
Mey melotot pada Cinta. Dia sangat geram pada gadis hina yang berani membuat tangan nya sakit. Tangan nya melayang hendak menampar wajah Cinta. Tetaoi tidak sempat karna Cinta dengan cepat menepis tangan Mey.
"Heh? Kau pikir aku lemah? Aku tidak selemah yang kalian pikirkan...." Cinta terkekeh menatap Mey dengan tersenyum miring.
"Kamu sudah mencari masalah padaku dengan mendekati Vindra, kau pikir kau siapa bermimpi bisa mendampingi Vindra.....kamu sama sekali tidak cocok untuk nya, dan aku juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi....."
"....kamu bertanya kan masalah ku apa terhadap mu? Yah karna Vindra....jauhi Vindra dia bukan di takdir kan untukmu, kamu dan dia sangat jauh" lanjut Mey berkata dengan ketus nya.
Cinta menatap skeptis Mey. Dia tersenyum miring memikirkan sesuatu.
Perempuan ini sepertinya sudah benar-benar terobsesi dengan Vindra. Sampai-sampai dia mengancam dan mencaci ku seperti ini....
Tapi aneh nya kenapa hatiku begitu sakit ketika dia mengatakan jika Vindra tidak di takdir kan untuk ku?
"Terus? Apa kau pikir kau juga pantas untuk Vindra?....melihatnya saja aku juga tidak yakin...." Cinta menatap Mey dari kepala hingga kaki, lalu tersenyum miring. Mey berdecak kesal, menggigit bibir bawah nya kuat.
Saat itu juga ojek online yang ia pesan sudah datang. Syukurlah, jadi dia tidak perlu berlama-lama menghadapi wanita rubah itu.
"Aku tidak akan menjauhi atau pun melepaskan Vindra....aku juga akan memastikan tidak ada tempat untukmu dihatinya" ucap Cinta ketus sambil memasang helm.
__ADS_1
"Heh....kita lihat saja nanti, apa kau lupa jika orang tua nya sudah mengetahui apa pekerjaan mu? Mereka akan terima atau tidak? Kau pasti bisa menebaknya sendiri bukan...." Raut wajah licik Mey keluar. Perkataan nya seolah menusuk tepat di hati Cinta. Dia terpaku diam tak menjawab. Supir ojek online itu pun langsung menjalankan motornya meninggalkan Mey sendiri di depan gerbang sekolah itu.
Di perjalanan menuju rumah Vindra. Cinta termenung sendiri. Nyali nya sedikit menciut, perkataan Mey barusan berhasil membuatnya bimbang. Segan untuk bertemu dengan kedua orang tua Vindra.
Benar yang wanita rubah itu katakan....
Papah dan Mamah Vindra, pasti berpikiran jika aku ini bukan wanita baik-baik....
Mereka juga pasti tidak menyukai jika Vindra dekat denganku....
Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Entah kenapa aku merasa takut jika tidak bisa bertemu dengan nya lagi?
Sampailah Cinta di depan rumah Vindra. Perasaan nya semakin tak menentu. Bimbang untuk masuk kedalam. Di tatap nya lama pagar putih besi yang yang tinggi itu.
Putus asa....
Cinta berbalik badan hendak melangkah pergi saja. Dia terlalu pengecut untuk menghadapi sesuatu yang sudah dia tahu pasti akan terjadi.
"Non Cinta.....Non Cinta bukan sih?" Suara seorang wanita paruh baya memanggil nama Cinta.
__ADS_1
Cinta terkejut. Dengan was-was dia menoleh kebelakang. "Assalamualaikum bi...." Ucap Cinta tersenyum lebar dengan getir.
"Betulkan Non Cinta......bibi gak mungkin salah lihat, non Cinta mau ketemu den Vindra yah...." Bi Wulan langsung membukakan pintu gerbang untuk gadis cantik itu.
"Hah? Mmm....i--iya bi hehehe" Cinta semakin gugup ketika bi Wulan mempersilahkan nya masuk. Mau tidak mau ia pun ikut masuk ke dalam rumah Vindra.
"Cinta......" Sapa Audy menghampiri Cinta yang baru saja masuk.
Cinta menelan saliva nya sendiri yang terasa sulit. Dadanya juga bergemuruh bingung harus berbicara apa. Dia sudah memikirkan dua kesalahan fatal yang ia perbuat kepada Audy.
Pertama ia sudah mengacaukan pesta ulang tahun Audy, karna jati dirinya yang terungkap dengan kesan yang buruk. Dan yang kedua dia sudah membuat Vindra menginap semalaman di rumah nya, hingga membuat lelaki itu sampai sakit akibat cuaca dingin. Vindra sangat tidak suka yang namanya dingin, karna dia cepat sekali terkena demam dan flu.
TBC.
Note : Insyaallah dua episode lagi siang yah....
Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏
Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹
__ADS_1