Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
bab 62


__ADS_3

Sore pun telah tiba,saat ini Sam dan Arini juga Diana sedang menuju rumah pamannya Luna.Tentunya di antar oleh Bu Aminah.


"Bu...maaf ya kami malah merepotkan ibu." ucap Sam tak enak hati.


"Tidak apa-apa nak Sam,justru ibu senang ada orang baik yang mau ngerawat Luna." jawabnya tersenyum sembari mengelus kepala Luna yang di gandeng oleh Arini.


"Terima Kasih banyak Bu." timpal Arini tersenyum ramah dan di balas anggukan olej Bu Aminah.


Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit akhirnya mereka pun sampai di depan rumah sederhana namun terlihat sudah tua.


"Ini rumah nya Bu.??"tanya Sam memicingkan matanya karena rumahnya sangat kotor,bahkan banyak rumput-rumput yang sudah tumbuh tinggi bak tidak berpenghuni.


"Iya nak." jawab Bu Aminah,lalu dia pun sedikit maju ke arah pintu dan mulai mengetuknya.


"Toktok...Assalamu'alaikum." ucap Bu Aminah sedikit berteriak,tak butuh waktu lama akhirnya pintu pun terbuka menampilkan seorang wanita yang umurnya sekitar 40 tahunan namun terlihat sangat tua sekali.


"Ada apa ya.??" tanya si pemilik rumah,lalu pandangannya beralih ke arah Luna yang di gandeng oleh Arini.


"Kalian siapa.??"tanya nya lagi dengan tatapan tidak suka.


"Luna masuk!! kau selalu saja bikin saya pusing kerjanya cuman main dan main." teriak nya sembari matanya melotot dan itu membuat Luna ketakutan dan bersembunyi di belakang tubuh Arini.


"Maaf Bu Marni,ini nak Sam dan istrinya ada keperluan kepada anda." Ujar Bu Aminah membuka suaranya.


"Apa.??" tanya Bu Marni ketus.


"Bolehkah kami masuk.??" tanya Bu Aminah,tanpa jawaban Bu Marni pun membukakan pintunya dengan lebar seolah-olah berkata"masuklah."


"Jadi ada urusan apa kalian kesini.?"tanya Bu Marni langsung to the point.


"Maaf sebelumnya,jadi kedatangan kami kesini ingin mengadopsi Luna sebagai anak kami Bu." timpal Sam


"Ck,,,mengadopsi.?? memangnya kalian punya apa hah.?" ucap Bu Marni dengan nada mengejek,dia mengira Sam hanya orang biasa yang jauh dari kata kaya.Karena memang penampilan Sam saat ini terlihat biasa saja.


"Ibu tidak perlu khawatir saya dan istri saya menjamin semua kebutuhan Luna akan terpenuhi." ucap Sam kembali mencoba meyakinkan Bu Marni.


"Hahaha...kalian ingin mengadopsi anak pembawa sial ini.??"ujar Bu Marni


"Aku saja sangat tidak sudi mengurusnya,dia yang sudah menyebabkan adikku meninggal." teriaknya sambil menunjuk ke arah Luna sehingga membuat tubuh Luna bergetar ketakutan.


"Maafkan saya Bu jika saya lancang,tapi yang namanya musibah itu adalah takdir dari Tuhan begitu pun dengan kematian." kini Arini membuka suaranya,dia tidak tahan melihat sikap Bu Marni terhadap Luna yang masih anak kecil,bahkan anak itu tidak tau apa-apa.

__ADS_1


"Hahaha..."Bu Marni tertawa mengejek saat mendengar ucapan Arini


"Baiklah jika kalian ingin mengadopsinya!! Aku pun sudah malas sekali mengurus anak sialan itu."ucapnya lagi menatap sinis ke arah Luna.


"Terima kasih Bu." ucap Sam senang.


"Tidak semudah itu!! Kalian harus ganti semua biaya saat anak itu hidup dengan saya." ucap Bu Marni


"Berapa yang harus saya bayar??" tanya Sam


"100 juta." ucap Bu Marni langsung.


Bu Aminah yang mendengarnya sangat terkejut,dia hendak menentang ucapan Bu Marni namun di tahan oleh Sam.


"Baik,saya akan membayarnya besok dan mengurus surat-suratnya juga." jawab Sam santai.


"Nak..." ucap Bu Aminah terpotong karena Sam langsung menggelengkan kepalanya seolah-olah dia berkata" sudah tidak apa-apa Bu".


Setelah urusan Sam selesai akhirnya mereka pun pamit pulang dari rumah Bu Marni.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu,makasih karena ibu sudah membantu saya." ucap Sam memeluk Bu Aminah.


"Sama-sama nak Sam." jawab Bu Aminah membalas perlukan Sam.


"Sayang...kamu sama Bu Aminah dulu ya, besok tante dan Om Sam kesini lagi jemput kamu." ucap Arini dan Luna pun mengangguk paham.


"Kami pamit ya bu." ucap Arini mencium dan merangkul bu Aminah begitupun dengan Diana.


Mereka pun masuk ke dalam mobil,perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan desa tersebut.


________________


Jam menunjukan pukul 20:00.Kini mereka pun telah sampai di apartemennya,sebelumnya tadi mereka mampir di rumah Diana sembari mengantarkannya.


"Ahh lelahnya,aku tidak menyangka penelitianku kali ini akan seperti ini." ucap Arini pelan sambil mendudukan bokongnya di sofa.


"Apakah kamu menyesal dengan keputusan ini.??" tanya Sam duduk di samping Arini


"Tidak!!" jawab Arini cepat.


"Aku tidak percaya saja sebentar lagi aku bakalan jadi seorang ibu,ya walaupun Luna bukan anak kandungku tapi aku sudah menyayanginya." jelas Arini,ya Arini sangat tertarik dengan Luna entah sejak kapan dirinya sudah menyayangi anak itu.

__ADS_1


"Syukur kalau begitu,aku senang jika kamu sudah mulai menyayanginya." ucap Sam tersenyum.


Arini membalas ucapan suaminya dengan senyuman.


"Tapi Sam apakah kita tidak membicarakan ini dulu dengan orang tua kita.??" tanya Arini yang baru ingat akan hal ini.


"Biar nanti saja,sekalian ngenalin Luna kepada mereka.Aku yakin kok mereka bakalan nerima Luna jadi cucunya." ucap Sam penuh keyakinan dan Arini pun menganggukan kepalanya.


"Yasudah ayo kita mandi setelah itu istirahat." ajak Sam menarik tangan Arini untuk bangun dari duduknya.


"Kau mandi duluan saja." titah Arini


"Tidak mau!! aku ingin mandi bersama." ucap Sam cepat.


"Ck.....aku tau niatan mu." cebik Arini yang sudah paham maksud suaminya ngajak mandi bareng.


"Hehe...aku kan hanya ingin mandi bersama saja denganmu tidak lebih."ujar Sam cengengesan.


"Aku tidak percaya." bantah Arini


"Awas saja jika nanti macam-macam." ancam Arini,lalu dia pun masuk ke dalam kamarnya dengan terpaksa mengikuti keinginan suaminya yang ingin mandi bersama.


Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam kamar mandi.


"Ayo sini." ajak Sam setelah dia masuk ke dalam bathtub.


"Awas ya kalau macam-macam,aku ingin mandi saja badanku sudah lelah dan meminta untuk istirahat secepatnya." ujar Arini penuh ancaman.


"Iya-iya kau ini jadi bawel sekali." jawab Sam langsung menarik tangan Arini sehingga tubuh Arini pun jatuh di atas tubuh Sam.


"Kau ini." ucap Arini kesal sambil memukul lengan Sam pelan.


"Hehe maaf." Sam hanya tertawa menunjukan wajah tanpa dosa nya.


Lalu Sam pun mulai menuangkan sabun cair di telapak tangannya dan mulai menggosokannya ke tubuh Arini.


"Enaknya." gumam Arini pelan namun masih terdengar oleh Sam.Saat ini Sam sedang memijit tubuh Arini namun semua itu hanya tipuan saja haha.Sam sengaja memijit tubuh Arini terlebih dahulu agar istrinya terlena,Arini tidak tau saja bahwa Sam akan memakan tubuhnya.


Dan benar saja tangan Sam sudah mulai turun membelai kedua gundukan Arini.


"Saam." erang Arini nikmat namun dia sangat lelah jika harus melayani suaminya.

__ADS_1


"Sebentar saja ya." ucap Sam pelan tepat di telinga Arini.Setelah itu Arini pun pasrah menuruti kemauan suaminya,hingga akhirnya hanya terdengar suara desahan saja dari dalam kamar mandi tersebutm


__ADS_2