More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 17


__ADS_3

Setelah mengantar pulang Cinta, Vindra melajukan motornya. Menuju rumah tentunya, tidak terasa hari sudah gelap......


Sesampainya dirumah, Vindra langsung masuk kedalam kamarnya. Vindra merasa sangat lelah sekali, dia pun menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.


Tanpa mengganti seragam sekolahnya, Vindra berbaring terlentang. Menatap sendu kelangit-langit kamarnya. Fikiran nya melayang jauh, memikirkan sosok Cinta....


Sunggingan senyuman pun tercipta disudut bibir tipis nya. Membayangkan wajah lucu Cinta, jika sedang marah. Vindra yakin jika Cinta adalah wanita yang kuat. Tapi kenapa, jika berhadapan dengan Dewi mamahnya Andra. Nyali Cinta tiba-tiba menciut, dia begitu takut.....


Tok....tok....tok


Seseorang mengetuk pintu kamar Vindra, membuat nya terkejut dan membuyarkan lamunan nya. Vindra pun bangun dan duduk dipinggiran kasur....


" Siapa? " Tanya Vindra setengah berteriak.


" Bibi den..... " sahut Bi Wulan.


" Ada apa Bi? Vindra lagi mau mandi " tanya Vindra kembali.


" Anu den.....Makan malam nya sudah siap " jawab Bi wulan.


" Nanti Vindra turun, habis mandi "


Vindra pun beranjak dari duduk nya. Dia langsung berjalan kearah kamar mandi. Sambil membuka satu persatu kancing kemeja nya. Lalu membukanya dan menaruh nya dikeranjang pakaian kotor.....


.


.


.


Setelah selesai mandi, Vindra langsung keluar kamar. Menuruni anak tangga, kelantai bawah menuju ruang makan.


Vindra menyipitkan matanya, menatap heran meja makan yang tidak ada siapa pun. Hanya makanan secukupnya saja yang terhidang. Tidak ada Audy yang biasanya makan malam bersama Vindra....


Vindra pun langsung duduk dikursinya, sembari menuang air putih digelas. Lalu meneguk nya habis. Bi Wulan yang melihat kedatangan Vindra.


Langsung bergegas menghampiri majikan mudanya itu. Kemudian dengan cekatan, melayani Vindra. Tanpa diperintah oleh Vindra, Bi Wulan sangat tahu apa saja lauk yang disuka Vindra.


Vindra pun langsung menyantap makanan nya itu, meskipun sedikit dia tetap menghargai masakan yang dimasak Bi wulan untuknya. Mengingat dia sudah makan direstauran tadi bersama Cinta.....


" Dimana Mamah Bi? "


Vindra bertanya disela-sela santapan nya.


" Mamah aden berangkat ke Balikpapan sore tadi.... " Jawab Bi wulan.


Vindra tersentak, dia langsung menghentikan sendokan nya. Menatap dengan penuh tanya kearah Bi Wulan.


" Ngapain? " Tatapan Vindra menajam.


" Eh...anu...tadi Ibuk bilang Bapak aden sedang sakit "


Jawab Bi Wulan, tergagap karna tatapan tajam Vindra. Dia mengakui jika Majikan muda nya itu, memikiki tatapan yang setajam mata elang.


" Papah sakit? "


" I...iya den "


" Baiklah, aku sudah selesai!! Mau istirahat... "

__ADS_1


Vindra langsung beranjak, dan melangkah menuju kamarnya dilantai dua. Setelah Vindra pergi Bi Wulan langsung membersihkan meja makan. Tempat Vindra makan tadi....


.


.


.


Didalam kamar....


Vindra langsung mengambil ponselnya, yang tergeletak diatas nakas. Kemudian dia langsung menghubungi Mamah nya. Dengan Panggilan Video......


Tut....tut....tut....


Audy sang Mamah pun mengangkatnya.....


" Mamah dimana? " ucap Vindra dengan wajah kesalnya.


" Hai sayang....sudah makan malam? tadi Mamah udah pesenin ke Bi Wulan, makan malam mu " Sahut Audy, yang terlihat bersemangat itu.


" Sudah.....Vindra tanya Mamah dimana? "


Tanya Vindra kembali dengan tatapan malasnya. Mamah nya tersenyum, melihat wajah kesal Vindra.....


Tiba-tiba saja, terdengar suara laki-laki yang berat. Tak lain Barrey Papah nya....


" Katanya Papah sakit? "


" Biasa lah Sayang, papah kamu sakit karna kangen sama mamah....ckckck "


Vindra tak menjawab, dia hanya bergidik geli melihat tingkah kedua orang tuanya itu.


" Bagaimana kabarnya? "


" Vindra baik aja.....Tumben papah ta..... "


" Bukan kamu, tapi pacar mu? "


Belum selesai bicara, Papah nya langsung memotongnya. Ternyata Barrey bertanya tentang pacar Vindra.


Vindra terdiam, dan semakin bingung. Pacar nya yang mana? Apa maksud papahnya itu Tasya? Tapi kan dia tidak pernah menceritakan tentang Tasya kepada sang papah....


" Kok diem Vin.... "


" Hah? apa papah bilang? Pacar Vindra? "


" Iya pacar kamu yang cantik itu, pura-pura lupa lagi dia mah " Barrey semakin menatap Vindra dilayar ponsel, dengan tatapan meledek. Kemudian tertawa bersama istrinya....


" Cantik? " Fikir Vindra kembali.


" Sih Cinta Vin..... " Sahut Audy, yang tidak sabar.


Seketika mata Vindra membulat, menatap kedua orang tuanya itu. Dia baru sadar jika yang dibicarakan mereka adalah Cinta. Pasti mamah nya yang cerita ke papah Vindra, tentang kejadian malam itu....


" Cinta baik kok.... " ucap Vindra lirih, kini wajah nya memerah dan panas.


Entah kenapa sekarang, setiap mendengar nama Cinta. Dia seperti malu-malu dan senyum-senyum sendiri. Seperti orang gila.....


" Nanti kapan-kapan kenalin ke papah yah, ciyeeee punya pacar Cantik " Ledek Barrey.

__ADS_1


Vindra memicingkan matanya, lalu dia terkekeh sendiri.


" Semua mantan pacar Vindra cantik-cantik pah, gak ada yang jelek "


" ....sudah akh, Vindra ngantuk mau istirahat "


" Yee...gitu aja marah! Yasudah bye "


" Bye...goodnight mah pah "


Tut.....panggilan terputus.


Vindra pun kembali merebahkan tubuhnya terlentang diatas kasur. Dia menghela nafas panjang, lalu memiringkan tubuhnya menghadap kiri.


Vindra menatap kearah depan nya, saat hendak menutup mata. Tak sengaja Vindra melihat sesuatu yang mengkilau, dari bawah bupet kaca yang tak jauh dari kasur.


" Apa itu? Cincin? "


Vindra beranjak dan mengambil benda berkilau tersebut, yang diduga sebuah cincin. Ternyata memang benar, itu sebuah cicin berbentuk Love atau Hati.


" Punya Siapa? seperti milik perempuan " gumam Vindra, seraya memperhatikan dengan jelas cicin itu.


Saat dilihat lebih teliti lagi, ternyata ada nama yang terukir dibagian dalam cincin tadi. Vindra terkejut, menemukan tulisan nama Andra disana.


" Andra? tapi ini cincin perempuan, tidak mungkin jari Andra sekecil ini "


Vindra menggelengkan kepalanya, merasa tak percaya jika cicin itu milik Andra. Tiba-tiba terlintaslah sosok Cinta, yang waktu itu terbaring diatas kasurnya.


Dia pun ingat jika, saat itu Cinta mengenakan cincin tersebut. Tapi kenapa bisa ada dikamarnya? Apa tidak sengaja terjatuh?


Vindra pun menaruh cincin tadi diatas nakas, sejajar dengan ponselnya. Dia sudah sangat mengantuk, Vindra memutuskan untuk bertanya pada Cinta besok disekolah....


*****


Disatu sisi, dimalam yang sama.....


Cinta sedang membaca buku materi sejarah miliknya. Mengingat besok akan ada ulangan harian, dari guru mata pelajaran sejarah....


Tapi bukan nya fokus, pikiran Cinta malah kacau. Dia terus memikirkan perkataan Vindra saat direstauran tadi sore. Mereka baru saja kenal, tapi kenapa Vindra bersikeras ingin menjaga nya....


Memang sih wajah Vindra begitu tampan, dan karismatik. Bisa membuat semua wanita, tidak akan menolak dirinya. Tapi tidak dengan Cinta, dihatinya masih terukir jelas wajah tampan Andra.


Tidak ada yang mengalahkan tampan nya Andra, dimata seorang Cinta. Meskipun seminggu yang lalu, Andra sudah memutuskan nya secara sepihak.


Hati Cinta tak bisa dibohongi, jika dia masih sangat mencintai Andra. Tidak akan bisa secepat itu melupakan, sosok Andra yang selama setahun lebih ini. Selalu mengisi hari-hari nya yang sepi, menjadi berwarna.....


Tanpa sadar air mata Cinta menetes, tapi langsung diseka nya. Dia tersenyum paksa, lalu menarik nafas dalam-dalam.


Dia sudah berjanji untuk menahan diri. Tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Tetap berpikir positif, mungkin saja dia memang tidak berjodoh dengan Andra.


Seperti kata Andra, bahkan orang tua Andra sendiri. Tidak akan mungkin merestui hubungan keduanya. Mengingat betapa Dewi membenci Cinta.....


Cinta pun mulai membaringkan tubuh nya, yang lelah itu diatas kasur. Lalu menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuhnya.


Dia memilih untuk melupakan sejenak beban hidup, dan terlelap dengan nyaman. Menuju alam mimpi yang indah....


Tak menunggu lama, dia sudah tertidur dengan lelap.......


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2