More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 70


__ADS_3

Pandangan Cinta mengedar ke sekeliling nya. Menyapu setiap dagangan yang dijual orang di pasar tersebut. Dia bersama Tasya, Mey, dan empat orang teman perempuan lain nya. Mendapat tugas berbelanja bahan masakan.


"Bu Mey, bagaimana jika kita membeli ini...." Ucap salah seorang murid.


"Terserah kalian saja....ibu ngikut aja" Mey tersenyum ramah kepada murid tersebut. Tapi di belakang dia tersenyum licik ke arah Cinta yang tengah sibuk melihat-lihat. Entah kenapa Cinta berjalan di paling belakang.


Setelah selesai berbelanja mereka pun kembali ke pintu utama masuk pasar. Mey nampak panik sendiri, membuat semua murid perempuan yang ikut kebingungan. Tapi tidak dengan Cinta yang cuek-cuek aja terhadap tingkah Mey.


"Ada apa bu?" Tanya Tasya.


"Sepertinya tas ibu ketinggalan di penjual lobak tadi...." Ucap Mey dengan raut wajah dibuat sedih.


"Kalian tunggu disini yah, biar ibu ambil dulu" Mey hendak melangkah masuk kembali ke dalam pasar. Tapi di tahan oleh murid-murid lain.


"Jangan bu, biar Cinta aja yang ambil...." Sahut murid yang berbehel menatap Cinta dengan tersenyum miring.


"Enggak, aku gak mau" tolak Cinta mentah-mentah.


Tasya hanya mengerutkan kan dahi menonton perdebatan panas tersebut. Seperti ada yang aneh dengan murid berbehel yang tiba-tiba memaksa Cinta untuk masuk kembali ke dalam pasar. Tapi dengan notabene nya Tasya yang cuek, dia tidak memperdulikan nya.


"Sudah tidak apa-apa biar ibu ambil sendiri...." Ucap Mey lagi.


"Tidak bu, biarkan Cinta saja yang ambil.....toh penjual lobak nya dekat aja...." Perempuan berbehel itu mendorong Cinta masuk.


"Terserah kalian mau bagaimana, gw udah capek, gw balik duluan ke resort...." Tasya geram dengan perdebatan itu dia pun memutuskan untuk berlalu pergi kembali ke resort.


Cinta menatap kesal Mey dan perempuan berbehel itu. Ingin memakinya tapi tidak dilakukan oleh Cinta. Karena dia sangat malas untuk berdebat.


"Baiklah aku akan mengambil nya...." Cinta menghela nafas lalu berjalan kembali memasuki pasar tersebut.


Sepeninggal Cinta. Mey dan perempuan itu nampak menyeringai licik. Sambil menatap kepergian Cinta. "Ayo bu, kita balik ke resort aja....." Ajak murid perempuan itu kepada Mey.


Mereka pun meninggalkan Cinta yang berjalan sendiri masuk kembali ke dalam pasar. Tanpa mereka tahu jika Cinta sama sekali tidak tahu mengenai daerah tersebut.


***


Di dalam pasar.

__ADS_1


Cinta mengedarkan pandangan nya mencari-cari letak tas Mey yang tertinggal. Sudah terlalu dalam dia berjalan memasuki pasar itu. Menerobos kerumunan orang-orang.


"Sialan, dasar wanita rubah yang licik....." Cinta merutukki Mey. Dia teringat jika wanita rubah itu tidak membawa tas sama sekali tadi. Cinta sadar jika Mey dan murid perempuan itu pasti sengaja ingin mengerjainya.


"Awas saja kalian....." Tangan Cinta mengepal dia begitu geram dan kesal terhadap Mey.


Cinta pun berbalik berjalan menuju pintu utama pasar. Menyusuri arah tempat dia tadi berjalan. Tetapi setelah sampai di pintu utama pasar. Cinta mengerutkan dahinya.


Dia merasa sangat asing dengan tempat tersebut. "Ini bukan pintu utama pasar...." Ucap Cinta membaca plang pintu tersebut.


Cinta mengusap wajah nya dengan kasar. Kemana dia akan berjalan? Sedangkan dia sama sekali tidak mengetahui mengenai daerah itu. Cinta bertanya kepada para penjual. Dan mereka dengan ramah nya memberi arahan kepada Cinta. Tetapi Cinta malah menyasar entah kemana.


Dum...Grudum...Dum... Dum.


Seketika petir menyambar langit nampak terang mengkilat dalam sekejap. Di iringi suara gemuruh yang begitu nyaring.


Cinta memandang langit yang gelap. Sepertinya akan segera turun hujan. Gadis itu pun berlari ke sebuah warung kecil untuk berteduh. Karena rintikan hujan mulai turun membasahi kepalanya.


"Dimana aku?" Cinta mengedarkan pandangan nya. "Aku harus menghubungi Vindra...."


"Kamu dimana?" Tanya Vindra langsung ketika panggilan baru saja tersambung.


"Vin, kamu tenang dulu yah...."


"Tenang gimana maksudmu? Kamu dimana sekarang? Jangan bilang kamu...."


"I-iya Vin, aku tersesat dan sekarang aku tidak tahu ada dimana."


"Sial, bodoh kamu itu sangat bodoh Cinta....katakan apa yang kamu lihat di dekat sana?"


"Hmm.....maafkan aku, sekarang aku ada di sebuah warung kecil di sebelah toko kayu abadi...."


"Baiklah tunggu aku di sana, ingat jangan pergi kemana-mana...."


Panggilan pun terputus. Cinta menghela nafas lega setelah menghubungi Vindra. Perasaan nya yang sempat gusar sudah mulai tenang. Penyelamatnya akan segera datang. Cinta hanya cukup menunggu di tempat itu.


***

__ADS_1


Disisi lain.


Vindra yang tengah membantu mengangkat kayu bakar. Tiba-tiba menerima panggilan masuk di ponsel nya dari Cinta. Lelaki itu cepat-cepat langsung mengangkatnya.


Seketika kayu-kayu yang di bawa oleh Vindra tadi. Terhempas di lantai jatuh dari tangan Vindra. Setelah memutuskan panggilan tersebut. Vindra langsung bergegas.


"Gw sudah ingatin sama loe Mey, jika terjadi sesuatu sama Cinta....gw gak bakal lepasin loe" Vindra mencengkram lengan Mey dengan kuat. Tatapan nya tajam menusuk. Sangat jelas nampak jika saat ini dia begitu marah dan emosi.


"Vin sakit, lepasin kamu kenapa sih?" Mey meringis kesakitan. Wanita itu pura-pura tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Vindra.


"Lo sudah sengaja ninggalin Cinta di pasar kan...." Vindra berteriak keras. Membuat semua orang menoleh ke arah mereka berdua.


"Ninggalin apanya? Dia bilang tadi kembali aja duluan ke resort, yah jadi gw kembali aja duluan....salahnya dimana coba?" Mey mengelak dari tuduhan Vindra. Membuat Vindra semakin geram dan kesal.


"Pembohong....asal loe tau Cinta itu tidak tahu mengenai daerah sini, karena itu dia gak mungkin mau ditinggal seperti yang loe bilang...." Vindra melepaskan cengkraman tangan nya. Lalu berkacak pinggang sambil mengusap wajah nya kasar.


"Vin...." Dari arah belakang ada seorang gadis menyapa Vindra.


Vindra menoleh menatap tajam gadis itu yang tak lain adalah Tasya. "APA? Loe juga sama Sya....kenapa loe tinggalin Cinta di pasar?"


"Lah gw gak tau apa-apa, gw rasa ibu Mey sengaja yah bilang kalau tas nya ketinggalan, biar Cinta yang ambilkan....terus bu Mey ninggalin Cinta sebelum dia kembali....." Tasya menatap sinis Mey. Mey terkejut dengan perkataan yang di lontarkan oleh Tasya.


"Enggak Vin, itu gak bener, aku gak kaya gitu, aku gak ada maksud mau ninggalin Cinta....." Mey meraih tangan Vindra berbicara dengan mata yang berkaca. Agar mendapat simpati tapi itu sia-sia. Vindra tidak memiliki simpati kepada siapa pun.


"Gila loe yah....loe gak pantas jadi guru Mey...." Vindra menunjuk Mey tepat di depan wajah nya. Perkataan Vindra yang ketus. Sakit sekali menusuk di hatinya.


Vindra pun segera berlari keluar dari dalam resort dengan keadaan hujan deras. Dia masuk ke dalam mobil nya. Menancap gas menuju tempat yang disebutkan oleh Cinta.


Vindra merasa gusar dan frustasi. Sedih rasanya dia memikirkan tentang Cinta yang selalu saja di jahati oleh orang-orang. Terlebih oleh Mey yang tidak pernah bersikap baik kepada kekasih nya itu.


Vindra juga merasa bersalah karena sudah membiarkan Cinta pergi. Jika saja dia bersikeras untuk melarang Cinta pergi. Pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi.


TBC.


Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️


Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻

__ADS_1


__ADS_2