More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 18


__ADS_3

*****


Pagi hari nya disekolah.....


Vindra memarkirkan motornya ditempat yang sudah disiapkan. Seperti biasa Vindra selalu menjadi pusat perhatian disekolah nya.....


Vindra berjalan menyusuri lorong sekolah, dengan sombongnya. Tak sengaja dia berpapasan dengan Tasya dan dua sahabat lemesnya itu....


Dengan tatapan datar nya, dan tanpa menyapa Vindra melewati Tasya begitu saja. Dengan sikap Vindra yang seperti itu, Tasya sebenarnya tidak perduli.


Baginya Vindra sudah bukan siapa-siapa lagi, perasaan nya kepada Vindra saja sudah hilang sepenuhnya. Tidak dengan kedua sahabat nya, yang masih saja julid memanas-manasi Tasya.....


.


.


.


Jam pelajaran pertama dimulai, Vindra duduk dikursi nya paling belakang. Dengan tangan yang menumpu dagunya diatas meja. Vindra menatap sendu kearah luar jendela kelas nya......


Didepan sana nampak sang guru, panjang lebar menerangkan pelajaran. Tapi Vindra malah memikirkan hal lain....


Pikiran Vindra, benar-benar dipenuhi oleh Cinta saat ini. Dia senyum-senyum sendiri, mengingat wajah jutek Cinta....


Beberapa detik kemudian, ponsel Vindra berdering......


Sontak guru dan siswa-siswa yang lain, menoleh kearah Vindra. Saat pelajaran berlangsung, Vindra tidak membisukan nada ponselnya.....


Sang guru hanya diam dan menghela nafas panjang, menanggapi sikap Vindra......


Vindra mengerinyitkan dahi nya, mendapati nama Tante Dewi tertera pada layar ponselnya. Vindra pun mengangkat panggilan tersebut....


" Iya tante, ada apa? Vindra disekolah.... "


" .... "

__ADS_1


" APA? Tante serius? "


" .... "


" Baiklah....Vindra akan berangkat siang ini juga "


Tut....Panggilan terputus


Vindra langsung beranjak dari tempat duduk nya. Guru dan siswa-siswa kembali menatap heran Vindra. Yang kini menjadi gelagapan dan buru-buru.....


Tanpa meminta izin, Vindra langsung berlari membawa tas ranselnya. Keluar kelas menuju parkiran motornya. Kemudian cepat-cepat memakai helm....


Brum...brum...brum


Vindra mengemudikan motor, dengan kecepatan sedang. Diperjalanan dia menghubungi Audy, meminta izin untuk berangkat ke Singapore siang itu juga.


Awal nya Audy tak memberi izin, tapi setelah mendengar penjelasan Vindra. Akhirnya Audy mengizinkan, dan langsung memesankan Vindra tiket melalui Online.


Siang itu juga setelah mengganti pakaian nya dirumah. Vindra bergegas ke Bandara. Tak menunggu lama, pesawat yang akan dia naiki. Akan segera berangkat ke Singapore.....


*****


Didalam sana nampak Dewi yang menangis meraung dipinggir ranjang. Tempat tubuh Andra terbaring lemas. Sedangkan Rangga, mencoba untuk menenangkan sang istri. Tetapi dia juga mengis tak sanggup melihat keadaan anak semata wayang nya.....


Vindra mendekat, sembari memandangi wajah Andra yang kini pucat dan membiru. Seketika dia sadar, bahwa dia sudah terlambat.....


Vindra menggeleng-geleng kan kepalanya. Matanya kini berkaca-kaca. Seperti mimpi saja, benarkah ini kehidupan nyata?


Andra....


" Secepat ini kah broo.....kita bahkan belum sempat menjadi direktur perusahaan, bukan kah kita sepakat kelak akan menjadi rekan bisnis " Lirih Vindra.


Air mata yang sedari tadi ditahan, akhir nya keluar juga. Vindra menangis memeluk jasad Andra sahabat. Tubuh hangat yang selalu membalas pelukan Vindra, kini sudah tidak ada lagi....


Tertinggal tubuh dingin dan kaku yang tidak akan pernah membalas pelukan siapa pun lagi.....

__ADS_1


Secepat inikah, kamu pergi ninggalin kita semua ndra? Tidak bisa kah kamu bertahan lebih lama lagi? Kamu adalah sahabat yang terbaik, orang yang sabar dan tidak pernah sekalipun marah! Jika aku panas kamu dingin. Kenangan persahabatan kita, tidak akan pernah kulupakan. TIDAK ADA YANG BISA MENGGANTIKAN DIRIMU MENJADI SAHABAT KU.....Andraniel Sanjaya...


" Andra......jangan tinggalin Mamah sayang, mamah sayang banget sama kamu, jangan tinggalin mamah "


" Sudah Mah, ikhlaskan Andra, biar dia tenang disana "


" Papah itu gak tau gimana perasaan mamah, mamah itu sayang banget sama Andra pah.....mamah gak bisa hidup tanpa Andra hiks hiks "


" Papah juga sedih mah.....tapi kasian Andra, kalau mamah seperti ini "


Dewi terus meraung menangisi jasad sang anak, begitu pun Angga yang terus menenangkan Dewi. Sedangkan Vindra, masih memegang erat tangan Andra.....


Dia merasa seperti ada yang hilang dari hidup nya. Tak menyangka jika sahabat kecil nya itu kini sudah tidak ada lagi. Meninggalkan dia untuk selama nya......


" Permisi, kami harap keluarga mundur sebentar!! karna kami akan membuka satu persatu alat ditubuh pasien... " ucap salah satu perawat.


Vindra pun langsung beranjak, dan berjalan keluar dari ruangan itu. Tak sanggup untuk berlama-lama menatapi jasad Andra sahabat nya.....


.


.


.


Siang itu juga jasad Andra, dipulangkan ke Jakarta. Dan dimakam kan disana.....


Vindra beserta Audy dan kerabat-kerabat keluarga Sanjaya, terlihat menghadiri pemakaman Andra....


Isak tangis dan haru, menyelimuti suasana berlangsung nya. Pengantaran Andra keperistirahatan terakhirnya....


Vindra yang kini memakai setelan kemeja hitam dan celana hitam, tak lupa memakai kaca mata hitam. Untuk menyembunyikan kesedihan nya.....


Dia menatap sendu, kearah batu nissan yang bertuliskan nama sahabat nya itu. Tanpa sadar air matanya kembali menetes. Audy yang tak sengaja melihat anak nya itu menangis. Langsung memberikan pelukan hangat seorang ibu, untuk menenangkan hati Vindra.


" Andraniel Sanjaya Bin Angga Sanjaya lahir pada 10 Agustus 1998 Dan Wafat pada 26 februari 2016"

__ADS_1


Itulah yang tertulis dibatu nissan tersebut.....


__ADS_2