Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 80


__ADS_3

Tak terasa waktu pun terus berputar,kini usia kandungan Arini sudah memasuki 3 bulan bahkan mereka sudah pindah ke rumah barunya.Rumah yang tak jauh dari kantor Sam.Sam sengaja membeli rumah dekat kantornya agar bisa memantau keadaan Arini.


Selama kehamilannya Arini tak pernah lagi ngidam hal-hal aneh lagi,dia hanya sering merasakan mual dan pusing saja saat ini.Sam bersyukur sekali karena di tahun ini dia begitu banyak di beri kebahagiaan dari mulai dia di angkat pemimpin di perusahaan,lalu di pertemukan dengan Luna si gadis manis dan sekarang sang istri sedang mengandung buah hatinya bahkan Sam sudah bisa menyelesaikan kuliahnya dengan cepat hingga dia wisuda.


"Hoeeek...hoeeek..." Arini memuntahkan semua cairan yang ada di dalam perutnya.


"Apakah sangat mual.???" tanya Sam sembari membantu Arini memijat-mijat tengkuknya.


"Lumayan." jawab Arini mengelap bibirnya,sungguh menyiksa sekali perjuangan ibu hamil ini dan Arini sangat menyesal jika dia ingat perlakuannya terhadap sang ibu ketika melawan.Pasti ibu nya sama seperti dia susah payah menahan rasa mual dan pusing saat mengandungnya.


"Kalau gitu aku tidak jadi pergi saja." ucap Sam,ya hari ini Sam berniat pergi ke luar kota untuk melihat proyek yang dia bangun disana.


"Kau ini lebay sekali Sam,ini hal wajar.Aku tidak apa-apa kok kamu pergi saja." titah Arini berjalan keluar dari kamar mandi.


"Tapi aku khawatir sama kamu sayang." Sam membantu Arini berjalan ke arah ranjang.


"Aku gapapa kok,lagian nanti juga ada mamah keisni jagain aku." ujar Arini meyakinkan suaminya.


"Udah kamu pergi aja,cuman 3 hari ini kan.?" ucap Arini kembali.


"Tap....." belum juga Sam menyelesaikan ucapannya Arini sudah memotong.


"Udah gapapa,selesaikan dulu pekerjaanmu aku tau proyek itu sangat penting kan." ucap Arini menampilkan senyum manisnya


"Baiklah kalau gitu aku akan pergi,tapi jika ada apa-apa segera hubungi aku." ucap Sam mencium kening istrinya.


"Iya sayang!!" jawab Arini


"Apa...apa..? coba ulangi lagi!!" titah Sam saat mendengar istrinya mengucapkan kata sayang.


"Iya sayaaaang." Arini sedikit menekankan kata sayang.


"Nah gitu dong,panggil aku sayang jangan Sam lagi Sam lagi.Gak sopan tau!!" ujar Sam


"Iya..iya...suamiku bawel sekali.Sana,cepat pergi!!" titah Arini


"Baiklah aku pergi dulu,kamu baik-baik di rumah tunggu aku pulang." Sekali lagi Sam mencium Arini namun bukan hanya kening saja melainkan seluruh wajahnya.


"Sudaaah sana." Arini menahan wajah suaminya yang terus menciuminya.


"Baiklah,baiklah aku akan pergi." ujar Sam menghentikan aksinya lalu dia pun berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan perut Arini.


"Adek...ayah tinggal dulu ya sebentar,adek baik-baik di dalam sana jangan nakal kasian bunda." Sam mengelus perut Arini yang sudah membuncit dan menciumnya.


"Aku pergi dulu." ucap Sam

__ADS_1


"Hati-hati." ucap Arini tersenyum saat melihat suaminya keluar kamar.


"Sayaaaang." Sam memanggil Luna yang saat itu sedang asyik menonton kartun kesukaannya.


Luna pun menoleh saat mendengar sang ayah memanggilnya.


"Ayah mau pergi.???" tanya Luna segera berlari menghampiri Sam.


"Iya,ayah ada kerjaan.Kamu jagain bunda ya jangan nakal!" ujar Sam


"Iya ayah,ayah juga jaga diri disana.Jangan lupa bawakan Luna oleh-oleh."ucap gadis kecil itu


"Tentu ayah tidak akan lupa jika menyangkut putri kecil ayah." Sam menggendong tubuh Luna dan mencium pipinya dengan gemas.


"Yaudah ayah pergi dulu ya." ucap Sam menurunkan Luna,Luna pun menganggukan kepalanya.


Sam berjalan ke luar rumah disana sudah ada mang Dadang yang sedang menunggunya.


"Semuanya sudah siap mang.???" tanya Sam


"Sudah Pak." jawab mang Dadang sembari membukakan pintu mobil untuk majikannya.


Segera mang Dadang pun masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi,dia pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan perlahan-lahan keluar dari area rumah Sam.


"Kita ke apartemen Rian dulu mang." titah Sam


30 menit kemudian akhirnya Sam sampai di apartemen Rian dan disana Rian sudah menunggunya.


"Apakah kau menunggu lama.??? tanya Sam saat sekertarisnya masuk mobil dan duduk di sebelah mang Dadang.


"Lumayan pak." jawab Rian,tentu saja lebih baik dia yang menunggu daripada bos nya yang menunggu yang ada dia akan kena semprot.


Mobil pun melaju memasuki tol.


"Kira-kira berapa jam kita di perjalanan.???" tanya Sam


"Sekitar 5 jam pak." jawab Rian dan Sam hanya manggut-manggut saja mendengarnya.


"Mang Dadang kalau cape atau ngantuk bilang saja,biar saya yang gantiin." tawar Rian


"Gapapa pak,saya masih kuat kok." jawab mang Dadang


"Oh...tapi nanti kalau cape bilang ya "ucap Rian


"Iya pak." jawab mang Dadang kembali pokus mengemudi.

__ADS_1


Tidak ada percakapan di dalam mobil,hanya deru mesin mobil yang terdengar.Sam tertidur pulas di kursi belakang karena selama Arini hamil setiap malam tidurnya akan terganggu dengan suara Arini yang sedang muntah.Walaupun Arini tak membangunkan Sam tapi tetap saja Sam tak membiarkan Arini tersiksa sendirian.


Sudah hampir 3 jam perjalanan dan saat ini jam sudah menunjukan jam 12 siang.


"Kita istirahat dulu,cari tempat makan sekalian kita shalat dzuhur." ucap Sam


"Baik pak." jawab mang Dadang.


Akhirnya mobil pun berhenti di rest area,Sam keluar dari mobil di susul dengan Rian dan mang Dadang.


"Lebih baik kita makan dulu." ujar Sam dan di angguki oleh Rian.


Mereka pun berjalan masuk ke sebuah tempat makan, dan mulai memesan makanan.


"Tuan Sam." seseorang memanggil namanya Sam pun menoleh melihat siapa yang memanggil namanya.


"Oh...Tuan Dinarta." ujar Sam saat tau siapa yang memanggilnya.


"Kebetulan kita bertemu disini,mau ke kota X ya ???" tanya Tuan Dinarta sembari menjabat tangan Sam.


"Ah iya.Ngomong-ngomong Tuan sedang apa disini.??" tanya Sam


"Saya juga sama akan pergi ke kota X,nemenin putri saya." ujar Tuan Dinarta.Ya tuan Dianarta adalah ayah dari Selvi.


"Ooh..."Sam hanya menjawab oh saja.Memang Sam dan Selvi kerjasama dalam proyek di kota X.


"Kalau gitu bolehkah kami bergabung.??" tanya Tuan Dinarta.


"Ah iya silahkan." jawab Sam mempersilahkan Tyan Dinarta duduk.


"Putri saya sedang ke toilet sebentar." jelas Tuan Dinarta.


Tak lama pesanan pun datang begitupun dengan Selvi dan sekertarisnya.


"Ayah." panggil Selvi


"Sayang sini kita gabung dengan Tuan Sam." ucap Tuan Dinarta menyuruh putrinya duduk,Selvi pun sedikit melirik ke arah Sam sebentar.


"Ayah lebih baik kita cari tempat duduk yang lain saja." ajak Selvi


"Sayang kita makan disini saja,lagian Tuan Sam kan partner kerja kamu.Sudah disini saja." sang ayah memaksa putrinya untuk duduk.


Dengan terpaksa Selvi pun menuruti keinginan ayahnya,dia pun duduk di sebelah Rian dan Amira duduk di sebelah mang Dadang.


Tidak ada yang membuka suara selama mereka makan,semuanya hening hanya terdengar dentingan piring dan sendok saja.Berbeda dengan Selvi dia begitu kesal terhadap ayahnya karena dia memaksa untuk makan satu meja dengan pria yang begitu dia benci.Meskipun Sam dan Selvi memiliki kerjasama dalam pekerjaan tetap saja hubungan mereka tidak baik.

__ADS_1


"Menyebalkan." batin Selvi sembari memasukan makanan ke dalam mulutnya dengan wajah cemberut.


__ADS_2