madu nya ke Turki.?"tanya sang ayah lagi
"Jadi pah,gimana sayang kamu setuju kita bulan madu ke Turki.?" tanya Sam menatap Arini seolah-olah meminta persetujuannya.
"Mmmmppp.." Ragu-ragu Arini ingin mengatakan sesuatu." Sam...bagaimana kalau di dalam Negri saja bulan madunya,maksudku di dalam Negri juga sama aja banyak tempat yang indah." Arini melanjutkan ucapannya serta memberikan usul.
"Boleh juga,tapi memangnya gapapa kalau kita bulan madunya cuman di Indonesia.?" tanya Sam menyuapi Arini dan dengan terpaksa Arini pun membuka mulutnya.
"Unccchhh.....pengantin baru sosweet sekali." goda Ka Dea dan yang lain pun hanya tersenyum menyaksikan kemesraan dua insan tersebut.
"Sam...aku bisa sendiri,sudah jangan suapi aku lagi." tolak Arini saat Sam akan menyuapinya lagi,sungguh Arini sangat malu sekali dengan sikap Sam saat di depan keluarganya.
__ADS_1
"Udah abaikan saja mereka." ucap Sam kekeh ingin menyuapi istrinya dan Arini pun membuka mulutnya sambil menahan malu karena kaka iparnya terus saja menggoda mereka.
"Jadi kamu ingin mulan madu kemana.?" tanya Sam lagi.
"Mmmpp...aku punya rekomendasian tempat liburan dari sosmed katanya disana sangat indah." ucap Arini antusias
"Dimana.?" tanya Sam ,sedangkan orang lain yang ada di meja makan hanya menyimak pembicaraan kedua orang tersebut.
"Pantai Pangandaran daerah Jawa Barat." ucap Arini setelah menelan makanannya.
"Kalau di dengar dari namanya sepertinya itu tempat yang indah." ucap Sam sedikit berpikir dengan ide istrinya.
"Tentu,kau bisa melihat di instagram itu pantai yang indah.Aku ingin sekali kesana." jawab Arini dengan tatapan penuh permohonan.
"Mamah rasa ide Arini lebih bagus,lebih baik di dalam Negri saja.Lagiankan kamu tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaan juga kuliahmu Sam." timpal mamahnya dan di angguki oleh suaminya.
"Papah setuju dengan ucapan mamah mu,kau masih harus banyak belajar di perusahaan Sam jadi jangan terlalu lama liburan." ucapnya dan Sam hanya menganggukan kepalanya.
"Baiklah kita bulan madu di Indonesia saja,toh sama aja kan tujuannya." ucap Sam sambil mengedip-ngedipkan matanya kepada Arini dan Arini langsung mencubit perut Sam karena suaminya begitu genit di depan orang lain.
"Hahahaha... Sam sepertinya kamu sudah terkena racun ranjang." ucap Ka Dea dan seketika semua orang pun tertawa mendengarnya.
Sore itu Arini dan Sam sengaja pergi ke Mall untuk membeli beberapa perlengkapan untuk di bawa saat bulan madu.
"Ayo turun." ajak Sam mengulurkan tangannya saat mereka sudah turun dari mobil.
"Kita mau beli apa aja sih.?"tanya Arini menerima uluran tangan Sam,ya suaminya itu sangat antusias sekali untuk pergi bulan madu.
"Banyak sayang,contohnya saja seperti daleman kamu aku pengen kamu memakai daleman yang seksi seperti orang Barat." bisik Sam di telinga Arini dan itu sukses membuat mata Arini melotot saat mendengar ucapan suaminya.
"Kau ini mesum sekali." Arini mencubit lengan Sam sehingga membuat Sam meringis kesakitan.
"Kamu ingin aku memakai daleman saja di depan orang lain nanti.?" tanya Arini ketus.
"Enak saja,tentu saja hanya di depanku.Aku aku cokel mata mereka jika berani melihat tubuh wanitaku." Ancam Sam sedikit sewot.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku ingin memakai pakaian seksi di depan orang lain." goda Arini sedikit menjahili suaminya.
"Aku akan melempar tubuh mereka ke laut." ucap Sam dengan tatapan tajam dan itu membuat nyali Arini menciut saat melihat ada kemarahan di mata Sam.
"Serem banget tuh mata,kek mata ular aja yang siap mematuk mangsanya." batin Arini bergidik ngeri.
"Hehehe....aku hanya becanda sayang,ayo kita masuk." ajak Arini menyeret suaminya masuk ke dalam Mall berharap amarahnya bisa reda.
"Awas saja jika kamu berani memakai baju seksi di depan umum." ancam Sam saat mereka berjalan memutari toko-toko di Mall.
"Iya gak akan,aku hanya becanda kok." ucal Arini menghentikan langkah kakinya dan mencium pipi Sam agar hati suaminya kembali dingin.
"Bomat di liatin orang juga,yang penting hati singa ini bisa kembali dingin ."batin Arini setelah mencium pipi suaminya karena ada beberapa orang yang melihat ulahnya saat mencium Sam.
"Kenapa hanya disini saja yang di cium,harusnya seluruh wajahku kau cium." ucap Sam tersenyum senang karena istrinya sudah bisa menunjukan sikap mesranya di depan umum.
"Euuuhhh...jangan harap,udah ah katanya kita mau belanja keburu malam." Arini menyeret lengan Sam.Tiba-tiba "Bruuuuuuuk" tubuh Arini menabrak seseorang karena saat berjalan pandangannya terus menatap ke arah Sam.
"Eeehh...maaf." ucap Arini membantu seorang wanita yang terduduk di lantai karena ulahnya.
"Tidak apa-apa." jawab wanita tersebut bernada dingin dan saat wanita itu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang menabraknya dia pun langsung terkejut,namun bukan kepada Arini melainkan pria yang bersama Arini yaitu Sam.
"Loe lagi,loe lagi bosen gw ketemu sama loe." ketus Selvi ya dia adalah Selvi wanita yang tak sengaja di tabrak Arini.
"Hah,loe pikir gw seneng ketemu sama loe." ucap Sam yang tak kalah terkejutnya saat melihat Selvi.
"Ayo kita pergi gak usah peduliin wanita gila ini." ucap Sam menarik tangan Arini.
"Cih dasar pria arogan,nyesel gw pernah nolong dia." grutu Selvi saat melihat kepergian Sam dan Arini.
"Kamu kenal sama dia.?"tanya Arini penasaran
"Tidak,dia pernah menolongku saat mobilku mogok dan dia mahasiswi di kampusku juga." jelas Sam yang sebenarnya malas menceritakan tentang wanita rese itu kepada Arini.
"Ooh...tapi kenapa kalian seperti bermusuhan.?" tanya Arini
__ADS_1
"Sudahlah dear itu gak penting untuk kita bahas,mending kita cari makan dulu aku yakin kamu pasti lapar kan." ucap Sam menghentikan langkah kakinya menghadap Arini dan di angguki oleh Arini.Mungkin lain saja Arini bertanya tentang wanita itu,sesungguhnya Arini sangat takut jika Sam dan wanita itu memiliki hubungan karena Arini bisa melihat di mata wanita itu terdapat rasa ketertarikan terhadap suaminya.
"Aaaaakhhhh....ayo Arini berpikir positif percayalah pada suamimu." batin Arini menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran buruknya.