More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 80


__ADS_3

"Tidak masalah, ini hanya kotor sedikit."


Vindra tersenyum sembari berdiri dan menegakkan kepalanya.


"Cinta?"


Mata Vindra membulat seketika. Keduanya saling bertatapan beberapa detik. Dia Cinta? Apakah Vindra sedang bermimpi? Pikiran nya semakin kalut. Dadanya berdebar kencang. Ingin rasanya dia melompat dan memeluk wanita dihadapan nya itu.


"Ma-maaf, anda salah orang... saya bukan Cinta, " ucap wanita itu setengah tergagap. Dia berusaha menghindar dari tatapan mata Vindra.


"Ayo kita pulang! " ajak wanita itu cepat cepat ingin membawa pergi Cinta kecil.


"Cinta, ini kamu kan? Aku gak mungkin salah! " Vindra meraih tangan wanita itu yang langsung ditepis olehnya.


"Gila kamu ya, jangan sentuh aku!! " Wanita itu marah karena Vindra yang seenak nya memegang tangan nya.


Wanita itu pun menurunkan Cinta kecil, lalu memanggil baby sitter nya. "Mba, tolong bawa Cinta ke mobil ya," perintahnya.


"Bunda, " Cinta kecil merengek kembali saat Baby sitter menggendong nya pergi.


"Tunggu bunda di mobil ya sayang," ucap nya seraya mengecup kening Cinta kecil.


Cinta kecil pun mengangguk dan menuruti permintaan Bundanya. Dia melambaikan tangan nya pada Vindra yang hanya termenung melihat kedua perempuan itu.

__ADS_1


"Dadahh, om. Cinta pulang dulu ya, " ucap Cinta kecil yang sontak membuat Vindra tersenyum dan melambaikan balik tangan nya.


"Tolong ya pak, jangan sembarangan megang tangan saya! " ucap wanita itu setengah kesal pada Vindra.


"Maaf, bukan maksud saya begitu, " sahut Vindra dengan rasa bersalah. "Saya hanya salah mengenali orang. "


"Ini kartu nama saya, hubungi saya di nomor ini, saya akan meminta asisten saya mengganti biaya laundry baju anda, " ucap wanita itu seraya memberikan sebuah kartu nama pada Vindra.


Vindra hanya menatap kartu nama itu tanpa mengambil nya. "Zahra Adisty Mahendra, Desainer Interior."


Saat itu Vindra baru sadar wanita dihadapan nya itu bukan lah orang yang dia cari selama ini. Seorang wanita yang sampai saat ini pun masih tetap ada dalam hatinya, yaitu Cinta. Entah kemana dia pergi.


"Tidak masalah, saya akan meminta asisten untuk membersihkan nya nanti, Cinta gak salah, " ucap Vindra tersenyum.


Zahra pun berbalik dan hendak melangkah pergi.


"Zahra... "


Langkah Zahra terhenti mendengar Vindra menyebut namanya, namun dia hanya diam tanpa menoleh.


"Nama yang bagus, apakah kita akan bertemu lagi?" ucap Vindra setengah tersenyum menatap bagian belakang Zahra yang terdiam.


"Saya tidak berharap hal itu akan terjadi, saya permisi dulu, " sahut Zahra ketus, lalu dia berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Vindra terus menatap kepergian Zahra yang pergi begitu saja. Ada perasaan rindu pada seseorang yang wajahnya sangat mirip dengan Zahra. Walaupun yang dia tahu keduanya orang yang berbeda.


"Sayang... "


Raisa tiba-tiba datang dan langsung merangkul lengan nya. Wanita itu ikut menatap Zahra yang sedari tadi ditatap oleh kekasihnya.


"Itu siapa, sayang?" tanya Raisa.


"Bukan siapa-siapa, hanya orang yang mirip, " jawab Vindra biasa.


"Mirip? Mirip siapa? " Raisa semakin penasaran.


"Gak penting juga, lupain aja... kamu sudah ambil dompetmu? " Vindra mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, ini. "


"Yasudah, sekarang mau ngapain? "


"Gak jadi ah, aku sudah gak mood... mau pulang aja, " ucap Raisa yang sudah gak bersemangat lagi.


"Gak jelas banget, yasudah aku antar kamu pulang. "


Raisa mengangguk dengan wajah cemberutnya sambil bergelayut manja di lengan Vindra.

__ADS_1


__ADS_2