More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch-9


__ADS_3

Cinta terdiam pandangan nya kosong kedepan, bahkan dia tidak mencegah kepergian Andra. Dia hanya diam dibangku taman tersebut....


Ada apa ini? Apakah ini mimpi? Andra kekasihnya memutuskan hubungan dengan sepihak....


Tiba-tiba saja petir menyambar dan terdengar suara gemuruh yang begitu nyaring. Langit yang cerah seketika menjadi gelap,seperti akan turun hujan.


Cinta mencoba mengatur nafas nya, dan berusaha untuk tenang. Namun tak bisa, dia kembali teringat raut wajah Andra saat mengatakan itu semua.....


Tangisan nya seketika pecah, air matanya mengalir begitu deras. Seiring dengan derasnya hujan yang membasahi tubuhnya....


Seakan langit pun bisa merasakan kepedihan yang Cinta rasakan. Hatinya begitu sakit, dia benar-benar tak percaya.


Kenangan-kenangan indahnya bersama Andra, seperti monitor besar didalam benaknya. Membuatnya mengingat itu semua kembali....


Dia terus menangis hingga terisak, ditengah hujan deras. Meraung, berteriak, mencaci, memaki sekeras-kerasnya......


" Ya allah....kenapa? Apakah karna aku miskin? Hingga semua orang jahat kepadaku? Kenapa ya allah? Aku sempat berfikir ingin mati saja menyusul orang tuaku, tapi dia datang!! Membuatku bertahan dan menyemangati ku setiap saat!! Tapi apa sekarang? Janji yang dia pernah katakan padaku semua bohong, dia sudah pergi ya allah, dia meninggalkan ku hiks hiks hiks "


Cinta meracau tak jelas, sembari memeggangi dadanya yang sesak.


*****


Setengah jam sudah hujan membasahi setiap sudut kota, dengan guyuran derasnya.....


Tetapi Cinta masih enggan untuk meninggalkan tempat terakhirnya bersama Andra. Dia tidak memperdulikan lagi tubuhnya yang sakit.


Bahkan guyuran air hujan tak terasa ditubuhnya, seperti sudah mati rasa. Jari-jari nya mengkeriput, bibirnya pucat, matanya sayu Cinta benar-benar hancur.


Sesaat kemudian, dia beranjak hendak pulang. Dia terus berjalan ditengah hujan deras, pandangan nya kosong kedepan.


Kepalanya begitu pusing, semakin lama langkah nya malah semakin berat. Sendi-sendi kakinya seperti membeku....


Beberapa detik kemudian.....


Brugg.....


Pandangan nya kabur, akhirnya dia terjatuh. Tubuhnya terkulai lemas diatas trotoar. Tidak ada orang saat itu.


Karna hujan begitu deras, semua orang sangat malas untuk keluar rumah......


.


.


.


Tapi tidak halnya dengan Vindra.....


Setelah baru saja keluar dari parkiran, gedung tempat dia bermain futsal. Tiba-tiba hujan turun dengan deras nya....


Karna sudah setengah jalan, akhirnya Vindra memutuskan. Untuk melanjutkan perjalanan, berkendara ditengah hujan.


Saat sudah berada didekat perempatan perumahan nya. Vindra tak sengaja melihat seorang wanita yang tergeletak diatas trotoar.


Ditengah hujan, siapa wanita itu? Sedang apa? Atau jangan-jangan pingsan? Fikirnya....


Vindra terus melajukan motornya, tidak menghiraukan wanita itu. Mengingat dia adalah type yang cuek, dan tak terlalu mengurusi urusan orang lain.


Bagaimana jika itu hanya pancingan? Jika dia membantu wanita itu, terus ada anggotanya yang lain keluar dan merampok nya bagaimana? Jelas jaman sekarang kejahatan dimana-mana, apapun akan dilakukan demi mendapatkan uang....


Tetapi entah kenapa, hatinya tak tenang. Dia merasa seperti ada yang memaksa nya untuk berbalik. Tapi kenapa?


" Aaghh.....huh "


Vindra memberhentikan motornya dipinggir jalan. Dia menghela nafas kasar. Dan menoleh kebelakang.


Dilihatnya kembali wanita yang terbaring lemas itu. Kenapa rasanya ingin sekali dia menolongnya....


Jiwa dan raganya seperti bertolak belakang saat ini. Raganya tidak ingin menolong, tetapi jiwanya terus berkeras hendak menolong wanita itu.....


Akhirnya mau tidak mau Vindra memutar balikan motornya. Dan kembali menghampiri wanita tadi.....


Dia pun turun dan melepaskan helmnya. Kemudian mengusap wajah nya yang basah terkena air hujan.


Dia mendekati wanita itu, pertama dia ragu-ragu. Menoleh kiri kanannya, mencari tanda-tanda jika ada orang lain.


Namun nihil, tidak ada siapa pun saat itu. Dia pun membalikan tubuh wanita itu.....


Deg...deg...deg


Matanya membulat tak percaya, jantungnya juga berdegup cepat. Apa dia tidak salah melihat, wanita itu begitu familiar untuknya....

__ADS_1


" Cinta? "


" Hey...sadar...Cinta bangun? Apa yang terjadi "


Vindra menggerak-gerak kan tubuh, dan menepuk-nepuk pipi Cinta dengan pelan. Tetapi tidak ada tanda-tanda dari Cinta....


" Apa yang terjadi padanya? " Bathin Vindra.


Dia semakin cemas, apa yang harus dilakukan nya? Berteriak? Tidak mungkin, karna tidak akan ada orang yang mendengarnya ditengah hujan.


Ingin membawanya kerumah sakit, tapi naik motor tidak bisa. Akhirnya mau tidak mau Vindra pun menggendong, tubuh Cinta yang lemah itu.


Dia berlari ditengah hujan, mengingat rumah nya sudah tidak terlalu jauh. Vindra rela meninggalkan motor kesayangan nya dipinggir jalan. Untuk menolong Cinta....


Sembari berlari, sesekali dia melirik kewajah Cinta. Wajah pucat itu masih belum juga sadar.......


Perasaan panik dan cemas semakin dirasanya. Ada apa dengan hati nya saat ini? Kenapa dia tidak bisa, untuk tidak perduli pada wanita ini?


*****


Sesampainya dirumahnya.....


Tanpa mengetuk Vindra langsung masuk, seraya menggendong Cinta menuju kamarnya. Para pelayan sekaligus dan Bi Wulan.


Semua hanya diam melihat majikan nya itu membawa seorang wanita kerumah. Bahkan wanita itu dalam keadaan pingsan.....


" Dimana mamah? "


Tanya Vindra sebelum melangkah menaiki tangga.


" Nyonya belum pulang den.... "


Jawab bi Wulan, sembari melirik kearah Cinta yang pingsan.


" Baiklah....kalau begitu bawakan handuk serta minuman hangat ke kamarku "


Perintah Vindra, lalu berjalan menaiki tangga. Sedangkan bi Wulan mengangguk dan langsung berlalu kedapur. Melaksanakan perintah darI Vindra.


.


.


.


Dia merasa kasihan pada wanita itu, apalagi yang membuatnya sampai seperti itu. Baru kali ini dia bertemu wanita seperti Cinta.


Mengingat wanita-wanita yang pernah dekat dengan nya. Semua rata-rata dari kalangan atas, sedangkan Cinta sama sekali bukan.


Tetapi dia memiliki wajah yang sangat cantik, dan postur tubuh yang bagus. Tanpa sadar Vindra mengelus lembut pucuk kepala Cinta, lalu tersenyum.


Wanita pekerja keras, yang tak perduli bekerja apapun selagi bisa menghasilkan uang. Tetapi tidak dengan jual diri, Cinta masih tetap menjunjung tingga harga dirinya.


Meskipun dia bekerja sebagai SPG rokok, bukan berarti dia murahan. Seperti orang-orang menilainya.


" Apa sebegitu cintanya, kamu pada Andra? Hingga rela menerima hinaan orang tuanya? " Gumam Vindra.


Sesaat kemudian dia pun tersadar, apa yang sedang dilakukan nya. Kenapa dia merasa iba kepada wanita itu?


Saat Vindra hendak berlalu, tiba-tiba tangan nya terasa diganggam oleh seseorang. Benar saja itu adalah Cinta....


Vindra menoleh....


" Aku dimana? "


Cinta memegang kepalanya yang sakit, sembari melihat sekeliling. Tempat yang sangat asing untuknya.


Dia pun berusaha untuk duduk, Vindra membantunya.


" Kamu? Kemana kamu membawaku? Kamu mau macam-macam yah "


Tanya Cinta panik, saat sadar jika dia berada didalam sebuah kamar. Terlebih dia melihat sosok Vindra.


" Dasar tidak tahu terima kasih.....sudah ditolong juga "


Sahut Vindra ketus, dia pun berlalu menuju lemari pakaian nya. Satu persatu kancing kemeja nya dilepasnya.


Dia tidak perduli dengan keberadaan Cinta disana. Seakan acuh, yang terpenting saat ini dia ingin ganti baju.


Sedangkan Cinta, kembali menjadi panik dan gelisah. Apa yang akan dilakukan pria itu? Kenapa dia tidak tahu malu ganti baju didepan seorang wanita.


" Apa yang kamu lakukan, pakai kembali bajumu!! Gila yah dasar tidak tahu malu "

__ADS_1


Teriak Cinta menutup matanya dengan bantal. Sedangkan Vindra malah tersenyum nakal. Dia sengaja ingin mengerjai Cinta.


Tok...tok...tok


" Den Vindra, ini bibi bawakan handuk dan susu hangat nya "


Bi wulan mengetuk pintu kamar Vindra. Tentu saja Vindra langsung membukakan pintu. Bi wulan dibuat sangat terkejut, melihat Vindra yang tidak memakai baju.


Memeperlihatkan dengan jelas dada bidang, dan roti sobek nya itu....


Lalu menoleh kearah Cinta yang berada diatas kasur sambil menutup wajah dengan bantal. Bi wulan pun tertawa kecil, dia sangat tahu apa yang terjadi.


Pasti majikan muda nya itu sedang mengerjai wanita yang dibawanya tadi. Vindra mengerinyitkan dahinya, menatap aneh Bi wulan...


" Apa ada yang salah diwajah Vindra bi? Kok ngeliatin nya begitu? "


Ucap Vindra mempersilahkan masuk bi wulan.


" Tidak ada den.....ini dia handuk sama susunya, mau ditaroh dimana? "


Jawab bi wulan tersenyum. Tanpa menjawab Vindra menunjuk nakas disamping ranjang. Bi wulan pun langsung menuju nakas, lalu menaruh handuk dan susu diatasnya.


Cinta yang masih menutup wajahnya dengan bantal, hanya menyimak saja percakapan antara Vindra dan bi wulan.


" Apakah adalagi yang aden perlukan? " tanya bi wulan sebelum keluar dari balik pintu.


" Tidak ada bi, siapkan aja makan malam yah "


Vindra tersenyum lalu menutup pintu kamarnya. Kemudian dia memakai baju kaos hitam. Yang diambilnya dari dalam lemari tadi.


" Sudah belum? " teriak Cinta lagi.


" Sudah apa? " tanya Vindra tidak mengerti.


" Sudah pakai baju.... " sahut Cinta.


Vindra kembali tertawa, lucu sekali wanita ini.


" Sudah.... " jawabnya singkat.


" Itu handuk dan susu hangatmu......cepat ganti bajumu dikamar mandi!! Ada pakaian didalam sana "


Vindra menunjuk kearah kamar mandi, menyuruh Cinta untuk segera kesana.


Cinta pun langsung beranjak dan mengambil handuk diatas nakas tersebut. Dia panik setengah mati.


Kenapa dia bisa berada ditempat ini? Seingatnya dia tadi sedang ada ditaman, dan berjalan kaki ditengah hujan.....


" Apa aku pingsan? Awwh...kepala ku sakit "


Cinta membuka satu persatu pakaian nya dan mengelap tubuhnya yang basah dengan handuk. Dia sempat mengerang kecil, karna sakit dikepalanya itu.


Setelah selesai....


Cinta pun menghampiri wastafel dan meja kecil didalam kamar mandi itu. Dia ingat jika Vindra mengatakan ada pakaian yang bisa dipakainya.


Dia mengobrak abrik isi laci meja kecil itu, namun yang didapatnya hanya celana training pria dan baju kaos putih pria juga.


Lama dia berdiam diri, bingung apa harus memakai itu. Tapi itu kan pakaian pria.....


Tok...tok...tok


Pintu kamar mandi digedor dengan keras nya.


" Woyy.....tidur yah didalam? Cepat keluar "


Vindra berteriak kerasnya, hingga mengejutkan Cinta didalam.


Dengan cepat, mau tidak mau. Cinta terpaksa mengenakan pakaian tersebut......


.


.


.


.


Happy reading guys....🙏🙏


Maaf jika ada typo yah, semoga kalian suka dengan ceritanya....jangan lupa untuk dukung author dengan like dan koment positif kalian thankyou

__ADS_1


__ADS_2