More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 50


__ADS_3

Setelah mengerjai Cinta dengan beralasan ingin buang air kecil. Vindra seperti tidak ada puas nya untuk mengerjai gadis cantik itu.


Kini Vindra tengah duduk di atas tempat tidur. Dengan perhatian nya Cinta menyelimuti tubuh Vindra dengan selimut.


Vindra tersenyum kepada Cinta, sedang kan yang di senyumin malah mengerucutkan bibir nya karena kesal. "Apa lagi? Kenapa senyum-senyum gitu? Kayak orang gila...."


"Tapi ganteng kan....." Sahut Vindra percaya diri.


"Cihh....iya-in saja lah, dari pada nanti nangis" ucap Cinta sembari tertawa pelan meledek Vindra.


"Siapa yang nangis? Aku? Hahaha.....gak salah yah? Yang cengeng itu kamu....." Vindra tertawa renyah menunjuk dadanya kemudian menunjuk dahi Cinta dengan sedikit penekanan.


Cinta cemberut wajah nya merah padam menahan emosi nya. "Gak usah sentuh-sentuh aku....." Cetus nya berbalik badan.


"Marah lagi...." Vindra menarik tangan Cinta untuk duduk kembali.


"Bantu aku membersihkan tubuhku, aku tidak bisa tidur dengan keringat yang melengket ini....." Ucap Vindra polos tanpa dosa.


Cinta kembali menoleh dengan tajam. Ia tak menjawab hanya suara helaan nafas saja yang terdengar. Cinta beranjak dan berjalan menuju lemari pakaian Vindra. Mengambil baju kaos berwarna putih dan handuk putih kecil.


Kemudian handuk tersebut ia bawa kedalam kamar mandi. Membasahi nya dengan air yang hangat. "Buka baju mu....." Ucap Cinta menyuruh Vindra untuk membuka bajunya.


"Jangan mesum yah pikiran mu....." Vindra membuka bajunya.

__ADS_1


"Huh.....gak usah banyak bicara tuan Vindra yang super duper ganteng nya....." Cinta melotot berbicara dengan gigi yang menggeretak karena gemas.


"Emang aku ganteng kan....kamu aja suka" ucap Vindra.


Mendengar ucapan Vindra, Cinta terdiam. Tangan nya berhenti ketika sedang mengusap punggung belakang Vindra menggunakan handuk basah tadi. Ia menatap sendu punggung tegap itu.


Apa benar dia menyukai lelaki ini? Tapi bagaimana dengan perasaan nya kepada Andra? Apa sudah mengikis sedikit demi sedikit sosok Andra tergantikan oleh sosok Vindra. Yang lebih banyak memberikan warna dalam kehidupan nya. Meskipun baru mengenal kurang lebih tiga bulan terakhir. Tapi Cinta sudah merasakan kenyamanan ketika bersama Vindra. Walaupun terkadang suka berkelahi atau berdebat karena hal yang tidak jelas.


"Kenapa diam? Cepat sedikit aku kedinginan, Cinta" Vindra menyentuh tangan Cinta yang memegang handuk putih kecil. Membuat gadis itu tersadar dari lamunan nya.


"Maaf...." Lirih Cinta kembali mengusap punggung Vindra.


Setelah selesai di bagian belakang. Kini Vindra dan Cinta duduk berhadapan. Cinta menelan salivanya ketika hendak mengusap bagian tubuh depan Vindra. Perlahan tangan nya mulai menyentuh pundak, dada, dan perut sispack Vindra.


"Kenapa kamu berkeringat...." Vindra mengusap peluh di kening Cinta.


Cinta terkejut tatapan mereka bertemu. Saling menatap lama, berbicara di dalam hati masing-masing.


Aku berharap bisa memiliki mu seutuh nya Cinta....


Walaupun masih panjang waktu yang harus kita lewati, tapi aku sudah merasa kamu adalah pelabuhan terakhir hatiku.....


Vindra~

__ADS_1


Benar Vin....


Sepertinya aku sudah mulai menyukaimu....


Aku merasa begitu nyaman melakukan hal apa saja bersama mu....


Aku sempat mengira hidup ku akan sepi jika Andra tidak ada, tapi kehadiran mu seakan mengisi kekosongan itu....


Aku harap kita akan selalu seperti ini selamanya....


Cinta~


Eehmm....


Vindra berdehem membuyarkan lamunan Cinta. Keduanya sama-sama memalingkan wajah ke arah lain. Mencoba mengatur nafas mereka masing-masing.


Suasana hening. Cinta kembali menyelesaikan tugas nya. Memakaikan baju Vindra. Menyisir rambutnya dengan lembut. Hingga Vindra begitu terbuai dengan sentuhan tangan Cinta di kepala nya.


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2