Model Kesayangan Sang Mafia

Model Kesayangan Sang Mafia
BAB.39


__ADS_3

Edgar dan Joshua berkelahi lagi, bayangan mereka terlihat jelas dari lampu sorot mobil yang masih menyala. Rossi terlalu lambat untuk sampai kesana, atau mereka memang sudah akan berkelahi saat Rossi masih berada di atas.


Langkah Rossi terhenti di teras bangunan itu, seorang wanita keluar dari mobil Joshua dan melerai mereka. Rossi seperti mengenal wanita itu. Dia Jane. Jane Gabriela, wanita yang pernah kesana mengobrol dengannya dan juga sahabat Olivia.


"Kak Jane. Kenapa dia ada disini bahkan bersama Joshua?" Gumam Rossi.


Di antara dua mobil yang saling berhadapan. Edgar dan Joshua kembali merapikan pakaian mereka, dan berusaha menenangkan amarah mereka. Entah apa yang mereka ributkan. Itu karena Rossi atau Olivia. Lagi?


"Kalian tidak pernah berubah. Setiap bertemu selalu berkelahi seperti ini," kata Jane sambil memegang erat lengan Joshua. Namun Joshua dengan kuat melepaskannya, dia menarik dirinya menjauh dari Jane dan berjalan mendekat pada Rossi.


"Apa kamu membatalkan pergi denganku, karena kamu ingin pergi dengannya?" Kata Joshua kesal, dia sudah berdiri tepat di hadapan Rossi.


"Joshua. Maaf, aku sangat minta maaf. Aku harap kamu mengerti," kata Rossi sangat bersalah.


"Aku tidak akan memaksamu jika kamu tidak ingin pergi dengan ku. Tapi apa ayahmu tahu jika kalian pergi kesana bersama?" Joshua memalingkan wajahnya menatap ke arah Edgar yang sudah berada di sampingnya.


Rossi tidak tahu akan menjawab apa. Dia juga merasa bersalah jika harus melanggar perkataan ayahnya. Tapi dia ingin pergi bersama Edgar. Hanya itu yang berada di pikirannya saat itu.


"Karena dia kekasihku, ku pikir wajar dia pergi denganku," kata Edgar dengan kedua tangannya berada di dalam tiap saku celana. Terlihat sok keren. Ya walaupun memang begitu kenyataannya.


"Kau?! Dia akan bertunangan dengan ku. Kau tau itu." Joshua menatap tajam ke arah Edgar.


"Oh ya? Bukankah hanya akan bertunangan, kalian bahkan tidak memiliki hubungan resmi apapun." Edgar membalas tatapan itu.


"Haha. Benar sekali, pertunangan mu yang batal tiga tahun lalu dan sebulan yang lalu. Seperti itu?"


"Kau!" Edgar mencengkram kerah baju Joshua dan hendak memukul wajah tampan itu. Untung saja, Rossi dengan cepat menahan Edgar dan menariknya.


"Maaf Joshua," kata Rossi. Tatapannya mulai berpindah pada wanita yang masih berada di dalam cahaya lampu sorot di depan mobil, menyinari dirinya dari pinggang hingga kakinya. "Tapi apakah kamu juga berencana pergi dengan kak Jane?"


"Kak Jane?" Tanya Edgar dan Joshua serentak.


Mereka membuat Rossi tersenyum tipis. 'Mereka bahkan bisa sekompak ini, mengapa terus berkelahi,' batin Rossi.


"Ya. Dia temannya kakakku, Olivia. Jadi wajar kan aku memanggilnya kakak." Rossi melambaikan tangannya pada Jane.


Tapi sebenarnya yang mereka tanyakan bukan itu, melainkan bagaimana mungkin Rossi bisa mengenal Jane? Jawaban dari pertanyaan itu lah yang mereka inginkan.


Edgar dan Joshua menatap ke arah Jane. Tatapan yang cukup tajam bagi wanita, cukup menusuk. Seakan ingin menusuknya dengan berbagai pertanyaan. Itu tidak penting bagi Edgar.


"Kita akan terlambat. Ayo pergi," ucap Edgar sambil menarik Rossi menuju ke mobilnya. Rossi sempat menunduk pamit pada Joshua sebelum pergi melewatinya.

__ADS_1


Joshua kalah lagi. Dia masih berdiri disana menatap kepergian Rossi yang kemudian hilang dari pandangannya. Dia sudah berada di dalam mobil Edgar.


Edgar tidak langsung masuk ke mobilnya, dengan langkah kakinya yang lebar. Dia kembali menghampiri Joshua.


"Jeck pasti sudah mengatakan semuanya padamu bukan? Wanita itu pasti tau sesuatu. Ku harap kau paham apa maksudku," kata Edgar sambil melempar sebuah kartu. "Hubungi aku jika kamu berubah pikiran."


Edgar dan Rossi pergi bersama ke pesta itu, dan Joshua tentu pergi dengan Jane.


Sebelumnya Joshua menerima sebuah pesan dari Jack.


[Jeck: Kau tetap tidak mau menjawab teleponku, aku hanya ingin mengatakan jika wanita yang selalu berada di dekatmu itu. Aku melihatnya di sana, dan aku yakin itu dia.]


[Joshua: Apa maksudmu, dimana? Kapan? Kalau ingin memberikan informasi padaku jangan berbelit-belit. Aku tidak seperti temanmu itu yang bisa memaklumi kerumitan laporanmu!]


[Jeck: Kalian memang berasal dari marga yang sama, sedikit saja langsung emosional.]


[Jeck: 3 tahun lalu, tempat dimana Edgar dan Olivia saat itu. Dia ada disana.]


[Joshua: Tidak mungkin, aku menelepon nya saat itu. Dan dia bilang, jika dia sedang berada di hotelnya.]


[Jeck: Tidak ada salahnya jika memastikannya lagi.]


Saat itu Joshua kembali mengingat, Jane memang sedikit aneh. Dia tidak seperti biasanya, saat itu Jane tidak banyak bicara dan ingin cepat mematikan telepon. Tentu saja, Joshua tidak berpikir banyak saat itu. Hari sudah sangat larut.


Di perjalanan.


Dua mobil itu berjalan beriringan, mobil Edgar di depan dan Joshua di belakang.


"Kamu ingin pergi ke kencan dengannya?" Edgar bertanya tanpa ekspresi apa pun di wajahnya. Dia memaparkan jelas jika dia sedang marah.


"Tidak. Bukan kencan yang seperti itu. Aku menghadiri sebuah pesta menggantikan ayahku. Dan dia memintaku untuk pergi dengan Joshua," jawab Rossi menunduk.


"Bagus lah." Salah satu tangan Edgar membelai kepala Rossi. Dia bertanya lagi, "Pesta minum teh?"


"Ya. Bagaimana kamu bisa tau?" Rossi langsung mendongak melihat pada Edgar.


"Kita memang kesana, kertas yang berada di depanmu. Bukankah itu undangan yang sama?" Edgar menunjuk ke arah laci mobil yang terdapat secarik kertas.


"Oh ya? Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal." Rossi mengambil kertas undangan itu. Memang sama.


"Kamu juga tidak memberitahukan apapun kepadaku." Edgar masih fokus pada jalanan di depannya.

__ADS_1


"Apa? Kamu ingin balas dendam. Wah ternyata kamu pendendam seperti ini," kata Rossi dengan nada sedikit mengejek Edgar.


Edgar tidak menjawab tapi dia menghentikan mobil nya ke tepi jalan.


"Kenapa kamu memilihku?" Edgar akhirnya menatap ke arah Rossi.


"Hah?" Rossi menjadi heran.


"Ya kenapa kamu ingin pergi denganku. Bukankah ayahmu ingin kamu pergi dengannya."


"Apa yang kamu tanyakan." Rossi mengalihkan pandangannya ke luar jendela. "Aku tidak perlu menjawabnya."


Edgar menarik Rossi ke dekatnya. Mata mereka kembali bertatapan. Edgar seakan terhipnotis dengan mata itu, sangat indah. Bersinar. Dia sempat mematung sebelum melahap bibir Rossi.


Di mobil lain.


"Kenapa mereka berhenti?" Tanya Jane heran melihat mobil Edgar yang tiba-tiba berhenti. Padahal mereka sudah hampir terlambat.


"Biarkan saja," jawab Joshua singkat. "Jane. Aku ingin bertanya padamu. Tapi aku tidak yakin untuk menanyakannya."


"Apa? Kamu bisa menanyakan apapun. Aku tidak akan keberatan." Jane tersenyum.


"Apa kamu ada disana tiga tahun yang lalu?" Kata Joshua dengan masih mengemudikan mobilnya.


"Hah? Ti-tiga tahun lalu... Tidak, tidak mungkin aku disana. Saat kamu menelepon ku saat itu, aku berada di hotel. Aku bahkan baru tahu jika terjadi sesuatu pada Olivia saat kamu menelpon ku. Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang itu? Apa terjadi sesuatu?" Kata Jane santai.


"Tidak ada, hanya bertanya saja. Aku juga berharap yang kamu katakan itu benar. Maaf jika aku menyinggungmu."


"Tidak. Aku tidak tersinggung sama sekali."


Setelah tidak jauh mobil Joshua berjarak darinya, Edgar menghentikan kegiatannya dan langsung menyusul. Dia bisa memakan wanitanya nanti, dia ada urusan di pesta itu.


Di lokasi pesta. Yvelines, kediaman Gerald.


Sudah cukup banyak tamu yang datang, namun Geralderd sebagai tuan rumah. Terlihat menunggu seseorang, tepatnya sebuah pertunjukan. Dia ingin melihat pertunjukan yang menarik.


Edgar dan Rossi memasuki ruangan pesta, mereka bergandengan tangan. Sangat serasi. Mereka terlihat bahagia. Joshua sudah ada di sana bersama Jane, tak jauh dari mereka. Dan menatap kedatangan Rossi bersama Edgar.


"Wah. Wah. Lihat siapa yang datang." Geralderd berjalan mendekat dan berhenti di hadapan Rossi. Edgar menatap tajam ke arahnya, seakan ingin membunuhnya. Tapi Geralderd tidak menghiraukan, dia malah meraih tangan Rossi dan mengecupnya, "Welcome to new world. The new leader of the lion gang."


"Apa?" Ucap Edgar dan Joshua serentak lagi. Mereka terkejut, "Ketua geng lion?"

__ADS_1


--***


__ADS_2