More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 68


__ADS_3

Vindra baru saja sampai dirumahnya. Dia langsung bergegas masuk kedalam kamar. Membersihkan diri di dalam kamar mandi. Lalu kembali masuk ke dalam kamar. Merebahkan tubuh nya juga di atas tempat tidur.


Vindra meraih ponsel nya yang terletak di atas nakas. Tak sengaja Vindra menyenggol sebuah bingkai foto. Di bingkai tersebut ada gambar foto dirinya bersama dengan Andra.


Vindra meraih bingkai tersebut. Tanpa sasar air mata nya menetes. Vindra tak kuasa memandang wajah sendu sahabat nya itu.


Aku sudah menepati janjiku, aku harap kamu bisa tenang di sana....


Jangan khawatir aku pasti akan menjaga Cinta untuk mu....


Tapi aku juga mau minta maaf padamu Ndra, jika saat ini aku sudah jatuh cinta pada kekasih mu itu....


Egois? Kamu tau sendiri aku memang seperti itu? Bukan kah kamu bilang tidak apa jika aku menyukai nya? Tapi bagaimana jika aku mencintainya?


Vindra mengusap air matanya. Lalu menaruh kembali bingkai foto itu di atas nakas. "Tenanglah disana Andra...."


Setelah itu Vindra pun menghubungi Cinta. Karena dia sudah berjanji jika dia sudah sampai di rumah, Vindra akan menelpon Cinta. Pasti gadis itu sudah menunggu telpon darinya sedari tadi.


"Apa kamu sudah sampai di rumah Vin?" Tanya Cinta di seberang panggilan.


"Hmm...." Jawab Vindra singkat hanya deheman saja.


"Ada apa? Kenapa kamu menjawab nya seperti itu??" Tanya Cinta lagi.


Vindra diam sejenak, mengambil nafas lalu menghembuskan nya perlahan. Sebenarnya Vindra tidak mau Cinta mengetahui jika dirinya tadi habis menangis.


"Aku tidak apa-apa hanya lelah saja...." Jawab Vindra.


"Ada apa dengan suara mu Vin? Apa kamu menangis?" Cinta terdengar cemas.


"Aku baik-baik saja, itu hanya perasaan mu...untuk apa aku menangis?" Ucap Vindra mencoba membuat Cinta yakin.


"Hmm...baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok"


"Istirahat lah, besok tunggu aku di sekolah....."


"Bye...."


"Bye...."

__ADS_1


Panggilan pun terputus. Vindra menghela nafas lega. Malam ini dia merasa akan sangat terasa pilu. Karena sedari tadi dirinya selalu kepikiran Andra. Rasa bersalah menghantui Vindra. Apa sudah benar yang dia lakukan ini? Apa tidak apa-apa jika dia menjalin hubungan dengan mantan kekasih sahabatnya? Vindra gusar sendiri tidak tenang.


***


Keesokan pagi nya.


Cinta tengah berdiri di depan gerbang sekolah. Gadis itu terlihat panik tidak tenang. Sedari tadi dia terus bolak-balik keluar gerbang untuk memastikan sesuatu.


"Kamu dimana sih Vin?" Gumam Cinta mengusap jemarinya merasa khawatir. Jika Vindra tidak akan datang.


Tiba-tiba terdengar suara riuh dari pengeras suara. Kepala sekolah sudah mengingatkan jika mereka akan berangkat lima belas menit lagi.


Cinta yang mendengar nya jadi semakin panik. Kenapa Vindra belum juga datang. Cinta sudah berjanji jika dia tidak akan ikut jika Vindra tidak ikut. Karena Cinta takut, dia sama sekali tidak mengenal daerah tersebut. Yang dia tahu hanya daerah Jakarta saja, itu pun hanya beberapa yang sering dia datangi.


"Maaf pak, apa bisa kita menunggu sebentar lagi, karena dari tadi Vindra belum juga datang" Cinta memohon kepada kepala sekolah.


"Tidak bisa, Ravindra itu memang seperti itu anak nya....acara seperti ini bapak yakin dia tidak akan mau ikut" sahut bapak kepala sekolah.


"Tapi pak, saya mohon berikan saya waktu sepuluh menit saja untuk menunggu Vindra datang...."


Cinta menyatukan kedua tangan nya memohon sebesar-besarnya kepada bapak kepala sekolah.


Saat lagi sibuk memohon kepada bapak kepala sekolah. Tiba-tiba saja terdengar suara geberan mobil yang memasuki gerbang sekolah. Sontak Cinta langsung menoleh ke arah sumber suara. Seketika sudut bibir nya tertarik menciptakan senyuman manis. Lega rasanya.


Semua murid yang berkumpul semua nya menatap kedatangan Vindra yang terlambat itu. Mereka semua berdecak kagum melihat mobil mewah tersebut. Yang juga di kemudikan oleh Vindra. Cowok tertampan dan terpopuler di sekolah mereka.


Tapi ada pula yang berdecak kesal dan iri terhadap Vindra dan Cinta. Seperti Mey yang berdiri berkacak pinggang di depan mobil nya.


"Aku sangat membenci kalian berdua....." Mey mengepal kan tangan nya karena kesal. Melihat Cinta yang masih bisa tersenyum bahagia.


Dari dalam mobil, Vindra sudah tersenyum melihat Cinta. Gadis itu nampak sangat bahagia menyambut kedatangan nya. "Lihatlah, dia bisa tersenyum lebar seperti itu dengan kedatangan ku...."


Kemudian Vindra membuka pintu mobil. Dengan memakai celana jeans hitam, kaos putih, sepatu putih, serta kaca mata hitam. Vindra keluar dari mobil sambil mengacak-acak rambut nya.


"Vin, aku senang kamu datang...." Cinta langsung menghambur ke arah Vindra. Memeluk kekasih nya itu dengan sangat erat.


Rasa takut yang ia rasakan, jika saja Vindra tidak datang hilang seketika. Kini lelaki yang ia tunggu-tunggu sedari tadi sudah ada di hadapan nya. Cinta memeluk Vindra tanpa memperdulikan sekitarnya. Jika banyak sepasang mata yang melihat mereka berpelukan.


"Hmm, Cinta...." Ucap Vindra mengusap-usap punggung Cinta.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Cinta yang masih enggan melepaskan pelukan nya.


"Senang boleh, tapi bukan kah kamu malu jika banyak orang yang sedang menatap kita berdua saat ini....." Ucap Vindra lagi mengingatkan kepada Cinta.


Mata Cinta membulat, dia tersadar jika saat ini banyak orang yang melihat mereka berdua. Cinta pun langsung melepaskan pelukan nya. Dengan wajah yang merah merona karena malu.


"Maaf...." Lirih nya tersenyum getir sembari menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.


"Maaf pak, saya telat bangun tadi...." Vindra mendekati kepala sekolah lalu meminta maaf dengan wajah tengil nya. Ia malah seperti orang yang sedang meledek bukan nya menyesal karena sudah terlambat.


"Kamu ini...." Decak kepala sekolah. "Yasudah kalau begitu kita akan berangkat sekarang juga, semua nya harap masuk ke dalam bis....dan untuk yang menggunakan kendaraan sendiri bapak harap kalian harus mematuhi lalu lintas mengikuti bis utama di belakang yah....." Titah bapak kepala sekolah menggunakan pengeras suara.


"Siap pak...." Sahut semua murid bersamaan.


Vindra merangkul sang kekasih. Menarik Cinta menuju mobil nya. "Aku merindukan mu...cups" bisik Vindra di telinga Cinta lalu mengecup pipi gadis itu sekilas.


Cinta menatap sinis Vindra yang sedang menyeringai licik. "Cih, baru juga kemarin bertemu, sudah rindu aja...dasar gombal."


"Terserah lah apa katamu, yang jelas aku benar-benar merindukan tuan putriku ini...." Lagi-lagi Vindra mengecup pucuk kepala Cinta sembari membuka kan pintu mobil untuk gadis itu.


Setelah Cinta masuk kedalam mobil. Vindra langsung bergegas masuk juga ke dalam mobil di sisi kemudi.


"Kamu kenapa pakai baju begitu sih? Jaket nya mana?" Tanya Cinta memperhatikan baju yang Vindra kenakan.


"Ada sayang ada, aku bawa jaket kok...." Jawab Vindra mendekatkan wajah nya ke wajah Cinta. Seperti ingin mencium nya. Cinta langsung mendorong dada Vindra agar menjauh


"Mesum, sana jauh-jauh...."


"Biar kan mesum nya juga sama kamu aja, hahaha" Vindra tergelak.


Cinta ikut tertawa dan tersenyum bahagia, melihat Vindra tertawa. "Aku gak mau kamu sakit nanti Vin, aku dengar di sana udara nya sangat dingin...."


"Iya sayang, makasih yah sudah khawatir....cups" Vindra mengusap pucuk kepala Cinta lalu mengecup nya lagi.


Indah dan manis nya pemandangan romantis Cinta dan Vindra. Tetapi di balik itu, dari kejauhan ada seorang wanita yang tampak sangat kesal. Dari sorot matanya seperti nya dia sangat tidak menyukai hubungan manis antara Vindra dan Cinta. Tentu saja wanita itu adalah Mey. Di dalam kepala nya Mey sudah merencanakan sesuatu untuk membuat kedua orang itu sengsara.


"Tunggu saja kalian berdua, kalian bisa tersenyum sekarang......." Gumam Mey tertawa licik.


TBC.

__ADS_1


Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️


Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻


__ADS_2