More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch-10


__ADS_3

Cinta keluar dari dalam kamar mandi, dengan mengenakan pakaian yang terpaksa dikenakan nya.....


Yang lebih membuat Cinta risih, adalah aroma baju tersebut.....


Pastinya itu aroma tubuh Vindra, karna baju yang kenakan nya adalah baju Vindra.


Cklek.....


Dia melangkah perlahan, sembari menengok kiri dan kanan nya. Mencari-cari sosok Vindra, namun tidak ada....


Cinta menghela nafas lega, dia tidak perlu bertemu pria itu. Tetapi tiba-tiba saja, pintu kamar terbuka dan masuklah seseorang.


Cinta terkejut dan kembali panik, bagaimana jika pria itu melihatnya. Pasti akan sangat malu fikir nya, dengan tampilan nya sekarang ini.....


" Permisi.... " sapa Bi wulan sopan.


Cinta mendengarnya, dia sadar jika itu bukan lah pria tadi.


" Den Vindra sudah menunggu dimeja makan.... "


Ucap Bi wulan lagi.


" Hah? Heheh gak usah bu.....katakan saja padanya saya tidak lapar "


Cinta menolak halus dan tersenyum kepada Bi wulan. Bi wulan begitu terpana dengan kecantikan Cinta, selama ini majikan mudanya itu tidak pernah membawa wanita pulang kerumah. Sekali membawa pulang, wanita yang dibawanya begitu cantik dan sopan...


Menerima penolakan halus Cinta, Bi wulan pun tak lagi panjang lebar. Dia langsung keluar kamar, dan menyampaikan pesan tadi kepada Vindra.


Sepeninggal Bi wulan....


Cinta memandangi sekeliling nya, dia baru sadar jika kamar tempat dia berada saat ini. Begitu besar dan mewah. Berbeda dengan kamar kos-kosan nya....


" Begini kah kamar orang-orang kaya? Beda sekali dengan kamar kos-kosan ku " gumam nya.


Namun tiba-tiba saja......


Dada nya kembali sesak, matanya mulai berkaca-kaca lagi. Dia kembali teringat kepada Andra, dan semua yang terjadi ditaman tadi.....


Mulai lagi kenangan-kenangan nya bersama Andra teringat kembali. Tidak bisa kah waktu diulang? Ingin sekali dia kembali dimasa dia belum mengenal Andra.


Bahkan kata-kata kasar dan hinaan yang dia terima tadi siang. Selalu tergiang dibenak nya, begitu banyak perbedaan antara mereka....


Cinta berjalan kearah kasur empuk Vindra. Dia duduk dipinggiran nya. Tak sengaja ia melihat cincin yang indah dijari manisnya.


Akhirnya air mata yang sedari ditahan nya keluar juga. Cinta tak bisa menahan nya lagi, terlalu sesak dirasa....


Melihat Cincin itu membuatnya semakin sakit, dia sadar jika niat Andra memberi itu. Hanya untuk hadiah perpisahan.....


Tangisan nya semakin pecah, dia menutup mulutnya agar tak ada yang mendengar isakan nya.


Dilepasnya cincin tersebut, lalu melemparnya kesembarang arah. Dia tak mau terus mengingat betapa sakitnya dia diputuskan sebelah pihak. Seperti ini.....

__ADS_1


" Hiks...hiks...hiks.... "


Dari luar pintu kamar, Vindra terhenti saat hendak membukanya. Dia terkejut mendengar suara isakan tangis Cinta....


Dia mengira Cinta pasti masih sedih dengan kejadian siang tadi. Vindra tidak tahu jika Andra telah memutuskan hubungan nya dengan Cinta....


Cklek.....


Vindra melangkah masuk kedalam kamar...


Melihatnya Cinta langsung cepat-cepat, mengusap air mata nya. Dan memalingkan wajah nya kearah lain. Tak ingin Vindra melihatnya menangis....


Vindra berjalan menghampiri Cinta dengan wajah datar nya. Kemudian dia langsung menggapai tangan Cinta dan menarik nya berdiri....


Cinta terkejut, sontak dia langsung menarik tangan nya kembali. Dia menatap aneh kearah Vindra....


" Apaan sih....main tarik-tarik aja "


Ucap Cinta, dengan suara serak parau. Akibat menangis...


" Paling tidak kamu harus makan agar bertenaga, jika ingin menangis sebanyak-banyak nya... "


Jawab Vindra sedikit ketus, dengan wajah songong nya.


Seketika mata Cinta membulat, dia pun menunduk sedih. Apa pria ini mendengar tangisan nya dari tadi?


" Aku tidak menangis.... " ucap Cinta lirih, masih menunduk.


Sahut Vindra lagi menyolot, tak mau kalah.


" ....lagian untuk apa sih kamu masih memikirkan ucapan nenek sihir itu tadi siang, anggap aja angin lalu "


Lanjut Vindra menatap serius wajah Cinta yang menunduk.


Cinta kembali terkejut, dan langsung menoleh kearah Vindra. Pria ini mengira jika dia menangis karna kejadian tadi siang.


" Aku.....aku tidak.... " jawab Cinta lirih dengan suara yang pelan, kembali ia menunduk.


" Tidak perlu memikirkan ucapan nya, yang terpenting kamu percaya Andra!! Dia pasti sangat mencintai mu, kalian berdua harus percaya dan sabar melewati ini bersama.... "


Tutur Vindra lalu tersenyum, dia pun melangkah menjauh menuju pintu. Namun langkah nya terhenti, saat Cinta mengucapkan kata-kata yang membuatnya terkejut....


" Aku tidak akan pernah percaya padanya lagi....Dia tidak mencintaiku, semua pria itu sama!! Tidak pernah ada yang bisa memegang janji yang terucap dari mulut brengsek mereka......Huuuaaa "


Ucap Cinta setengah berteriak dan membentak, tangisan nya kembali pecah. Air matanya berlinangan membasahi wajah Cantik nya....


Sedangkan Vindra terhenti dan langsung menoleh. Dia diam terpaku mendengar ucapan Cinta, dan berusaha mencerna nya dengan benar.....


Apa maksud wanita ini? Siapa yang dia maksud? Apakah kekasih nya yang dimaksud? Aneh sekali, apa terjadi sesuatu dengan hubungan mereka.......


Pertanyaan-demi pertanyaan terlintas dibenak Vindra.

__ADS_1


Entah kenapa hatinya begitu sakit melihat wanita tersebut menangis dihadapan nya. Ada apa dengan dirinya? Kenapa dia merasakan hal-hal aneh selama kehadiran wanita itu?


Vindra berjalan kembali menghampiri, Cinta yang menangis dipinggiran ranjang. Tangan nya perlahan mengelus-elus kepala Cinta dengan lembut.


" Kenapa dia begitu tega padaku? Salah ku apa? Sampai dia memutuskan hubungan sepihak terhadapku? "


Vindra pun menyandarkan kepala Cinta diperut sispack nya. Karna posisi Cinta yang duduk dan dia berdiri.


" Apa karna aku ini miskin, dan tidak sepantar dengan nya? Kenapa orang-orang selalu membeda kan kasta dan derajat manusia, aku benci kamu Andra ....hiks hiks hiks "


Tanpa sadar Cinta pun memeluk erat Vindra, dan semakin menenggelamkan wajahnya dibalik perut Vindra.


Vindra tersentak kaget, dia terdiam seperti patung. Dadanya berdebar hebat seketika, perasaan apa yang dia rasakan ini?


Vindra kembali mengelus-elus kepala Cinta, yang menangis tersedu-sedu itu.....


" Diamlah.....mungkin dia memiliki alasan tersendiri, kamu saja tak tahu "


Vindra membuka suara, mencoba menenangkahn hati Cinta. Dengan kata-kata nya.


Dia mengerti jika Cinta seperti ini, disebabkan Andra memutuskan nya tiba-tiba. Vindra merasa kasihan pada Cinta, tetapi disisi lain dia juga kasihan pada sahabatnya itu.


Yang pastinya saat ini, dia yakin Andra juga sama terpukulnya seperti Cinta......


" Jika dia memiliki alasan lain, kenapa dia tak memberitahuku? Aku membencimu Andra.... "


" Sudah diamlah..... "


" Aku membenci mu Andra, aku membenci mu....hiks hiks hiks..... "


Cinta terus menangis sejadi-jadinya. Sampai-sampai dia sedari tadi tak sadar, jika dia memeluk Vindra dengan begitu erat nya.


Membuat Vindra tak bisa bergerak, dan jadi gugup sendiri. Entah kenapa dia merasa seperti perjaka, yang gugup saat berada didekat wanita.


Tidak seperti dirinya yang biasa, saat ini Vindra seperti mati kutu. Tak bergeming sama sekali......


Namun tiba-tiba saja......


Seseorang masuk tanpa mengetuk pintu, Vindra dan Cinta tidak menyadari nya. Dalam posisi seperti itu, terlebih Cinta menangis terisak-isak, serta baju dan celana milik Vindra yang dipakainya.


Membuat seseorang itu terkejut bukan main melihat keduanya.....


" Vindra? " suara histeris wanita paruh baya.


Deg....


Betapa terkejutnya Vindra, mendengar suara histeris tersebut. Dia pun langsung menoleh kearah sumber suara itu.....


" Mamah.... " gumam Vindra,


Begitu pun Cinta yang langsung melepaskan pelukan nya, dan mengusap cepat air matanya. Saat ini dia begitu takut, akan kah dia hendak dihina seperti Dewi mamah Andra. Menghina dan mencaci nya habis-habisan, karna mengganggu anaknya.

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2