More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 51


__ADS_3

"Mau kemana?" Tanya Cinta ketika melihat Vindra hendak beranjak dari tempat tidur.


"Mau antar kamu pulang...." Jawab Vindra.


"Enggak usah, kamu kan lagi sakit....sebaiknya istirahat saja di rumah, aku bisa pulang sendiri kok" ucap Cinta tersenyum sembari memperbaiki letak selimut dan bantal Vindra. Lalu menuntun Vindra untuk kembali berbaring.


"Baiklah aku akan istirahat....tapi ada syarat nya" Vindra tersenyum lebar.


Cinta memicingkan matanya, ia tahu pasti ada sesuatu yang macam-macam di minta Vindra. "Apa?" Tanya Cinta ketus.


"Tetap lah disini, sampai aku tertidur....." Vindra melingkarkan tangan nya di pinggul Cinta. Lalu menarik tubuhnya ikut masuk ke dalam selimut.


"Vindra lepasin akh....." Cinta menggeliat mencoba melepaskan tangan Vindra yang melingkar di perut nya.


Kini posisi nya Vindra berbaring sambil memeluk Cinta dari belakang, yang juga ikut berbaring di dalam selimutnya. Vindra semakin mengerat kan pelukan nya. Tak ingin melepaskan Cinta.


"Aku sakit gara-gara kamu, jadi kamu harus tanggung jawab....sebentar saja hanya sampai aku tertidur" ucap Vindra dengan suara yang tidak jelas, karena wajah nya yang ia tenggelamkan di dalam rambut panjang Cinta.


Menghirup aroma khas milik Cinta, Vindra semakin merasa begitu nyaman. Cinta terdiam, dia juga merasa kan kenyamanan yang sama dirasakan oleh Vindra. Akhirnya dia mengalah dan membiarkan Vindra tidur sambil memeluk nya.


Tidak terasa sudah lebih dari setengah jam. Vindra akhirnya tertidur juga. Dengan perlahan Cinta mengangkat tangan Vindra yang berada di atas perut nya. Kemudian beranjak dari tempat tidur.


Sebelum dia pergi, Cinta tak lupa untuk menyelimuti tubuh Vindra. Agar lelaki itu tidak lagi merasa kedinginan lagi, Cinta tidak mau itu terjadi.


Dilantai bawah.

__ADS_1


Dum...drudum....dum...dum...ctaarr....


Suara guntur dan petir beradu-adu begitu nyaring nya. Dengan bersamanya air hujan turun, kilat di langit, dan angin yang begitu kencang pertanda akan ada badai.


Tangan nya menggenggam kuat tali tas yang ia pakai. Sambil melihat ke atas langit Cinta menggelengkan kepala nya.


"Bagaimana ini? Hujan nya begitu deras, mana sudah jam segini lagi....gak bakal ada om ojol yang mau terima orderan....." Gumam Cinta sembari jarinya yang sibuk mengutak-atik ponsel nya.


Tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Cinta mengernyit heran melihat nomer asing yang tertera di layar panggilan masuk ponsel nya.


"Halo Assalamualaikum....?" Ucap Cinta ragu-ragu ketika menerima panggilan tersebut.


"Waalaikumsalam, Cinta sayang kamu masih di rumah tante kan?" Suara wanita paruh baya bertanya kepada Cinta.


"Tante Audy?" Cinta mengenali suara seseorang yang sedang berbicara kepadanya itu.


Cinta mengangguk. "Iya tante, kenapa?" Tanya nya kemudian.


"Maaf tante belum bisa pulang, hujan nya begitu deras sebaiknya kamu menginap saja yah di rumah tante.....ada kamar tamu yang sudah tante suruh bi Wulan siapin buat kamu...."


"Tapi tante...."


"Ini sudah malam sayang, lagian hujan nya sangat deras....jangan menolak niat baik tante yah."


"Hmm....baiklah"

__ADS_1


"Kamu memang gadis penurut, tante sangat senang Vindra punya pacar kaya kamu....sampai bertemu besok yah sayang, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, "


Panggilan pun terputus.


Cinta menghela nafas nya. Mau tidak mau dia kembali masuk ke dalam rumah Vindra. Menghampiri bi Wulan yang ternyata sudah menunggu di ujung tangga.


"Mari Non...biar bibi antar ke kamar tamu yang sudah bibi siapkan atas perintah dari Nyonya....." Ucap bi Wulan tersenyum ramah kepada Cinta.


"Hmm...." Cinta mengangguk sembari membalas senyuman bi Wulan padanya.


Sampailah di kamar tamu yang ternyata letak nya di sebelah kamar Vindra. Ukuran nya bisa dibilang lebih kecil dari kamar Vindra. Namanya juga kamar buat tamu. Tapi kamar mandi nya juga terletak di dalam nya.


"Makasih bi...." Ucap Cinta.


"Sama-sama non....ini pakaian yang sudah nyonya siapkan untuk non Cinta ganti...." bi Wulan menyerahkan sebuah gaun malam kepada Cinta.


Cinta mengernyit heran. "Ini masih baru bi, dari mana tante Audy tau aku akan menginap disini?" Tanya Cinta keheranan menatap bi Wulan.


Bi Wulan malah tersenyum, tanpa menjawab ia langsung berlalu pergi meninggalkan Cinta. Cinta masih kebingungan, ini semua kebetulan atau sudah di rencanakan. Kenapa waktunya begitu tepat.


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏

__ADS_1


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹


__ADS_2