
Di perjalanan suasana hening, hanya suara hembusan angin yang melewati sela-sela helm. Cinta merasa ada yang salah dengan Vindra. Mengapa lelaki yang ada di hadapan nya itu diam seribu kata.
Sesekali Cinta melirik wajah Vindra dari kaca sepion. Wajahnya di tekuk, bibirnya terbungkam dengan rapat. Sorot matanya juga tajam menatap lurus ke depan.
Cinta menarik nafas nya dalam-dalam. "Kita mau kemana? Bukan kah kost-kost san ku arah nya ke sana?" tanya Cinta.
Cinta kembali melirik kaca sepion. Tidak ada tanda-tanda dari Vindra hendak menyahuti pertanyaan nya. Huh, ada apa dengan cowok di depan nya itu? Apa dia ada salah kata atau lain nya? Pikiran Cinta di penuhi dengan pertanyaan demi pertanyaan.
"Kamu marah?" tanya Cinta lagi kini dengan suara yang pelan. "Jangan diam aja Vin...."
Tiba-tiba motor Vindra berhenti di pinggir jalan. Decitan ban saat dia mengerem mendadak terdengar ngilu. Cinta keheranan, apa yang mau dilakukan Vindra.
"Mau ngapain? Kok berhenti disini...." tanya Cinta.
"Bawel...." sahut Vindra singkat sambil turun dari motor. Vindra membuka helm nya tanpa menghiraukan Cinta yang terus menatap nya.
"Mau kemana?" Cinta meraih tangan Vindra, ketika Vindra hendak melangkah pergi.
Vindra menoleh dengan raut wajah datar. "Mau beli...."
Vindra pun melepaskan genggaman tangan Cinta di tangan nya. Gadis itu mengerinyit kenapa sikap Vindra dingin padanya. Cinta mencoba mengingat-ingat kesalahan apa yang tidak sadar dia buat.
__ADS_1
Vindra keluar dari dalam toko. Cinta tidak melihat barang apa yang di beli oleh Vindra. Hanya saja tas yang melilit di pundaknya nampak menggembung. Benar saja, jika yang di beli oleh Vindra sudah dimasukan ke dalam tas nya.
Masih dengan raut wajah datar. Vindra memakai helm dan naik ke atas motor. Sedetik kemudian motor sudah kembali melaju. Suasana kembali hening sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah yang tak lain adalah rumah Vindra.
Tanpa kata-kata Vindra turun dari motor, membuka helm nya. "Kenapa menatapku begitu? Mau turun gak?" cetus Vindra dingin.
Cinta diam cemberut. Muak dengan sikap dingin Vindra. Dengan gerakan cepat Cinta turun dari motor. Lalu membuka helm nya dengan kasar.
"Ini....."
Gadis itu melemparkan helm nya pada Vindra. Dengan gerakan cepat Vindra menangkap helm yang melayang di depan nya.
"Apa-apaan kamu......kalau kena muka ku gimana? Mau tanggung jawab misalkan muka ku yang ganteng ini luka?" ucap Vindra masih dingin, namun dengan sedikit candaan di akhir kalimatnya.
"Mau pulang...." Cinta melangkah ke arah pintu gerbang.
"Gak.....gak boleh, kamu harus tanggung jawab karna sudah buat aku marah...." ucap Vindra berdiri mencegat langkah Cinta.
Gadis itu mendengus kesal. "Perasaan aku gak salah apa-apa.....Minggir aku mau pulang"
Vindra tidak menyingkir. Dia malah menyeringai di hadapan Cinta. Membuat Cinta keheranan. "Kenapa senyum-senyum begitu......aneh" gerutu Cinta.
__ADS_1
"Akkh.....Vindra turunin aku....." teriak Cinta saat terkejut dengan yang dilakukan Vindra.
Vindra menggendong dirinya dengan paksa sambil berlari memasuki rumah nya. Dia tidak memerdulikan teriakan Cinta dan pukulan-pukulan yang mengenai dada nya. Gadis itu meronta-ronta dengan wajah yang memerah.
"Mamah mana bi?" tanya Vindra ketika berpapasan dengan Bi Wulan. Wanita paruh baya itu tercengang dengan apa yang dia lihat. Vindra masih menggendong Cinta saat berbicara dengan bi Wulan.
"Nyonya bilang keluar sebentar den....."
"Haissh....tadi katanya suruh pulang cepat, tau nya malah dia yang gak ada...." gerutu Vindra.
"Yaudah, tolong buatkan minuman antar ke kamar ku yah...." Vindra kembali berlari sambil menggendong Cinta menaiki tangga menuju kamar nya.
"Vindra....turunin aku...awas yah kamu"
"Vindra....aku gigit nih...."
"Awwwhh iya ampun bentar lagi nanggung nih....awwwh" Vindra meringis kesakitan, saat Cinta menggigit pundak kirinya.
Brakk....
Vindra menjatuhkan tubuh Cinta ke atas kasur empuk nya. Gadis itu tersenyum miring. Vindra kesakitan memegangi pundak nya yang tadi di gigit oleh Cinta.
__ADS_1
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹