More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 73


__ADS_3

Sinar matahari menyeruak masuk melalui sela-sela ventilasi kamar VIP tempat Vindra dan Cinta tidur. Setelah semalam hujan sangat deras hari ini cuaca sangat cerah.


Vindra mengerjap kan matanya beberapa kali. Perasaan nya seperti mimpi saja. Melewati malam ini bersama dengan Cinta. Mata Vindra sudah terbuka lebar.


Di tatap nya wajah sendu cantik Cinta yang masih tertidur. Vindra pun perlahan melepaskan dekapan nya agar Cinta tidak terganggu. Vindra pun beranjak dari tempat tidur hendak membersihkan diri di kamar mandi. Tapi sebelumnya dia tak lupa mengecup kening dan bibir Cinta lebih dulu.


Setelah selesai bersiap rapi. Vindra kembali ke dalam kamar. Dilihatnya Cinta masih tertidur dengan nyenyak nya. "Sudah jam segini dia masih belum juga bangun, kebiasaan....."


Sudut bibir Vindra tertarik menciptakan senyuman tipis yang menawan. "Istirahatlah sayang, aku akan segera kembali membawakan mu sarapan...."


Vindra mengusap wajah Cinta dengan lembut. Cinta menggeliat merasakan sentuhan tangan Vindra. Tapi tetap saja dia tidak juga terbangun.


Ketika Vindra hendak membuka pintu keluar. Tiba-tiba saja ponsel Cinta yang berada di atas nakas berdering. Ada sebuah panggilan masuk.


Vindra menoleh, memperhatikan Cinta yang juga tidak terganggu dengan suara ponsel nya. Dia pun mendekati nakas tersebut lalu meraih ponsel Cinta. Memeriksa siapa yang pagi-pagi sudah menghubungi kekasih nya.


Mata Vindra menyipit menatap layar ponsel Cinta. Nomor yang tidak di kenal, siapa itu? Vindra semakin penasaran. Mengingat Cinta seperti sedang menyembunyikan sesuatu padanya. Entah itu apa? Vindra sangat penasaran.

__ADS_1


Vindra kembali menatap Cinta, yang tidak ada tanda-tanda hendak terbangun. Ia pun segera menggeser tombol slide hijau. Kemudian menempelkan benda pipih itu ke daun telinga nya.


"Kenapa kamu memblokir nomer ku Cinta? Dari tadi malam aku menghubungi mu, kamu keterlaluan...." Ucap seorang pria bersuara berat dari seberang panggilan tersebut.


Mata Vindra membulat, dadanya panas. Mendengar seorang pria yang berbicara. Seperti nya sangat akrab dan mengenal dekat Cinta. Sampai dia berbicara dengan santai.


"Maaf ini siapa?" Tanya Vindra.


Hening.


"Oh maaf, bisa saya berbicara dengan Cinta?" Pria itu bertanya dengan sopan kepada Vindra.


"Cinta masih belum bangun, saya pacar nya....Jika ada yang penting katakan saja, saya akan menyampaikan nya kepada Cinta...." Ucap Vindra sambil menatap wajah Cinta yang masih terlelap.


"Oh tidak-tidak, saya akan menghubungi kembali jika Cinta sudah bangun....terima kasih" ucap pria tersebut kemudian menutup panggilan dalam sepihak.


Alhasil membuat Vindra sangat geram. Tangan nya mengepal meremas ponsel milik Cinta. Vindra mencoba mengatur nafas nya, untuk meredakan amarah nya. Dia tidak mau berburuk sangka kepada Cinta, jika belum mengetahui yang sebenarnya.

__ADS_1


Cinta mendesah, menggeliat dari tidur nya. Kemudian membuka matanya. Ia tersenyum manis ke arah Vindra. Vindra membalas senyuman Cinta kemudian mendekat mengecup kening nya.


"Kamu sudah bangun sayang...." Ucap nya.


"Hmm....kamu mau kemana?" Cinta mengangguk dan bertanya.


"Aku mau cari kan kamu sarapan, mandilah dan ganti baju....." Ucap Vindra sembari melemparkan ponsel Cinta tepat di hadapan nya.


Cinta mengerinyit heran, kenapa ponsel nya ada di tangan Vindra. "Kenapa ponselku ada padamu Vin?" Tanya nya sembari meraih ponsel tersebut.


"Tadi ada panggilan masuk, aku lihat kamu belum bangun....jadi aku angkat" jawab Vindra menatap datar Cinta.


"Hah? Be--benarkah? Siapa?" Cinta jadi gugup, ia menelan salivanya.


"Seorang pria dengan suara berat, dia mencari mu, dia bilang akan menghubungimu kembali...." Ucap Vindra memalingkan wajah nya ke arah lain.


Cinta beranjak dari tempat tidur. Ia berjalan mendekati Vindra. "Vin, kamu jangan salah paham....dia adalah sepupu yang waktu itu pernah aku beri tahu kamu...." Cinta meraih tangan Vindra.

__ADS_1


__ADS_2