More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 16


__ADS_3

‍‍‍‍‍


‍‍


*****


Vindra menatap geram kepada Dewi dan Lina, yang masih mencaci dan menghina Cinta. Entah kenapa perasaan nya begitu aneh....


Dada nya terasa panas, darahnya pun seketika mendidih. Tatapan mata elang nya, menajam seperti menembus jantung. Siapa pun yang ditatap nya.......


" Bunda gak boleh gitu....ayo kita pulang.... "


Tasya hendak menggandeng tangan bundanya. Membawanya pergi dari sana. Tapi langsung ditepis oleh Lina.....


Lina dan Dewi masih saja menghina Cinta habis-habisan. Membuat Vindra semakin naik darah.....


" BERHENTI.....TOLONG DIJAGA YAH MULUT TANTE SEKALIAN...... "


" .....Cinta memang pacar Vindra, dan satu hal yang harus kalian ingat baik-baik!! Bahwa Cinta tidak seperti yang kalian bicarakan...... "


" ......dibandingkan dengan dirinya, mulut kalian lah yang sangat rendah, gak bermoral "


Vindra membentak semua ibu-ibu disana, yang mengatai Cinta. Mereka begitu terkejut, Vindra bisa bersikap seperti itu.


Tasya hanya diam, tak berani menjawab. Dia sangat tahu bagaimana Vindra jika sedang marah. Bahkan bisa lebih parah dari ini.....


Sedangkan Cinta menatap lekat kearah Vindra, yang entah tulus membela, atau ada maksud lain ?


Untuk kesekian kalinya, Vindra memasang badan untuk membela Cinta. Membuat Cinta semakin penasaran, siapa Vindra? Apa tujuan nya membantu dirinya?


Vindra langsung menggapai tangan Cinta, dan membawa nya masuk kedalam salah satu ruangan. Meninggal kan para ibu-ibu yang terpaku diam itu......


*****


Didalam ruangan tersebut.....


Vindra langsung mendekap Cinta, kedalam pelukan nya. Cinta terkejut, sontak dia memberontak. Berusaha melepaskan dekapan Vindra.....


" Lepaskan aku....hiks hiks "


" .....aku bilang lepaskan, kamu sengaja kan bawa aku kesini!! Biar ketemu mereka semua, dan menghina ku seenaknya "


" ......lepaskan, hiks hiks hiks "


Cinta terus memberontak, sesekali ia memukul pelan dada Vindra. Tangisan nya semakin menjadi.....


Sedangkan Vindra hanya diam, dia tetap dengan erat mendekap Cinta. Tanpa sadar pun air mata nya ikut terjatuh......


Dia begitu tak mengerti perasaan apa yang dia rasakan kini. Hatinya begitu sakit melihat Cinta terhina apalagi menangis.....


" Sudah diamlah.....ada aku disini!! "


Vindra mengelus-elus kepala Cinta dengan lembut. Cinta yang merasakan dekapan Vindra merenggang.....


Langsung saja dia mendorong tubuh Vindra, hingga termundur dua langkah kebelakang. Vindra diam.....


" Memang nya dengan adanya kamu disini bisa apa? Dan apa urusan mu menolongku? Kamu siapa? Bahkan kita belum pernah berkenalan dengan jelas..... "


Tutur Cinta yang masih menangis itu. Akhirnya uneg-uneg nya keluar juga. Pertanyaan-pertanyaan yang bersarang dikepala nya, keluar tanpa sadar.....


Kemudian Cinta berbalik membelakangi Vindra.....


Vindra kembali diam, tak tahu harus menjawab apa. Tidak mungkin kan dia menjawab, ini semua karna Andra. Pasti akan sangat menyakitkan buat Cinta, fikir Vindra begitu.


" Baiklah.....kalau begitu kenal kan, namaku Vindra, Ravindra Mahestu Kusuma "


Vindra menarik nafas dalam-dalam, lalu mengodorkan tangan nya untuk bersalaman.


Sedangkan Cinta, dia begitu terkejut mendengar ucapan Vindra. Dia langsung berbalik arah, menyipitkan matanya melirik Vindra.....

__ADS_1


Apa maksud pria yang kini dihadapan nya itu? Kenapa dia terus menerus bersikeras, untuk dekat padanya?


Tapi meskipun dia merasa risih, Cinta juga merasa penasaran. Akan sosok Vindra, apa tujuan nya? Dia harus tahu dengan jelas.....


Dia melirik tangan Vindra, dan berganti melirik wajah Vindra beberapa kali. Dengan sangat ragu-ragu, Cinta menggapai tangan Vindra.....


" Aku Cinta Almaharani.... " ucap Cinta.


Sempat beberapa detik bersalaman, Cinta langsung menarik kembali tangan nya. Lalu dia menyeka air matanya tadi.....


Vindra tersenyum manis kearah Cinta, membuat jantung Cinta semakin berdebar. Ada apa gerangan dengan dirinya.....


Begitu pun Vindra, dia bukan tersenyum manis. Melainkan itu hanya senyum paksaan, karna dia merasa gugup sendiri.....


" Apa aku mulai menyukai gadis ini? " bathin Vindra.


Dia bertanya-tanya didalam hatinya, apa kah dia salah? Apakah dia jahat, jika menyukai kekasih sahabatnya itu? Terlebih sekarang ini sang sahabat masih berjuang melawan penyakitnya....


" Duduk lah.....sebentar ada pelayan yang mengantarkan makanan "


Vindra mempersilahkan Cinta untuk duduk. Suasana didalam ruangan itu, kini menjadi sangat canggung.....


Wajah keduanya memerah seperti jambu......


Mereka pun duduk saling berhadapan, tetapi saling memalingkan wajah kearah lain.....


Tetapi sesekali antara Vindra dan Cinta, salah satunya melirik satu sama lain.....


Sesaat kemudian, datanglah pelayan membawakan malan siang mereka. Tak menunggublama keduanya langsung menyantap makanan tersebut.....


Suasana hening, hanya terdengar suara gertakan sendok dan garpu dipiring masing-masing......


Vindra pun memulai obrolan, meskipun masih gugup. Dari pada hening seperti kuburan fikirnya. Lebih baik ada yang mengalah dari gengsi masing-masing.....


" Jadi kita berteman nih? " tanya Vindra, sembari masih menyantap makanan nya.


" Hah? I--iya " Cinta kaget, dan terbata menjawab.


" Apa? "


" Apa hubungan mu dengan Andra? Dari kapan kalian berhubungan, dan apa orang tuanya gak tau kalau kalian berpacaran " tanya Vindra panjang lebar.


Cinta pun tersentak, dia langsung menghentikan santapan nya. Dia tidak suka mendengar pertanyaan Vindra menyangkut Andra.


Karna dia masih merasa sakit hatinya, mengingat Andra yang memutuskan nya. Dengan alasan tak jelas, dan seenaknya melupakan janji-janji mereka berdua.....


" Aku tak ingin membahasnya...... "


" Kenapa? "


"Aku hanya tak ingin saja? "


" Belum cukup dia meninggalkan ku seperti ini, ditambah orang tuanya sekarang yang hobi menghina ku "


Cinta menghela nafas kasar. Sudah terlanjur emosi, Cinta tak nafsu lagi untuk makan.


" Kalau begitu, izinkan aku untuk menjaga mu menggantikan Andra? " ucap Vindra tiba-tiba.


Deg....


Dada Cinta berdebar-debar, pipinya terasa panas, dan bola matanya membulat seketika. Mendengar perkataan Vindra.....


Begitu pun dengan Vindra, dia merasa aneh. Kenapa kata-kata itu terlintas begitu saja dari mulut nya. Dia langsung menyeka mulutnya dengan tisu.


Menatap Cinta dengan tatapan intens. Mencoba untuk setenang mungkin. Vindra juga tak ingin Cinta menyadari kegugupan nya....


" Apa yang sudah kukatakan? Apa aku sudah mulai menyukai gadis ini....heh tak bisa dipercaya, Vindra...Vindra " gumam nya dalam hati.


" Cowok ini gak punya tenggorokan kayanya, bisa-bisa nya berkata seperti itu dengan enteng " gerutu Cinta.

__ADS_1


Dia membalas tatapan Vindra, dengan tatapan sinis nya.


" Untuk apa? " ucap Cinta.


Vindra terdiam, dia bingung. Apa yang harus dijawabnya, sama sekali dia belum mempersiapkan. Jawaban untuk pertanyaan Cinta....


" Yah aku....aku hanya ingin menjaga mu saja, memangnya salah? Kan kita sekarang temenan " jawab Vindra gugup.


Cinta semakin memicingkan matanya.....


" Menjaga ku seperti apa? " tanya Cinta lagi.


" Yah seperti tadi.... " sahut Vindra sedikit keras.


" Tapi kan kita baru kenal, lagian apa untungnya buatmu? Malah semakin membuat mu malu kan " lirih Cinta.


Vindra diam sejenak, melihat Cinta yang menunduk sedih. Dia langsung menggapai tangan Cinta, yang terletak diatas meja.


Cinta terkejut dia langsung menarik tangan nya, tetapi ditahan erat oleh Vindra.


" Aku gak malu, aku juga janji akan selalu ada buat mu..... "


Ucap Vindra menatap lekat mata Cinta. Begitu pun Cinta, dia menatap sendu kearah Vindra. Apakah pria ini bersungguh-sungguh.....


Sedetik kemudian, kedua nya tersadar. Vindra langsung melepaskan tangan Cinta....


" Maaf " ucap Vindra lirih.


" Maafkan aku....aku belum bisa jawab sekarang "


Cinta beranjak dari duduk nya.


" Baiklah.....aku akan menunggunya " ucap Vindra tegas.


Entah itu dari hatinya atau ini hanya sebatas tanggung jawab. Karna sudah berjanji pada Andra.


Cinta tersenyum manis, dan langsung berbalik melangkah keluar pintu. Sadangkan Vindra diam terpaku, melihat senyuman indah diwajah cantik Cinta....


" Tunggu dulu....aku akan mengantarmu pulang " ucap Vindra, sembari beranjak.


Dia pun menyusul Cinta keluar dari ruangan itu.


Setelah membayar tagihan, Vindra langsung bergegas menemui Cinta diparkiran.....


" Kamu mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu " ucap Vindra ramah, berusaha mencairkan suasana.


" Aku lelah, langsung pulang aja!! Kapan-kapan aja jalan nya... " sahut Cinta, sembari tersenyum.


" Baiklah, sini mendekat " Vindra menarik pinggul Cinta hingga mendekat padanya.


Vindra pun meraih helm dimotornya, lalu memasangkan nya perlahan dikepala Cinta.....


Deg....deg....deg


Jantung Cinta seakan berhenti berdetak. Saat wajah Vindra begitu dekat dengan wajah nya. Bahkan deruan nafas Vindra, bisa dia rasakan mengenai batang hidung nya.


Apalagi Vindra dengan wajah serius, terlihat fresh dan cool....


" Sudah ayo naik.... "


Ucapan Vindra membuyarkan lamunan Cinta. Dia menjadi gugup, dan langsung naik keatas motor Vindra.


Kemudian....


Brum...brum...brum


Vindra mulai menancap gas, dengan kecepatan sedang menuju kost-kostsan Cinta. Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol santai, layak nya seperti sudah mengenal dekat satu sama lain.


Kecanggungan diantara keduanya semakin menipis, dengan berjalan nya waktu. Semoga saja Cinta bisa membuka hatinya untuk Vindra, begitu pun Vindra. Semoga perasaan bersalah nya kepada Andra, bisa diatasi nya segera.

__ADS_1


Dia tidak salah, karna Andra sendiri yang meminta nya kepada Vindra. Untuk menjaga kekasih nya itu. Bahkan Vindra sudah pernah, mengatakan bagaimana jika dia menyukai Cinta. Bukan nya menolak, andra malah mempersilahkan Vindra untuk mencintai kekasihnya sendiri......


TBC.


__ADS_2