
Brum....brum....brum
Motor Vindra memasuki garasi rumah nya. Setelah memarkirkan motornya. Vindra langsung bergegas masuk kedalam rumah. Dengan raut wajah yang terlihat lebih semangat kebanding pada pagi hari tadi.
Didalam dia langsung disambut oleh Audy sang mamah. Melihat raut wajah putranya yang begitu semangat, membuat hati Audy sedikit tenang.
" Vin....gak mau makan dulu? " ucap Audy, saat melihat Vindra langsung menaiki tangga.
" Vindra udah kenyang....tadi makan dicafe sama Cinta.... " sahut Vindra. Tetapi kemudian dia tersadar untuk apa dia menyebutkan nama Cinta.
Tanpa sadar Audy tersenyum bahagia, apakah karna sosok Cinta. Yang bisa membuat kesedihan Vindra hilang. Dia bersyukur pada gadis yang dikiranya adalah pacar putranya itu....
Didalam kamar, Vindra langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia pun merebahkan tubuh nya diatas kasur empuk nya.
Tiba-tiba terlintas sosok Andra dibenak Vindra.....
" Tenang Ndra, aku akan berusaha menjaga dirinya.....Semoga kamu yang tenang disana " ucap Vindra.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Vindra beranjak dari kasur nya, kemudian melangkah kebalkon kamar nya. Dia mengambil sekotak rokok berwarna putih, dari nakas yang berada dibalkon tersebut.
Vindra pun mulai mengisap rokok tersebut. Dia memang sudah mulai merokok sejak memasuki kelas 11 bersama Andra. Dibalkon itulah tempat mereka biasa mengobrol sambil menghisap rokok bersama.
Sang mamah sudah mengetahui jika Vindra selama ini sudah merokok. Meskipun baru menginjak kelas 12 SMA. Tapi Audy tidak melarang putra nya tersebut. Karna menurutnya Vindra adalah anak laki-laki, itu tidak masalah.
Terlebih Audy sangat tahu sifat sang anak seperti apa. Jika dia melarang Vindra pasti tetap bersikeras dan melakukan apa mau nya itu. Sifat keras kepala dan egois yang dimiliki Barrey turun sepenuh nya pada Vindra.
Langit malam yang cerah, dengan bintang yang bertaburan. Vindra melirik kearah dua bangku yang berada dipojok balkon nya. Terbayanglah sosok Andra yang tertawa lepas. Vindra pun tersenyum, sembari menghisap rokoknya dengan isapan terakhir . Setelah itu mematikan bara nya diasbak atas meja.
Vindra berjalan masuk kedalam kamar nya kembali. Lalu merebahkan tubuh diatas kasur empuk nya. Beberapa saat kemudian dia mulai terlelap, memasuki alam mimpi.....
Keesokan pagi nya.....
Alamr berbunyi begitu nyaring nya dari ponsel Vindra. Yang berada diatas nakas sampir temlat tidurnya. Sengaja Vindra memasang alarm, karna dia tahu ini adalah hari minggu.
Audy sang mamah pasti sudah pergi pagi-pagi buta untuk berolahraga bersama teman-teman nya. Jadi tidak akam ada yang membangunkan Vindra. Dia takut jika akan kelanjuran tidur sampai siang hari.
" Mmhhh....hhh "
Vindra menggeliat dan merenggangkan tubuh. Sambil meraba-raba ponsel mematikan alarm yang berbunyi nyaring itu.
" Hoamphh..... "
Dia pun beranjak duduk, sembari menguap dan mengucek matanya. Berat sekali matanya untuk terbuka. Seakan masih ingin kembali kealam mimpinya.
Tapi Vindra mengurungkan niatnya itu, dia langsung berdiri. Melangkah kedalam kamar mandi nya dengan langkah yang gontai.
__ADS_1
Setelah selesai mandi......
Kini Vindra sedang berdiri didepan sebuah cermin yang besar. Memakai jeans hitam dan kaos putih polos. Bergaya sok tampan menyisir rambutnya rapi-rapi. Merasa sudah pas, Vindra pun mengambil jaket kulit kesukaan nya.
Kemudian keluar kamar turun kelantai bawah. Dengan jaket kulit digantung dipundak kanan nya. Selangkah demi langkah Vindra berjalan dengan semangat nya. Dia akan menjemput Cinta dikost.
" Den Vindra pagi-pagi begini mau kemana? Udah ganteng lagi, hehehe " tegur Pak joko tukang kebun dirumah Vindra. Saat melihat sang majikan sedang mengelap motornya hingga mengkilap.
" Eh pak Joko, hehehe ada deh Vindra mau jemput cewek dulu " sahut Vindra salah tingkah, sembari menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
Grrrrreeeekkkkk.......
Pak Joko membukakan gerbang pagar untuk Vindra.
" Hati-hati yah den.... " ucap Pak Joko.
" Makasih yah pak.... " sahut Vindra, sembari memakai jaket kulit dan helm nya.
Setelah itu dia mulai mengemudikan motornya keluar dari garasi rumah. Disepanjang jalan menuju kost Cinta, Vindra bersiul menyanyikan lagu favorite nya dia. Pagi ini Vindra terlihat begitu bersemangat, entah apa karna janji nya dia bersama Cinta atau ada hal lain?
Vindra melirik arloji ditangan kirinya, seketika itu juga matanya membulat. Saking semangat nya Vindra sama sekali tidak sadar jika baru jam 8 pagi.
" Aghhh.....bisanya aku ngga ngelihat jam, dasar bego loe Vindra " gerutu Vindra, sembari mengusap wajah nya.
" ....biarkan aja lah!! Lagian ini sudah pagi pasti dia juga sudah bangun " ucap Vindra lagi.
Dia pun kembali melaju kan motornya.....
Sesampainya dikost Cinta......
Tok...tok...tok
Vindra langsung menuju kamar Cinta, lalu mengetuk pintunya beberapa kali. Awalnya tidak ada jawaban tetapi selanjutnya. Terdengar suara gadis seperti baru bangun tidur berkata
" Hoaammmph.....sebentar "
Cklek...
Pintu kamar Cinta terbuka, keluar lah sosok gadis cantik yang mengenakan baju kaos merah dan celana kain pendek. Dengan wajah kusut bantal, serta rambut yang setengah teracak.
Vindra tertegun melihat pemandangan yang tidak biasa seperti itu. Beginikah perempuan jika baru bangun tidur? Lucu dan menggemaskan? Ingin sekali rasanya Vindra mencubit pipi Cinta saat itu juga.
" Siapa? Hoamphh " ucap Cinta setengah menguap, sambil mengucek-ucek matanya.
" Sudah pagi, kenapa belum juga bangun!! Cewek itu bangun nya pagi gak boleh siang " cetus Vindra dengan wajah songong nya.
__ADS_1
Cinta terkejut bukan main, matanya langsung terbuka sempurna. Saat mendengar suara Vindra, dia langsung merapikan rambut nya yang masih acak-acakan itu.
" Kamu? Kenapa pagi sekali kemarinya? Bukan nya kemarin bilang jam 10, sedangkan ini baru jam setengah sembilan " ucap Cinta, sembari menoleh pada jam dinding nya.
Vindra tersenyum lebar, dan langsung menyelonong masuk kedalam kamar Cinta. Membuat sang pemilik kamar geram bukan main.
" Apa-apaan? Keluar sana...seenaknya saja main masuk-masuk kamar cewek " geruru Cinta kesal.
Dia berusaha mendorong-dorong tubuh Vindra keluar. Tapi tidak berhasil karna kekuatan nya tidak sebanding dengan Vindra.
" iiiihhhhh.....ngeselin yah " maki Cinta pelan.
" Biarin....cepat mandi sana siap-siap, katanya mau belajar bareng " Vindra tersenyum menyeringai didepan wajah Cinta.
Wajah nya dengan wajah Cinta begitu dekat, hanya berjarak satu jengkal saja. Cinta memicingkan matanya menatap tajam mata Vindra. Dia benar-benar geram dan kesal sekali dengan tingkah cowok dihadapan nya itu.
" Kenapa? Marah? " cetus Vindra tersenyum miring.
Whuuhhft.....
Cinta meniup rambut depan Vindra dengan sekali tiupan. Membuat nya terkibas berantakan, lalu Cinta berbalik badan. Membelakangi Vindra, yang terdiam menerima perlakuan aneh Cinta.
Baru kali ini ada wanita yang berani meniup wajah dan rambutnya. Saat lagi berhadapan dengan nya. Biasanya wanita-wanita tidak akan tahan dengan wajah tampan Vindra. Dan langsung menyosor mencium bibir atau pipi Vindra.
Tapi kali ini, Cinta benar-benar melakukan hal baru terhadap Vindra. Apa dia tidak merasa risih, baru bangun tidur langsung meniup wajah seseorang. Bagaimana aroma nafas nya?
" Benar-benar nih cewek aneh banget, tapi aroma nafas nya begitu segar seperti daun mint!! Pantas saja dia tidak segan melakukan hal itu..... " gumam Vindra.
" Tunggu disini....aku mau mandi, ingat jangan sentuh apapun yah " ketus Cinta, sembari berlalu mengambil handuk. Kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Vindra hanya mengangguk tak berkata apa pun. Dia langsung duduk dipinggiran kasur Cinta. Dipandanginya seisi kamar gadis itu. Sederhana dan tidak terlihat seperti kamar seorang gadis.
Tidak ada nuansa warna pink atau warna cerah lain nya seperti kebanyakan wanita. Terlebih diatas meja nya tidak banyak alat make up, hanya ada pupur, lipstik, maskara, eyliner, serta beberapa masker sachet. Ditambah tumpukan buku belajar dan alat tulis diatas meja itu.
Hanya saja pandangan mata Vindra tertuju pada sebuah foto berukuran 4x6. Tertempel diujung kiri atas cermin. Setelah dilihat dengan jelas, ternyata itu adalah foto Andra sedang tertawa memakai bando telinga kelinci. Tanpa sadar Vindra ikut tersenyum melihat nya.
" Aku akan menepati janji ku men..... " ucap Vindra tersenyum, sembari menyentuh foto itu.
Tiba-tiba saja, Cklek....
Suara pintu kamar mandi terbuka, Vindra pun langsung cepat-cepat kembali duduk.
Happy Reading🖤🖤
Jangan lupa untuk like, komen dan vote nya yah readers, karna itu akan sangat mendukung Author...Thankyou
__ADS_1