
Vindra menghentikan langkah nya. Dia mengkerutkan dahi menatap Cinta. "Kenapa?" Cinta yang merasa di tatap oleh Vindra pun bertanya.
"Apa kamu mau kembali kesana?" tatapan Vindra seperti kesal. "Bertemu dengan Elang? Apa kamu senang bertemu dengan nya?" lanjutnya mendengus kesal.
"Kamu kenapa sih? Aneh banget...." sorot mata Cinta heran melihat tingkah Vindra.
"Terserah....kamu tinggal pilih mau kembali kesana atau ikut aku beli minum ke kantin...." ucap Vindra kesal sembari melipat tangan membelakangi Cinta.
Cinta semakin bingung dengan tingkah Vindra. "Baiklah ayo kita beli minum.....lagian cuman mau beli minum aja pake marah segala, dasar aneh" Cinta memilih untuk mengalah dari pada panjang cerita.
Gadis itu pun berjalan melewati Vindra ke arah kantin. Vindra yang melihat Cinta berjalan di depan nya, ia pun mengikuti langkah gadis tersebut. Senyuman tipis samar-samar tergambar jelas di wajah tampan nya.
Sesampainya di kantin Cinta duduk di salah satu meja di kantin tersebut. Dia mengedarkan pandangan ke sekitarnya. Sedangkan Vindra nampak sedang memilihkan minuman untuk Cinta di dalam lemari es. Setelah itu dia membayarnya kepada penjaga kantin.
__ADS_1
Sebelum Vindra kembali menghampiri Cinta. Dia terlebih dulu di tegur oleh beberapa siswa dan siswi yang duduk di meja kantin paling depan itu. "Hei Vin.....ngapain loe disini? Beli minum lagi, gak masuk apa? Tuh kelas loe udah mulai di lab...." ucap salah seorang siswa yang mengenal Vindra.
Vindra tersenyum miring, satu kata yang keluar dari mulutnya. "Males...." Vindra pun berlalu melewati siswa dan siswi tersebut. Pandangan mereka semua tertuju pada kemana Vindra melangkah.
Dari kejauhan Cinta bisa menangkap senyuman yang tercipta di wajah Vindra. Namun gadis itu hanya diam tak membalas senyuman Vindra. Melainkan matanya malah tertuju kepada para siswa dan siswi yang menegur Vindra tadi. Mereka nampak sedang membicarakan Cinta. Berhasil membuat gadis itu merasa tidak nyaman.
Saat Vindra sudah berada tepat di hadapan Cinta, dia langsung menyodorkan sebotol minuman jeruk ke arah gadis itu.
"Ambil ini...." Vindra meraih tangan Cinta lalu memberikan botol minuman itu di tangan nya. Sontak Cinta terkejut, dia semakin canggung. Entah apa yang dipikirkan para siswa dan siswi itu, melihatnya berada di dekat Vindra.
Tanpa berkata Cinta meletakan kembali botol minuman itu di atas meja. Lalu berlalu pergi begitu saja. Alhasil membuat Vindra merasa terhina sedikit. Ada apa dengan gadis itu? Kenapa tiba-tiba marah seperti itu?
Vindra pun mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya. Barulah dia sadar dengan tingkah Cinta yang tiba-tiba seperti itu. Vindra yakin jika Cinta merasa tidak nyaman karna tatapan menyelidik dari siswa dan siswi yang menyapa nya tadi.
__ADS_1
Vindra pun meraih botol minuman yang tadi di letakan Cinta di meja. Kemudian dia berlari menyusul gadis itu. Kemana pergi nya Cinta, langkah nya begitu cepat menghilang.
Langkah Vindra pun melambat. Saat melihat Cinta yang kini sedang melangkah dengan cepat di depan nya. Sudut bibir nya tertarik sedikit, dia tersenyum menatap punggung gadis itu. Postur tubuhnya yang sempurna berhasil membuat Vindra menelan saliva nya sendiri.
"Woii......" teriak Vindra membuat langkah Cinta terhenti. Gadis itu sontak langsung menoleh dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.
Vindra pun berlari menghampiri nya. "Kenapa kamu meninggalkan ku? Sangat tidak setia kawan...." Vindra meraih tangan Cinta, menggandeng nya sambil berjalan.
Cinta terkejut, wajah nya memerah dia berusaha melepaskan gandengan tangan Vindra. Tapi lelaki itu malah menyelipkan gandengan tangan nya kedalam saku celana. Membuat tangan nya Cinta sangat susah untuk terlepas.
TBC.
Note : Cerita ini masih berlanjut.......
__ADS_1