
"Cinta, apa kamu mau menjadi pacarku? Tidak-tidak maksudku kekasihku? Aku berjanji akan selalu menjaga mu dan tidak akan meninggalkan dirimu." Vindra menatap lekat wajah sendu Cinta.
Melihat deraian air mata Cinta yang tanpa henti. Membuat hati Vindra sakit. Dia benar-benar sangat geram dan marah terhadap Elang. Lelaki yang hampir merusak orang yang dia cintai.
"Tapi Vin----"
"Hussshh, aku tidak ingin mendengar kata selain tidak dan Iya yang keluar dari mulut mu....percaya kepadaku, aku pasti akan menepati janjiku ini."
Vindra memotong ucapan Cinta dan berusaha membuat nya yakin kepada janji yang ia buat. Dengan penuh ragu-ragu dan rasa keyakinan yang masih sedikit terhadap Vindra. Cinta mengangguk kan kepala nya.
Secara tidak langsung Cinta sudah menerima perasaan Vindra. Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Vindra. Tapi hanya saja dia masih terlalu takut untuk memastikan nya.
Dengan menerima perasaan Vindra dan bersedia menjadi kekasih nya. Itu artinya dia sudah mulai mencoba mengakui perasaan nya sendiri.
"Benarkah? Apa kau bersedia menjadi kekasihku?" Vindra kembali bertanya, karena masih merasa tidak yakin dengan jawaban Cinta.
Cinta pun tersenyum, lagi-lagi dia hanya mengangguk kan kepalanya. "Yes......terima kasih Cinta, terima kasih karena sudah mau menerima diriku" Vindra kegirangan. Dia pun kembali mendekap Cinta dengan sangat erat nya.
Lalu mengusap air mata gadis itu dan memberikan kecupan hangat di kening nya. Akhirnya dia bisa memiliki Cinta seutuh nya. Begitu pun yang dirasakan Cinta.
__ADS_1
Rasa nyaman yang diberikan oleh Vindra selama ini, sudah berhasil membuat nya jatuh hati. Mulai dari patah hati ketika kepergian Andra, saat itu Cinta sempat menutup hatinya. Tapi dengan berjalan nya waktu kehadiran Vindra. Mampu membuatnya bangkit dan tidak merasa kesepian.
Apalagi dengan sikap Vindra yang selalu menjaga nya. Lelaki itu selalu saja memasang badan untuk membelanya. Memberikan nya sejuta rasa nyaman, hingga membuat rasa itu berubah menjadi ketergantungan. Ingin selalu merasakan kenyamanan tersebut.
"Ayo kita turun kebawah? Mamah sudah menunggu mu sadar dari tadi" ajak Vindra.
Cinta mengangguk setuju. Mereka berdua pun segera turun ke lantai bawah. Vindra menggandeng Cinta menuruni satu persatu anak tangga. Rona bahagia tergambar jelas di wajah kedua insan itu.
"Cinta sayang? Bagaimana keadaan mu nak? Tante benar-benar khawatir padamu" Audy menghambur ke arah Cinta. Wanita paruh baya itu nampak sangat cas dan khawatir.
"Cinta baik-baik saja tante, ini semua juga berkat Vindra..." Ucap Cinta menatap wajah Vindra sambil tersenyum.
"Ada apa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang merasa bahagia? Kasih tau mamah dong, biar mamah juga bisa ikut bahagia" ucap Audy.
Vindra dan Cinta menoleh bersamaan. "Jadi gini mah, Vindra lagi senang banget karena baru mendapatkan pacar baru...." Ucap nya dengan percaya diri.
Tidak segan-segan Vindra mengecup kening Cinta di depan sang mamah. Membuat gadis itu jadi tersipu malu.
"Pacar baru gmna? Kan kamu sudah punya Cinta? Terus kenapa harus cari pacar baru lagi sih?" Tanya Audy kebingungan. Karena yang dia tahu jika Cinta dan Vindra memang sudah berpacaran lama.
__ADS_1
"....mamah gak mau yah, misalkan kamu sama Cinta harus putus Vin....mamah gak terima pokok nya" lanjut Audy berwajah masam.
"Ayo sayang, aku antar kamu pulang" Vindra tidak memperdulikan ucapan sang mamah. Dia tidak bisa berhenti tersenyum.
Sedangkan Cinta semakin tersipu malu. Ketika mendengar Vindra mengucapkan kata sayang kepadanya. Entah kenapa kata-kata itu terdengar begitu menggemaskan saat keluar dari mulut Vindra.
"Tunggu dulu...." Cinta menghentikan langkah nya.
"....tante Cinta pulang dulu yah, besok-besok Cinta akan berkunjung lagi" teriak nya ketika Vindra kembali menarik nya keluar.
"Hati-hati yah...." Audy melambaikan tangan nya sembari menatap kepergian Vindra dan Cinta.
TBC.
Note : Jangan lupa kasih Vote untuk karya ini yah🙏🏻🙏🏻
Dan juga berikan hadiah paling tidak 'cukup bunga saja' Author sudah sangat bersyukur🌹🌹
Thank you Happy Reading 😊😊
__ADS_1