More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 52


__ADS_3

Vindra terbangun dari tidur nya. Ketika merasakan cekat di tenggorokan nya. Ia pun beranjak dari tempat tidur hendak mengambil air minum ke dapur.


Sesampainya di dapur ia langsung meminum air putih yang tersedia di atas meja makan. Sambil meminum nya Vindra menoleh kiri dan kanan. Dia sadar jika orang tua nya belum juga kembali.


Vindra menghela nafas sambil geleng-geleng kepala. Sudah terbiasa dia seperti itu. Setelah sudah selesai menuntaskan dahaga nya. Vindra kembali menuju kamar nya.


Tetapi di tengah jalan, langkah nya terhenti. Ketika melihat kamar tamu yang lampu nya menyala. Pintu kamar itu juga terbuka sedikit. Penasaran ia pun mendekati kamar tamu itu.


"Sejak kapan kamar tamu ini terbuka, pasti ini kerjaan bi Wulan yang habis bersih-bersih tapi lupa menutup kembali...." Vindra meraih gagang pintu kamar tersebut, mendorong nya agar terbuka lebar.


"Aaaaa....." Teriak seorang gadis.


Vindra terkejut, matanya membulat cepat-cepat ia keluar dan menutup kembali pintu. Tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Cinta? Sedang apa dia disini? Bukan kah tadi dia bilang akan segera pulang?


Tok...tok...tok


Vindra mengetuk pelan pintu tadi.


"Sudah belum....?" Bisik nya pelan, agar tidak ada orang yang mendengar. Hanya Cinta yang berada di dalam kamar itu saja yang mendengar.


Cinta hanya berdehem artinya sudah selesai. Vindra pun kembali masuk ke dalam. Tak lupa dia menutup pintu kembali.


"Bisa tidak jangan main nyelonong masuk aja, gak tau apa kalau orang lagi ganti baju" gerutu Cinta dengan wajah yang merah padam.

__ADS_1


"Lagian, kenapa kamu gak tutup dan kunci pintu nya?" Vindra berjalan mendekati Cinta yang kini sedang duduk di tepi tempat tidur.


"Aku sudah menutup nya, tapi aku tidak tahu cara mengunci pintu itu...." Ucap Cinta pelan karna malu.


Vindra menahan tawa melainkan hanya tersenyum melihat Cinta yang tersipu malu. "Bodoh...." Ucap Vindra pelan kearah belakang.


"Apa kamu bilang? Siapa yang bodoh?" Cinta melototi Vindra yang tersenyum miring.


"Kamu....kamu yang bodoh, dasar cewek bodoh" Vindra kembali menunjuk dahi Cinta beberapa kali, hingga kepala nya ter mundur sedikit.


Cinta berdecak kesal, dengan bibir yang mengerucut. Ia memalingkan wajah ke arah lain. Kesal terhadap wajah songong Vindra.


"....untung saja aku yang lewat, bagaimana jika itu orang lain? Mungkin sekarang kamu pasti sudah di terkam? Hahahah" lanjut Vindra berbisik di telinga Cinta lalu tertawa.


"Habis nya kamu ngeledekin aku mulu...." Cinta melipat tangan di dada nya.


"Siapa yang ngeledekin? Aku cuman ingatin kamu aja tau, dasar cewek bodoh" protes Vindra.


"Sana pergi, aku mau tidur" cetus Cinta mengusir Vindra.


"Aku gak mau...." Ucap Vindra tidak beranjak dari posisi nya.


"Terus kamu mau apa? Besok kita sekolah Vin, ada pengumuman penting mengenai perpisahan" Cinta menatap Vindra dengan lekat.


Vindra mendekatkan wajah nya ke wajah Cinta. Sontak Cinta terkejut dan menjadi canggung. "Aku mau kamu Cin....." Lirih Vindra di telinga Cinta.

__ADS_1


Cinta semakin gelisah di buat nya. Gadis itu merasa bulu kuduk di lehernya berdiri ketika Vindra menghembuskan nafas di sekitar telinga dan leher nya.


"Vin...jangan macam-macam, ini di rumah mu...bagaimana jika ada yang melihat kita sangat dekat seperti ini...." Ucap Cinta pelan. Kini wajah nya merah merona.


Ia mendorong sedikit dada Vindra untuk mundur. Tapi masalah nya Vindra malah mengunci tubuh Cinta agar tidak bisa bergerak. "Semua orang sudah tidur, tidak akan ada yang melihat kita...." Ucap Vindra lagi sembari hidung nya menyentuh tengkuk leher Cinta. Membuat gadis itu semakin gelisah.


"Vindra....kembali ke kamar mu, jangan menggangguku disini....aku mau tidur" dengan tegas Cinta mendorong tubuh Vindra menjauh dari tubuh nya.


Vindra pun beranjak. Ia tersenyum tipis samar-samar. "Baiklah, aku pergi dulu....Good Night Cinta" ucap nya sembari berlalu keluar dari ruangan itu.


Sepeninggal Vindra, Cinta menghela nafas panjang. Akhirnya dia bisa bernafas dengan benar. Sedari tadi dia menahan nafas nya karna gugup. Degup jantung nya sudah sangat tidak karuan tadi.


Sebenarnya apa sih yang mau dia lakukan?


Selalu saja membuatku seperti ini....


Vindra emang nyebelin banget....


Cinta terus menggerutu di dalam hati. Memaki dan mengatai Vindra. Ketika mau tidur pun dia terus teringat kejadian tadi. Deruan nafas Vindra ketika menyentuh tengkuk leher nya benar-benar selalu terbayang di kepala Cinta. Tidak lama kemudian, akhirnya ia pun tertidur.


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2