
Dua jam Vindra menunggu Cinta yang tak kunjung sadar. Ia pun jadi ketiduran dengan posisi duduk bersandar di sandaran tempat tidur sebelah Cinta.
Cinta mengerjap kan matanya beberapa kali. Melihat sekitar nya yang nampak sangat familiar. Cinta menoleh ke kiri. Seketika Cinta langsung terlonjak kaget dan seketika ia duduk.
"Cinta, kamu sudah sadar? Apa kamu ada merasa sakit? Dimana? Katakan saja padaku?" Vindra terlihat panik. Reflek dia memeluk Cinta dan membolak-balikkan tubuh nya. Bertanya jika ada sesuatu yang dia rasa sakit.
Cinta membuang muka ke arah lain. Gadis itu masih marah terhadap Vindra. "Aku tidak apa-apa, apa yang terjadi? Dimana kak Elang?" Tanya Cinta kebingungan.
Vindra terdiam, raut wajah nya berubah seketika. Ia pun menghela nafas dengan kasar.
"Bukan kah tadi aku sedang bersama kak Elang? Apa kamu membawa ku dengan paksa kesini?" Tuduh Cinta kepada Vindra.
"Kenapa? Apa kamu senang bersama nya? Senang bisa berkencan dengan pria brengsek sepertinya?" Bentak Vindra yang tatapan nya begitu tajam.
Cinta mencoba mengatur nafas nya. Sempat rasa nya terpikir jika dia ingin menampar wajah Vindra. Tapi tidak ia lakukan.
"Jangan seperti anak kecil Vin, cemburu mu kelewat batas" ucap Cinta yang hendak beranjak dari tempat tidur.
__ADS_1
"TERUS KENAPA? KENAPA KALAU AKU MEMANG CEMBURU? Aku gak suka kamu dekat dengan dia" nada bicara Vindra sangat tinggi bahkan dia sempat mendengus kesal.
"Lepaskan tangan ku Vin...." Cinta mencoba melepaskan genggaman tangan Vindra dari lengan nya.
"Apa kamu masih akan tetap membiarkan dia mendekatimu? Saat kamu tahu jika dia sudah berusaha merusak mu? Cinta cobalah berpikir dan mengingat kembali kenapa kamu bisa berada disini dalam keadaan pingsan" ucap Vindra sedikit pelan.
Cinta terdiam mendengar perkataan Vindra. Dia mulai mencoba mengingat-ingat dan tersadar. Terakhir kalinya Elang memberikan nya sebuah minuman. Selepas itu Cinta tidak lagi mengingat apapun.
"Apa kamu bilang? Dia berusaha apa? Katakan padaku? Dia berusaha apa Vin?" Cinta bertanya kepada Vindra dengan raut wajah yang sudah berubah.
Vindra tidak tega melihat gadis itu sudah berkaca-kaca menahan tangis. Ia pun langsung memberikan dekapan hangat dan nyaman nya.
"....aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti apalagi sampai melecehkan mu" lanjut nya dengan penuh keyakinan.
Vindra mengelus-elus kepala Cinta dengan lembut. Cinta menangis hingga terisak. "Mengapa semua orang tidak pernah ada yang tulus kepadaku? Selalu saja memiliki niat buruk yang tersembunyi....hiks."
"....aku lelah Vin, bahkan sangat lelah menghadapi kehidupan seperti ini, hiks hiks" lanjut nya kembali terisak.
__ADS_1
"Sudah kamu jangan menangis, aku sangat tidak suka melihatmu menangis...." Ucap Vindra mencoba menenangkan Cinta.
"Hiks....apa tidak ada satu pun orang di dunia ini yang memiliki hati yang tulus padaku? Selalu saja mereka jahat, menghina, menyakiti, bahkan hendak melecehkan ku" Cinta merutuki nasib nya sendiri.
"Ada...."
Cinta terdiam, dia langsung merenggangkan dekapan Vindra. Lalu mendongak menatap lekat wajah lelaki yang memiliki sejuta pesona itu.
"Aku....Ravindra Mahestu Kusuma, membenarkan jika diriku sudah jatuh hati kepadamu Cinta, dan kamu juga harus tahu jika perasaan ku ini sangat tulus."
Vindra melontarkan kata-kata yang berhasil membuat Cinta semakin tertegun tidak percaya. Dari manik mata kecoklatan nya Cinta bisa melihat kejujuran dan ketulusan.
TBC.
Note : Mohon bersabar karena episode selanjutnya akan segera up. Jangan lupa kasih Vote untuk karya ini yah🙏🏻🙏🏻
Dan juga berikan hadiah paling tidak cukup bunga saja Author sudah sangat bersyukur🌹🌹
__ADS_1
Thank you Happy Reading 😊😊