
Jam sudah menunjukan pukul 13:00,Sam sudah bangun dari tidurnya dia baru saja mandi dan menyelesaikan shalat dzuhur.Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk ke hape nya.
Di lihatnya layar ponsel tertulis nama " Mamah" Sam pun menggeser tombol warna hijau.
"Hallo mah." jawab Sam seteleh panggilan tersambung.
"Hallo nak,kamu dimana.??" tanya Sang mamah
"Di kota X mah ,Sam lagi ada pekerjaan." jelas Sam
"Sendiri ???"tanya sang mamah lagi
"Bareng Rian lah mah." ujar Sam
"Ooh,kapan pulang.???" tanya mamahnya
"Nanti sore mah,emangnya ada apa.??"tanya Sam
"Ini...mamah cuman mau kasih tau mamah sama papah mau ke singapore." ucap sang mamah
"Mau ngapain.???" tanya Sam memicingkan matanya
"Ya liburan lah,menikmati masa tua." jelas sang mamah
"Dan kemungkinan kami akan lama disana,karena kami juga berencana ingin keliling dunia."lanjutnya lagi
"Gayanya udah kayak artis Raffi Ahmad sama Nagita Slavina aja,jalan-jalan keliling dunia." ejek Sam
"Biarain,jadi mamah harap sebelum kita pergi kamu udah ada disini." ucapnya
"Ooh,emangnya kapan mamah mau berangkat?"tanya sam
"Besok pagi." ujar mamah Sam
__ADS_1
"Yaudah besok pagi Sam bakalan udah ada disini." ucapnya
"Bener ya,mamah tunggu loh." ucap mamah Sam
"Iya,yaudah ya Sam tutup dulu telponnya.Salam buat papah." Sam mematikan panggilannya dan memasukan ponselnya ke saku celana.
Dia berjalan keluar dari kamarnya menunju kamar Rian.
"Toktoktok....."Sam mengetuk pintu kamar asistennya namun sang asisten tak kunjung membuka pintu.
"Kemana nih orang."grutu Sam,sesekali dia melihat jam tangan yang melingkar di tangannya,karena dia sudah memiliki janji untuk menemui seseorang.
Sam mencoba mengetuk pintu dan bel kamar Rian berulang kali,namun tetap saja orang yang menempati kamar tersebut tak kunjung membukanya.
"Menyebalkan sekali tuh orang,pasti dia sengaja." grutu Sam namun sebelum dia pergi dia menendang pintu kamar Rian terlebih dahulu.
Sam pun pergi dari hadapan kamar Rian, tujuannya adalah cafe yang ada di bawah.
"Silahkan Tuan." ucap si pelayan menyimpan kopi yang Sam pesan.
"Terima kasih " jawab Sam dan di balas anggukan oleh pelayan tersebut.
"Dimana wanita itu." sesekali Sam melihat jam tangannya kembali " Kalau saja aku tidak memiliki hutang budi sama tuh cewek gak bakalan mau gw kalau harus sampe nunggu lama kayak gini." gumam Sam sambil meminum kopinya.
"Maaf pak saya sedikit terlambat." akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang.
"Cih...dia bilang sedikit,gak punya jam kali ni orang." batin Sam kesal namun berbeda dengan mukanya yang harus di paksakan untuk tersenyum.
"Ah iya tidak apa-apa,saya juga belum lama." ujar Sam bohong padahal dirinya sudah menunggu hampir setengah jam.
"Jadi ada apa bapak ingin bertemu dengan saya.???" tanya Selvi.
"Mmmmppp itu,saya mau mengucapkan terima kasih untuk kejadian yang kemarin malam." ucap Sam sedikit gugup.
__ADS_1
"Ah tak perlu berterima kasih pak,sudah sepantasnya kita harus saling menolong." jawab Selvi
"Hahaha iya itu benar." Sam sedikit canggung karena biasanya dia selalu ketus jika berbicara dengan wanita yang ada di hadapannya.
"Oh iya anda mau pesan apa.??" tanya Sam,sebenarnya dia sudah ingin pergi dari sana tapi dia juga tidak enak kepada Selvi.
"Jus jeruk saja." ucap Selvi lalu Sam pun memanggil pelayan dan memesankan pesanan Selvi.
"Jadi apakah bapak sudah tau siapa yang berniat menjebak bapak.???" tanya Selvi di sela-sela menunggu pesanannya datang.
"Rian sedang menyelidikinya." ucap Sam
"Hmmm...semoga saja cepat ketemu orangnya." ucap Selvi
"Aku tak habis pikir kok ada ya orang sejahat itu."lanjutnya lagi.
"Namanya juga kehidupan kadang ada yang suka sama kita kadang juga ada yang membenci kita." ujar Sam
"Ya bapak benar,anda harus lebih berhati-hati lagi." ucap Selvi,lalu pesanan pun datang.Akhirnya Sam dan Selvi bincang-bincang panjang lebar hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 16:00,ini saatnya Sam untuk check out dan pulang ke kotanya.
"Kalau gitu saya permisi dulu nona Selvi." ucap Sam.
"Apakah anda akan kembali ke kota B sekarang.??" tanya Selvi
"Ya " jawab Sam "Bagaimana dengan anda nona.?? tanya sam
"Mungkin saya akan kembali besok,soalnya papah masih ingin tetap disini untuk liburan." jelas Selvi.
"Ooh,kalau begitu saya permisi.Sekali lagi terima kasih atas pertolongan anda." Sam berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Selvi yang terus menatap punggungnya yang semakin jauh.
"Bukankah jika anda berbicara lemah lembut terlihat lebih tampan." gumam Selvi pelan sambil tersenyum memandang punggung Sam yang semakin jauh.
"Astaga,aku mengucapkan kalimat apa tadi.No Selvi no dia pria sudah beristri." Selvi memukul-mukul kepalanya pelan.
__ADS_1