
Vindra terbangun dari tidurnya. Lalu merenggangkan badan nya yang terasa pegal dibagian pinggang. Barulah dia sadar jika semalaman dia tidak pulang ke rumah. Melainkan menginap di tempat Cinta.
Vindra langsung berdiri mengedarkan pandangan nya. Dimana Cinta? Dia tidak melihat sosok Cinta di dalam kamar kecil itu.
Vindra tersenyum tipis memegang selimut yang tadi menyelimuti tubuhnya. Dia yakin Cinta yang menyelimutinya. Seperti hal nya orang bodoh, cuman hal kecil seperti itu bisa membuat hatinya senang dan bangga.
Sedetik kemudian....
Cklek.....
Pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah Cinta yang telah rapi dengan seragam sekolah nya. Vindra terkejut dan begitu terpana dengan keindahan duniawi di depan nya itu.
Cinta yang nampak sangat cantik dengan rambut yang basah masih berantakan. Dia tersenyum dengan manis nya ke arah Vindra. Vindra hanya diam tertegun.
"Ada apa?" tanya Cinta berjalan mendekati Vindra.
Semakin dekat, dan dekat hingga tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Vindra. Vindra terpaku diam menelan salivanya. Ketika Cinta melingkarkan tangan di pinggang nya.
"Kenapa tubuhmu tegang? Aku mau ambil handuk di belakangmu...." Cinta mengangkat tangan nya di depan wajah Vindra. Memperlihatkan handuk kecil yang barusan dia ambil tepat di belakang Vindra berdiri.
Wajah Vindra memerah. Ia pun memalingkan wajah nya ke atah lain. "Perasaan mu aja itu...." jawab nya singkat.
Cinta tersenyum tipis. Dia tahu jika Vindra sedang gugup. "Kenapa kamu gak pulang? Malah tidur disini? Nanti mamah mu mencarimu loh..." Cinta meraih sepatu sekolah di rak sepatunya. Kemudian duduk di pinggiran kasur sambil memasang sepatunya.
__ADS_1
Vindra menoleh padanya. Menatap Cinta dengan intens. "Hmm....aku anak laki-laki jadi gak masalah biar gak pulang semalaman, gak usah khawatirkan aku" ucap nya sambil memandangi Cinta yang sedang memakai sepatu.
"Aku gak mengkhawatirkan mu...." Cinta mendongak menatap Vindra. "Ayo kita berangkat sekolah....." berdiri tepat dihadapan Vindra dengan senyuman lebar.
Vindra mengerinyit. Apa yang sudah membuat dirinya merasa sesemangat ini? Mood nya cepat sekali berubah, baru tadi malam dia sedih sekarang sudah semangat lagi? Dasar cewek aneh...
"Aku akan mengantarmu duluan kesekolah, baru aku pulang dan bersiap-siap...." Vindra mengangguk hendak melangkah keluar pintu. Tapi langkah nya terhenti lalu kembali berbalik.
"....Rambutmu? Apa kamu mau pergi kesekolah dengan rambut berantakan seperti itu?" Vindra menarik ujung rambut Cinta yang masih basah itu.
Cinta mengangguk. "Memangnya kenapa?" tanya nya polos.
"Terserahlah....ayo pergi...." Vindra berlalu keluar dari pintu. Berjalan menuju motornya yang terparkir, dengan disusul oleh Cinta di belakang nya.
Rambut berantakan seperti itu, apa dia tidak risih? Dia memang sangat berbeda dari gadis lain....
Kesederhanaan mu ini, yang mungkin sudah berhasil membuatku tertarik padamu Cinta....
Di perjalanan menuju sekolah....
Suasana nampak hening. Tidak ada yang berusaha untuk berkata sekalipun. Hanya saja, untuk yang ketiga kalinya. Vindra bersin-bersin diatas motor.
Dari kaca sepion Cinta bisa melihat wajah Vindra yang nampak pucat. Matanya sedikit sayu dan hidungnya memerah. Terlebih dia sudah beberapa kali bersin, Cinta semakin yakin jika Vindra terkena flu.
__ADS_1
"Kamu gak apa-apa?" tanya Cinta.
Dengan raut wajah cemas nya. Cinta menyelipkan tangan nya masuk kedalam baju kaos Vindra. Tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Vindra menggeliat kegelian dan merasa risih dengan sentuhan tangan Cinta tiba-tiba di perut nya.
"Apa yang kamu lakukan? Geli tau...." ucap Vindra tangan sebelah nya menahan gerakan tangan Cinta.
"Badanmu panas Vin.....seperti nya kamu flu...." Cinta merasakan tubuh Vindra sangat panas dari bakik dalam baju nya.
"Benarkah? Aku hanya merasa sedikit pusing saja...." sahut Vindra dengan raut wajah biasa.
"Apa mungkin karna semalaman kamu kedinginan? Maafkan aku..." lirih nya merasa bersalah.
"Sudahlah...gak usah dipikirkan...kita sudah sampai, turun sana" Vindra menyuruh Cinta turun dari motornya. Karna sudah sampai di depan gerbang sekolah.
Nampak semua murid sudah berdatangan. Pandangan mereka semua tertuju pada Vindra yang mengantarkan Cinta. Tak menunggu lama Vindra pun langsung pergi begitu saja. Tanpa berkata satu pun kepada Cinta. Membuat gadis itu merasa sedih dan semakin merasa bersalah. Ia hanya bisa menatapi punggung Vindra yang semakin menghilang dari balik perempatan jalan.
Aku harap kamu baik-baik saja Vin....
Jangan sampai gara-gara aku kamu jadi sakit, aku bakal semakin merasa bersalah terhadap mu dan orang tuamu....
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, & vote nya, biar aku makin semangat untuk up.🌹🌹 Happy Readings🌹🌹
__ADS_1