
Satu bulan kemudian.
Ting.
[Pernikahan Edgar Julia Stevenson, pengusaha sukses se Asia-Eropa dengan Rossi Alexandra, model cantik yang baru saja menjadi buah bibir para pengusaha sejak awal debutnya di Paris. Mereka…]
Ting.
[Pernikahan konglomerat nomor satu di Asia, Zeck Alexandra. Dengan Jane Gabriela, model top los angeles- yang pertunangan mereka sempat batal bulan lalu. Pernikahan ini…]
Masuk dua notifikasi bersamaan ke ponsel Joshua. Dia sedang berbaring dengan santai sambil menikmati pemandangan dari atas apartemen nya. Joshua sang pebisnis terkenal di los angeles- sudah kembali pada kehidupannya yang semula.
Dia tidak lagi memikirkan masalah wanita, karena sekarang dia sudah bisa menerima setiap wanita yang datang kepadanya. Salah satunya, model cantik yang baru saja membuat kontrak dengan perusahaannya. Wanita cantik itu bernama Mona Diandra.
"Jarang sekali ada berita yang masuk bersamaan, apa begitu menjadi panas. Hingga masuk ke ponselku," ucap Joshua meraih ponselnya yang berada di atas meja kecil dekat dia berbaring.
Sesaat setelah dia melihat layar ponselnya. Tubuhnya refleks langsung terduduk. Dia meng-klik berita itu dan muncul penjabaran singkat.
"Apa? Mereka akan melangsungkan pernikahannya dihari yang sama? Wah, Edgar. Kau bahkan tidak memandangku ya."
Joshua bangkit dari sana dan masuk ke dalam apartemennya, dia bersiap-siap. Tak lama tangannya mulai bermain lagi dengan ponsel, dia hendak menghubungi seseorang.
Tut. Tut
Panggilan terhubung.
"Atur keberangkatan ku ke Italia hari ini dan juga kosongkan semua jadwal Mona, dia ikut denganku."
"Baik tuan."
Sementara itu, pada waktu yang sama di kediaman Alexandra. Tempat pernikahan itu akan diadakan. Semua orang tampak sibuk menghias semua sudut rumah besar itu. Tidak boleh ada satu kekurangan pun pada acara nantinya.
Joshua tiba disana malam hari, dia kembali ke kediaman Stevenson sementara Mona bermalam di hotel tak jauh dari sana. Dia ingin menunjukkan wanita itu pada saat acara tersebut. Sebuah kejutan kecil.
Acara pernikahan itu akan dilangsungkan esok hari. Empat pengantin itu sudah sangat siap untuk hari esok, hanya saja masih tersisa sedikit kekhawatiran. Agnes tidak terlihat semenjak hari itu, keberadaan nya pun juga tidak bisa dilacak.
Tapi Edgar sudah menyiapkan penjagaan yang ketat jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.
__ADS_1
Gaby, putrinya juga tidak bisa menghubungi Agnes. Seakan wanita itu menghilang dari dunia ini.
***
Pagi hari sebelum acara dimulai, Joshua berada di sungai yang berada tak jauh dari kediaman Alexandra dan Stevenson. Dia berdiri di bawah pohon besar yang rindang sambil menikmati udara pagi. Tiba-tiba seseorang datang mengusir ketenangan udara itu pergi. Hans Alexandra.
"Joshua, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Hans.
"Oh Mr. Hans, aku hanya menikmati udara pagi. Dan anda kesini--,"
"Aku sering kesini jika merindukan putriku."
"Olivia?"
"Ya. Dia sering bermain disini sejak kecil, membuatku terus mencemaskan nya setiap dia kesini."
'Tunggu, sejak kecil. Apa gadis kecil itu--, tidak mungkin. Namanya adalah Anna," batin Joshua.
"Hmmm maaf Mr. Hans, tapi apakah dia dulu mempunyai nama kecil atau semacamnya?"
"Kenapa kamu bertanya?"
Mendengar hal itu Hans langsung ingat, Olivia pernah membicarakan seorang anak laki-laki padanya. Itu pasti Joshua. Tanpa ragu Hans mengungkapkan semuanya pada Joshua, mulai dari saat dia mengangkat Olivia menjadi putrinya bahkan dia juga menambahkan penjelasannya mengenai Zeck.
Joshua merasa tenang, jika dia sudah pernah menghabiskan masa kecil yang bahagia dengan Olivia. Walaupun itu bukan seberapa baginya, intinya dia lah yang menjaga Olivia sejak kecil. Dan lagi, ucapan Hans padanya mengenai Zeck membuatnya tidak percaya. Wanita yang dikatakan ayahnya, saat dia melakukan segala cara untuk mendapatkannya, adalah ibunya Zeck dan juga ibunya.
Mereka berasal dari rahim yang sama, pertanyaannya selama ini akhirnya terjawab. Ucapan Zeck yang selalu mengganggunya, mengenai dia dan ayahnya.
'Pantas saja hari itu, Zeck begitu marah saat melihatku ingin membawa Jane,' batinnya.
"Terimakasih Mr. Hans, kalau begitu aku ingin pamit pergi."
"Ya. Kuharap kalian bisa akur, dan aku yakin hal itu yang didinginkan olehnya."
Joshua mengangguk dan pergi. Dia juga yakin memang itu yang diinginkan oleh ibu mereka. Joshua pergi dari sana untuk menjemput wanitanya di hotel, dia tidak ingin terlambat.
Acara pernikahan tersebut berlangsung di pekarangan luas kediaman Alexandra. Taman bunga yang sebelumnya ada di timur bangunan itu sudah lenyap. Berganti dengan pernak pernik pernikahan. Begitu megah.
__ADS_1
Rossi menggandeng tangan Edgar, mereka berjalan menuju altar pernikahan. Yang kemudian juga di susul oleh Zeck dan Jane di belakang mereka. Seharusnya Zeck lah yang berada di depan bersama Jane, tapi Jane tidak setuju. Pria itu mengalah dan hanya menuruti nya.
Pernikahan mereka berjalan lancar, dan juga seharusnya ada hadiah pernikahan bukan?
Pameran mobil akhir bulan lalu tidak dimenangkan oleh Edgar ataupun Zeck, tapi Geralderd. Dia melelang mobil utama dengan harga yang sangat tinggi. Bahkan melebihi ekspektasi kedua pria itu. Mereka tidak akan menghabiskan uang mereka begitu banyak hanya untuk sebuah mobil.
Tepat sebelum pernikahan dilangsungkan, Edgar sudah memarkirkan mobil mewah kesayangannya di mansion Mafioso milik Zeck. Dan juga Zeck mengirim kotak kecil cantik yang berisikan sebuah kunci rumah, villa mewahnya yang berada di Korea Selatan.
Waktunya melemparkan buket bunga pernikahan yang dipegang oleh pengantin itu. Rossi melemparkan buket yang berada di tangannya.
Hap. Sarah menangkap nya. Hal itu membuat pria yang berdiri di sebelahnya menatap kearah Sarah. Mereka bertatapan cukup lama sebelum berpelukan, itu Jeck. Dia mencium Sarah dengan ciuman singkat. Membuat mata semua orang disana tertuju pada mereka. Pasangan yang tak diduga sebelumnya.
Zeck melemparkan buket kedua, cukup jauh. Dia terlalu menggunakan tenaganya.
Buket itu ditangkap oleh tangan seorang wanita yang berada di barisan paling belakang. Itu Mona, dia bersama Joshua.
Di atas altar pernikahan, Jane terkejut melihat wajah Joshua. Apalagi bersama dengan seorang wanita, tapi perlahan dia tersenyum. Itu berarti Joshua bisa bahagia dan tidak lagi larut dengan kenangan Olivia. Jane merasa tenang.
"Wah, itu Joshua. Kupikir dia tidak datang," ucap Rossi di samping Edgar.
"Tidak mungkin dia tidak datang ke pernikahan sepupu tercintanya," balas Edgar pada istrinya dan mengecup bibir Rossi.
Joshua berjalan bersama Mona melewati kerumunan dengan lancar, mereka memberi jalan pada mereka berdua menuju altar pernikahan tempat Zeck dan Jane berada.
Dia mengulurkan tangannya pada Zeck.
"Selamat atas pernikahanmu-- kakak. Semoga kebahagiaan selalu bersama kalian," ucapnya sambil tersenyum.
Zeck tersenyum mendengarnya, dia tidak punya alasan untuk membenci Joshua. Zeck menjabat tangan Joshua dan menariknya, mereka berpelukan.
"Terimakasih. Aku menantikan pernikahanmu," bisik Zeck padanya.
Mereka tersenyum akur, dan Jane cukup bingung dengan hal itu.
Zeck mengecup kening Jane, "aku akan menceritakan nya nanti," kata Zeck tersenyum bahagia.
Semuanya terlihat akur, tak ada lagi kesalahpahaman diantara mereka. Akhir yang bahagia.
__ADS_1
Sementara itu dari kejauhan, seseorang berada di balik pohon. Dia menggendong bayi dalam dekapannya, bayi laki-laki. Tatapannya penuh kebencian.
^^^The End.^^^