
Setelah berbincang lama bersama Audy, Cinta pun berpamitan untuk pulang. Audy meminta kepada Vindra mengantarkan pulang Cinta. Dengan senang hati Vindra menuruti permintaan sang mamah. Karna sebelum mamanya meminta, Vindra memang sudah berniat untuk mengantar Cinta.
Diperjalanan pulang, entah kenapa Cinta memeluk Vindra tanpa di suruh. Bahkan Vindra bisa merasakan pelukan Cinta begitu eratnya. Vindra jadi sedikit gugup dan risih.
"Eehmm...." Vindra berdehem untuk menyadarkan gadis di belakang nya itu. "Kamu gak sadar atau gimana?" ucap Vindra.
Cinta diam dan semakin mengeratkan pelukan nya, membuat Vindra susah untuk bernafas. "Eeemmhh....lepaskan aku tidak bisa bernafas" Vindra menggeliat sembari mencoba fokus menyetir.
"Pliss.....biarkan seperti ini sebentar saja, atau kali ini saja" lirih Cinta, yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
Vindra tertegun mendengar suara Cinta yang bergetar seperti sedang menangis. Vindra terdiam dan membiarkan Cinta memeluk tubuhnya dengan erat.
Sampailah mereka di depan gerbang kost-kostsan Cinta. Cinta pun turun dari motor Vindra. Lalu di bantu oleh Vindra membukakan helm nya.
"Makasih yah....." ucap Cinta tersenyum, dengan mata yang sembab dan hidung yang merah. Ketahuan sekali jika dia habis menangis.
Vindra membalas senyuman Cinta. "Sama-sama...." sahut Vindra. Saat Cinta hendak berbalik masuk ke dalam gerbang, tiba-tiba Vindra menarik tangan nya. "Tunggu...."
Cinta menoleh dan menatap Vindra dengan heran. "Ada apa? " tanya nya.
"Apa kamu mau turun sekolah bareng dengan ku?" tanya Vindra sembari menggaruk kepala nya lalu tersenyum.
Cinta menggeleng "Aku tidak bisa, ada yang harus ku urus besok pagi sebelum pergi ke sekolah" ucap Cinta menolak ajakan Vindra.
"Baiklah...kalau begitu aku pergi dulu" sahut Vindra tak bersemangat. Setelah ditolak mentah-mentah oleh Cinta.
"Bye....hati-hati dijalan, dan sampai jumpa di sekolah besok" Cinta melambaikan tangan sembari melempar senyuman nya pada Vindra.
Vindra mengangguk dan tersenyum memaksa pada Cinta. Hati bagaikan patah semangat, dia langsung menancap gas pergi dari kost-kostsan Cinta.
Brum...brum...brum
Cinta menatapi kepergian Vindra yang semakin jauh menghilang. Dia merasa tidak enak hati telah menolak niat baik Vindra. Tapi apa boleh buat, karna ada satu alasan hingga dia menolak ajakan tersebut.
__ADS_1
Cinta pun langsung masuk ke dalam kamar kost nya, menaruh tas diatas meja. Lalu merebahkan diri di kasur tipis milik nya. Sambil menatap langit-langit kamar nya, Cinta sedang memikirkan perlakuan baik Audy dan Vindra padanya.
Perasaan baru saja mereka kenal, tapi kenapa ibu dan anak itu memperlakukan dia dengan sangat baik. Baru kali ini dia bertemu Orang kaya yang tidak sombong seperti mereka.
"Aku semakin merasa penasaran, siapakah dirimu Vindra? Kenapa kamu memperlakukan diriku sebaik ini? Bahkan kamu berhasil membuatku merasa nyaman di dekatmu, seperti aku berada di dekat Andra" batin Cinta bertanya-tanya.
Setelah lama berdiam diri melamunkan sesuatu. Cinta akhirnya memutuskan untuk mandi. Sehabis mandi dia langsung bersiap-siap untuk pergi bekerja.
.
.
Seperti biasa Cinta menawarkan produk yang di jual nya kepada para pelanggan-pelanggan di sebuah Cafe. Terutama para lelaki yang perokok.
"Cinta...." sapa seorang wanita menepuk pundak belakang Cinta.
Lantas Cinta langsung berbalik ke arah sumber suara tersebut. Cinta mengerinyit heran mendapati sosok wanita cantik dan sexy itu. Wanita itu tersenyum kepadanya, tapi Cinta hanya diam dengan raut wajah datar.
Cinta sadar dan mengingat jelas wanita itu, dia pun memutar bola matanya malas. Entah kenapa dia begitu kesal dan tidak suka oleh sikap wanita tersebut. Yang tak lain adalah Mey mantan pacar Vindra.
Cinta merasa Mey terlalu vulgar dan sensual, dari cara bicara, sikap, sekaligus cara berpakaian nya. Seperti sengaja ingin menggoda mata para lelaki terutama Vindra tadi pagi.
Cinta tersenyum kecil yang di paksa nya. "Aku ingat kok...." ucap nya.
"Kebetulan yah kita ketemu disini, kamu lagi ngapain?" ucap Mey sok akrab membuat nya terlihat semakin memuakan dimata Cinta.
Cinta hanya tersenyum dan enggan untuk menjawab. Karna dia fikir bukan urusan Mey dia ada disini. Mey melirik ke arah kotak rokok yang ada di tangan Cinta. Dia tersenyum miring seperti meledek, bahkan teman-teman yang di belakangnya sudah bergosip. Menggibahin tentang penampilan dan pekerjaan Cinta.
Cinta tidak memerdulikan omongan mereka tentang nya. Yang terpenting itu adalah pekerjaan halal kok. Cinta pun hendak berbalik meninggalkan Mey.
Tapi seketika itu juga Mey merampas dua kotak rokok dari tangan Cinta. Lalu melemparkan nya pada dua teman dibelakang nya.
Cinta menatap tajam ke arah Mey. "Apa maksudmu?" tanya Cinta dengan nada tinggi.
__ADS_1
Mey malah menyeringai, "Ada apa? Bukan kah kamu menjualnya? Yah kami ingin membeli nya, kebetulan teman-teman ku yang cowok-cowok di sana itu perokok" ucap Mey, sembari menunjuk teman lelaki nya yang duduk dimeja ujung kafe itu. Nampak dua orang lelaki sedang melambai dan tersenyum. Tatapan yang aneh kearah Cinta.
Cinta menarik nafas nya dengan pelan dan menghembuskan nya. Mencoba untuk tenang, "Baiklah harga nya segini......." Cinta menyodor kan kertas harga kepada Mey.
"Ooh iya kata temenku yang pake baju biru salam untukmu, apa dia boleh meminta nomer telpon mu...hihihi" ucap Mey cengingisan dengan kedua teman wanita nya. Sebelum dia memberikan sejumlah uang untuk membayar dua kotak rokok tadi.
Cinta semakin menatap Mey dengan kekesalan. "Maaf, aku tidak memberikan nomer ponsel ku kepada orang asing...." sahut Cinta dengan ketus nya.
Mey tersenyum miring dan menatap Cinta dengan tatapan merendahkan. Saat dia hendak memberikan uang tersebut di tangan Cinta. Dengan sengaja Mey malah menjatuh kan nya ke lantai hingga berserakan.
"Oopss....sorry, gak sengaja" setelah puas mengerjai Cinta, Mey dan teman-teman nya pun pergi.
Meninggalkan Cinta yang sedang memunguti uang yang berserakan dilantai. Dengan hati yang sakit dan emosi tingkat dewa. Cinta tetap mencoba tenang dan profesional dalam bekerja. Dia pun kembali melanjutkan pekerjaan nya, tanpa menghiraukan Mey dan teman-teman nya yang brengsek.
Sore berganti malam.....
Tepat pukul 21.00 WIB, Cinta telah selesai bekerja. Dia pun bergegas pulang ke kost-kost san nya.
Sesampainya di kost, Cinta langsung mandi dan bersih-bersih untuk istirahat. Tetapi sebelum tidur, Cinta menyempatkan diri untuk belajar kembali. Membaca rangkuman yang sudah dia tulis tadi pagi di rumah Vindra.
Cinta duduk diatas kasur sembari membuka tas dan mengeluarkan buku catatan dari dalam nya. Cinta membuka buku catatan itu, betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah cincin terselip di balik halaman nya.
Cinta mengerinyit heran dan mengambil cincin tersebut. Di perhatikan nya dengan seksama cincin itu, air matanya menetes seketika itu juga.
Cinta menggenggam erat cincin tersebut, dan menyatukan kedua tangan di dadanya. Dia menangis hingga terisak-isak, "Maafkan aku ndra....sebagai pacarmu aku terlalu bodoh untuk menyadari perubahan sikapmu itu. Maafkan aku.....hiks hiks hiks...."
Lama dia menangis, sampai pada akhirnya dia terkantuk sendiri. Lalu tertidur sambil menggenggam cincin dari Andra itu. Dia juga sampai melupakan niatnya untuk belajar sebelum tidur.
.
.
TBC.
__ADS_1