Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Seperti keluarga kecil.


__ADS_3

Hai kita bertemu lagi, masih setia menungggu cerita ini gak ...? hehe


••••


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama nan romantis akhirnya mereka pun telah sampai di rumah Arini.


Alhamdulillah akhirnya sampai juga." ucap Arini saat turun dari motor Sam.


Iyalah sampai ,dikira rumahmu ada di luar negri lama sampainya." jawab Sam saat membuka helmnya


Iya sama aja ini tuh berasa perjalanan versi ke luar negri." jawab Arini meninggalkan Sam yang masih duduk di motornya.Karena kebetulan Sam membawa motornya dengan super duper pelan dengan alasan ingin di peluk Arini lebih lama.


Heeeey ,,,tunggu.!! aku tamu loh juga tunanganmu kenapa kamu tidak menyuruhku masuk dulu." protes Sam mengejar Arini.


Gak di suruh juga bakalan masuk sendiri kan." ucap Arini membuka pintu rumahnya karena kebetulan pembantunya sedang libur pulang kampung.


Hehehe,,,tentu inikan rumahnya tunangan aku jadi aku bisa bebas masuk ke sini." ucap Sam langsung duduk di sofa tamu tanpa menunggu perintah dari pemilik rumah.


Enak aja,tunggu disini aku akan buatkan mu minum." ucap Arini pergi meninggalkan sam ke dapur.


Yang enak dear."teriak Sam sembari matanya melihat-lihat isi rumah Arini.Dan saat matanya melihat 1 pigura poto yang isinya seorang anak kecil sedikit gemuk tapi cantik dia pun berdiri dari duduknya mendekati poto yang menempel di dinding.


Haha,ternyata dia dulu gemuk tapi lucu." gumamnya ,ya itu adalah poto Arini pas umur 5 tahun.


Ngapain liatin poto itu.? tiba-tiba Arini mengejutkan Sam.


Eh,,,!! gumam Sam sedikit terkejut


"Apakah ini kamu saat kecil.? tanya Sam memastikan.


Menurutmu.? Jawab Arini menyimpan minuman di atas meja.


Ternyata dulu kamu gemuk,lihat pipi mu terlihat seperti bapau eh salah seperti anak yang rakus memakan cilok hahaha." ejek Sam tertawa sambil pipinya sedikit dia kembungkan seolah-olah sedang menirukan pipi Arini saat masih kecil.


Menyebalkan, sudah jangan lihat itu.Tuh minum." titah Arini mendorong tubuh Sam untuk duduk lagi di sofa.


Apakah ini aman.?tanya sam saat mengambil minuman tersebut.


Menurutmu.? jawab Arini jengkel karena Sam terus menggodanya.


Takutnya kamu memasukan obat perangsang atau lebih parahnya lagi racuun." ucap Sam


Ya tadi aku memasukan racun ke dalam sana." jawab Arini jutek


Racun apa.? tanya Sam memandang minuman tersebut.


Rachun cintha." goda Arini yang tak mau kalah dari Sam.


Ohooo...kamu menggodaku dear.? ucap Sam menyimpan gelas yang dia pegang lalu dia pun mendekati Arini.

__ADS_1


Kamu mau apa.? jangan macam-macam." ucap Arini takut dan sedikit menggeser tubuhnya ke sudut sofa.


Aku ingin memakan tunanganku yang cantik ini." goda Sam terus mendekati Arini.


Saaam,,,jangan macam-macam aku akan menghajarmu." ucap Arini memberikan peringatan kepada Sam.


Hahahaha, wajahmu lucu sekali ketika ketakutan." ledek Sam tertawa saat melihat wajah Arini yang sudah pias tak menentu.


Sialan,kamu mengerjaiku." ucap Arini melemparkan bantal tepat di wajah Sam.


Hahahaha,,,habisnya muka mu sangat lucu ketika ketakutan,laga saja soo berani." ledek Sam yang tak mau berhenti tertawa.


Saaam."teriak Arini dan siap melayangkan tinjuan untuk sam namun itu tidak berhasil karena Sam lebih cepat menahannya.


Gak kenaaa." ucap sam menjulurkan lidahnya sembari tangannya memegang tangan Arini.


Lepass." ucap Arini membrontak mencoba melepaskan genggaman Sam.


Tidak akan." ucap Sam lalu dia pun membalikan tubuh Arini untuk membelakanginya. Seketika Sam pun langsung memeluk Arini dari belakang.


Saam,,,lepasin aku." brontak Arini mencoba melepaskan tubuhnya dari Sam.


Biarkan seperti ini sebentar." jawab Sam dengan nada lembut dan Arini pun diam menuruti perintah Sam.


Dear.."ucap Sam sembari tangannya mengelus pucuk rambut Arini.


"Maaf untuk semua kesalahanku yang dulu,mari kita memulai hubungan yang baru,hubungan yang rukun." ucapnya masih mengelus kepala Arini.


Aku sudah memaafkanmu dari dulu." ucap Sam mencium kepala Arini.


Mari menikah setelah aku selesai kuliah." ucap Sam dengan nada serius.


Tapi Sam,aku juga ingin melanjutkan study ku."ucap Arini.


Tidak apa-apa,bukan kah tidak masalah jika kamu kuliah dan statusmu sudah menikah." ucap Sam membalikan tubuh Arini untuk menghadapnya.


Tap.." belum juga Arini menyelesaikan ucapnnya Sam sudah memotongnya.


Aku janji tidak akan mengekangmu ,asalkan kamu bisa menjaga diri tidak berdekatan dengan pria lain."jelas Sam yang paham akan maksud Arini.


Memangnya kenapa.? aku kan pasti akan memiliki teman pria." ucap arini


Tak masalah jika hanya teman ,asal ada batasananya." ucap Sam tersenyum.


Siap Tuan Samuel." ucap Arini


Makasih,aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu nanti." ucap Sam menarik Arini ke dalam pelukannya.


Tentu,itu harus." jawab Arini membalas pelukan Sam.

__ADS_1


Tiba-tiba saat suasana romantis perut Sam berbunyi...


kruk,,kruk.(anggap itu suara cacing yang sedang demo di dalam perut Sam).


Apakah kamu lapar.? tanya Arini melepaskan pelukannya.


Hehehe,iya soalnya tadi sarapan cuma sedikit." jawab Sam malu.


Baiklah ,aku akan memasak untukmu.Tunggu disini."titah Arini bangkit dari duduknya.


Aku ikut ,aku ingin melihatmu memasak." ucap Sam mengikuti Arini dari belakang.


Baiklah,tapi jangan menggangguku oke."ucap Arini memperingati Sam.


Siap bos." ucap Sam,lalu mereka pun pergi menuju dapur.


Apa yang akan kamu pasak.?tanya Sam


Kamu cukup diam, dan tinggal makan saja." jawab Arini yang sudah mulai sibuk berkutat dengan alat-alat dapur.


Hmm,,,baiklah." jawab Sam


Setelah hampir 15 menit Arini bertempur di dapur akhirnya masakannya pun telah jadi...


Taraaaa." ucap Arini menyimpan masakannya di meja makan.


Waaw,,,ini wangi sekali sepertinya ini sangat enak." ucap Sam saat melihat masakan Arini.


Tentu,makanlah." titah Arini lalu Sam pun mulai menyendok makanan tersebut.


Kamu tidak makan.?tanya Sam dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Tidak,kamu habiskan saja." ucap Arini tersenyum.


Ini enak sekali, aku jadi tidak sabar ingin cepat menikah agar setiap hari bisa merasakan pasakanmu." ucap sam memasukan makanannya ke dalam mulut.


Tentu,dan kamu harus membayarku haha." ucap Arini sedikit becanda.


Tenang saja,aku akan membayar dengan ciuman setiap hari." jawab Sam tersenyum.


Gak mau, pake duitlah masa ciuman."protes Arini.


Dear,,,setelah menikah kamu adalah bendahara keungan nantinya.Jadi aku tidak punya apa-apa selain ciuman dan..." ucap Sam yang malu untuk melanjutkan ucapannya.


Dan apa.? tanya Arini.


Goyangan di ranjang." bisik Sam dan seketika mata Arini pun membelalak dengan ucapan tunangannnya.


Dasar mesum." ucap Arini sedikit memukul tangan Sam.

__ADS_1


Hehehe,fakta dear." ucap Sam.


" Aku bahagia hari ini,ini seperti sebuah keluarga kecil." ucap Sam memandang Arini dan Arini pun membalas pandangan Sam dengan senyuman yang paling indah.


__ADS_2