More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 63


__ADS_3

Dua Minggu kemudian.


Tidak terasa sudah berjalan selama dua minggu lama nya. Hubungan antara Vindra dan juga Cinta. Kedua nya tidak segan-segan lagi untuk mengumbar kemesraan di depan semua orang.


Terlebih dengan sifat tempramen yang dimiliki oleh Vindra. Vindra malah semakin memperlihatkan jika Cinta adalah kekasih nya. Jadi tidak ada yang boleh mengganggu dia lagi.


Vindra juga melarang Cinta untuk bekerja lagi. Mengenai biaya hidup dan kost Cinta, Vindra menanggung semua nya. Dia tidak mau melihat Cinta di hina orang lagi. Apalagi jika di goda oleh para lelaki hidung belang.


Pagi ini, langit sangat cerah secerah senyuman yang dilontarkan Vindra kepada Cinta kekasih nya. Vindra sengaja bangun pagi untuk menjemput Cinta di kost nya. Mereka berdua sudah janjian untuk pergi berbelanja keperluan untuk acara perpisahan sekolah yang diadakan di puncak Kota Bogor. Karena akan di selenggarakan juga acara berkemah bersama di sana.


Tapi sebelum itu Vindra mengajak Cinta pergi mengunjungi makam Andra. Tetapi ketika mereka sudah mau pulang. Cinta dan Vindra tidak sengaja berpapasan dengan Dewi dan Mey di depan gerbang pemakaman.


"Vindra...." Sapa Dewi kepada Vindra dengan tersenyum ramah. Sedangkan kepada Cinta ia menatap sinis.


Vindra menghela nafas sambil memutar bola matanya. "Pagi tante...." Sapa Vindra balik dengan nada sedikit terpaksa.


"Makasih yah udah mau kunjungi makam Andra, tante yakin kamu pasti dari sana bukan?"ucap Dewi yang percaya jika Vindra pasti habis mengunjungi makam anak nya.


Segera Vindra mengajak Cinta untuk pergi dari sana. Karena dia melihat Cinta diam dengan wajah yang pucat.

__ADS_1


"Cinta? Kamu kenapa?" Di dalam mobil Vindra mengusap peluh di kening Cinta menggunakan punggung tangan nya.


"A-aku gak apa-apa kok...." Jawab Cinta dengan terbata.


Vindra mengerti jika saat ini sang kekasih pasti masih sangat trauma terhadap Dewi. Vindra meraih tangan Cinta. Lalu mengecup kening kekasih nya itu dengan lembut.


Cinta tersenyum mendapat perlakuan hangat dari Vindra yang membuat nya kembali nyaman. "Apaan sih main cium-cium aja" wajah Cinta memerah karna malu.


"Loh kenapa? Kan kita pacaran, memang nya gak boleh?" Vindra mendekat kan wajah nya ke wajah Cinta.


"Apaan sih Vin, udah ayo buruan kita kan mau belanja nanti kesiangan...." Cinta memalingkan wajah nya, menghindari tatapan mata Vindra.


"Makasih Tuan Vindra yang jelek...." Ledek Cinta kepada Vindra.


"Terserahlah, tapi kenyataan nya aku tetap mempesona di mata orang-orang, meskipun di mata pacar sendiri jelek" Vindra berucap sambil menyalakan mesin mobil nya.


"Gak boleh, " Cinta berdecak.


Vindra menoleh ke arah Cinta. Alis nya menjungkit satu. "Maksudnya?" Tanya nya heran.

__ADS_1


"Kamu gak boleh tebar pesona ke cewek-cewek lain, pokoknya harus kelihatan jelek, gak mau tau" Cinta mengacak-acak rambut Vindra hingga berantakan.


Vindra tersenyum tipis melihat sikap Cinta yang begitu menggemaskan buat nya. "Bagaimana kalau pakai ini..." Vindra meraih kaca mata hitam dari dalam jaket nya. Lalu memakai nya.


Cinta manyun sambil geleng-geleng kepala. "Jadi tambah ganteng dong" ucap nya dengan nada kecewa.


"Sudahlah, mau dikaya gimanain juga tetap aja aku ganteng....tapi tenang aja, orang-orang cuman bisa mengagumi tidak bisa menyentuh nya seperti ini...." Vindra meraih kedua tangan Cinta, lalu menaruh nya di wajah nya.


Cinta yang tadi nya cemberut jadi tersenyum mendengar perkataan manis yang keluar dari mulut sang kekasih.


Cups.


Kecupan singkat mendarat di bibir Vindra. Setelah mencium Vindra secara tiba-tiba Cinta langsung memalingkan wajah nya. Dia mencium dia juga yang jadi malu-malu.


Vindra tersenyum sembari mengusap kepala Cinta. Kemudian mulai menancap gas. Keluar dari area pemakaman menuju mall. Tempat mereka akan berbelanja perlengkapan buat besok.


TBC.


Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️

__ADS_1


Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻


__ADS_2