
Pagi itu mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Karena Cinta yang merasa tidak enak badan. Kepala sekolah pun mengizinkan.
Diperjalanan pulang.
Cinta hanya diam tanpa berkata apapun. Dia hanya menatap diam keluar jendela. Sebenarnya dia juga tidak sedang memandangi pemandangan sepanjang jalan. Melainkan gadis itu diam melamunkan sesuatu.
"Eehmm....Bagaimana kabar nenek mu?" Vindra mencoba mencairkan suasana.
Cinta menoleh kearah Vindra. "Nenek? Di-dia baik-baik saja..." jawab Cinta dengan gugup.
Setelah terjadi percakapan singkat itu. Suasananya kembali hening. Cinta kembali memalingkan wajah nya menatap sendu keluar jendela.
Vindra yang juga kala itu tengah dalam mood yang tidak bagus. Akibat panggilan telpon dari seorang lelaki tadi di ponsel Cinta. Membuat Vindra kehilangan mood nya.
Beberapa jam kemudian.
Tepat pukul dua belas siang atau tengah hari. Vindra telah sampai mengantarkan Cinta ke tempat kost nya.
"Makasih yah Vin, " ucap Cinta sembari tangan nya hendak membuka pintu mobil.
"Sama-sama sayang...." Vindra mendekat kepada Cinta. Niatnya mau mengecup kening kekasih nya itu.
__ADS_1
Tapi tidak disangka Cinta malah langsung keluar dari mobil. Membuat hati Vindra sedikit sakit. Tapi tidak mau dia memperlihatkan jika dirinya sakit hati.
"Istirahatlah, aku akan menghubungi mu jika sudah sampai di rumah...." ucap Vindra melambai dengan tersenyum cerah. Cinta hanya mengangguk wajah nya murung dan datar. Dua tidak menjawab dan langsung berbalik badan masuk ke dalam halaman kost nya.
Vindra menatap heran punggung belakang Cinta yang menghilang semakin menjauh. "Ada apa denganmu Cinta....tidak biasanya kamu seperti ini padaku...." gumam Vindra dengan raut wajah sedih.
Ia pun mulai menancap gas pergi dari tempat itu. Menuju rumah nya. Sesampainya di rumah, Vindra memeriksa ponselnya. Berharap ada pesan atau panggilan terjawab dari Cinta. Namun nihil, harapan nya itu sia-sia.
"Aku kecewa padamu Cinta, tapi aku tidak bisa marah" ucap Vindra seraya menatap layar ponselnya yang menampakan wajah Cinta yang menjadi wallpaper depan nya.
"Apa aku ada salah terhadapmu?"
Vindra menghempaskan tubuh nya di atas tempat tidur. Memejamkan mata sejenak, melepaskan penat yang dia rasakan. Tapi tidak tahunya Vindra malah ketiduran sampai di sore harinya.
Audy membangunkan Vindra yang terlelap meringkuk seperti udang itu. Vindra mengerjapkan matanya. Ia duduk sambil mengucek ujung mata.
"Ada apa mah? Vindra ngantuk sekali...." ucap Vindra malas.
"Kamu ini yah...tuh tadi Cinta menelpon di telpon rumah mencarimu...." ucap Audy.
"Apa? Cinta menelpon di telpon rumah? Masa sih? Kok dia gak telpon Vindra aja langsung" pekik Vindra dengan raut wajah terkejut.
__ADS_1
"Dia bilang kamu gak angkat-angkat telpon nya...." sahut Audy.
"Benarkah?" Vindra meraih ponselnya. Ternyata benar ada sebelas panggilan tak terjawab dari Cinta. "Astaga....bisanya aku tertidur."
"Terus Cinta bilang apa lagi mah?" tanya nya kepada sang mamah.
"Dia gak bilang apa-apa....Tapi...."
Audy terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Tapi apa mah?" Vindra bertanya kembali dengan antusias.
"Mamah mendengar suara Cinta seperti sedang menangis, apa cuman perasaan mamah aja kali yah....Entahlah...."
Vindra langsung beranjak cepat-cepat dari tempat tidur berlari ke arah kamar mandi.
"Eh, Vin kamu mau kemana buru-buru...." tanya Audy yang melihat anak nya itu panik sendiri.
"Vindra mau datangin Cinta...." teriak Vindra yang kini sudah berada di dalam kamar mandi.
TBC.
__ADS_1
Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️
Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻