More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 12


__ADS_3

Diperjalanan pulang....


Sesekali Vindra melirik kaca sepion nya. Terpampang jelas wajah cantik Cinta disana. Muka cuek dan jutek nya sangatlah lucu dilihatnya....


Cinta sama sekali tidak mau memeluknya atau berpegangan sekalipun. Padahal kan motor Vindra modelnya sport, bisa saja dia terjatuh kalau tidak berpegangan....


" Pegangan....Senang kalau jatoh yah? " ucap Vindra ketus.


" Biarin..... " jawab Cinta jutek.


" Nanti kalau kamu jatuh, aku lagi yang repot " ucap Vindra dengan nada kesal.


" Peduli amat.....itu urusan mu " kembali Cinta menjawab nya jutek dan ketus.


Vindra mengehela nafas kasar, lalu tersenyum licik. " Liat aja sebentar, cewek angkuh sepertimu akan kuberi pelajaran " gumamnya.


Vindra pun mulai menancap gas sekencangnya. Melaju dijalanan sepi setelah hujan deras tadi. Sontak berhasil membuat Cinta ketakutan.


" Aaaaaa......pelan-pelan aku takut "


Histeris Cinta, tanpa sadar dia sudah melingkarkan tangan nya diperut Vindra. Vindra tersenyum puas.....


Dia pun mulai melambatkan lagi kecepatan motornya sedang. Dia kembali melirik kaca sepion nya.....


Dilihatnya Cinta sedang menyandarkan wajah dipundak nya. Sambil menutup mata karna ketakutan.


*****


Sampailah mereka didepan sebuah bangunan tingkat dua. Dengan pintu-pintu yang berjajar didepan nya. Itu adalah Kost-kostsan dimana Cinta tinggal....


Vindra mengerinyitkan dahinya....


Apa wanita ini tidak memiliki rumah? Dia tinggal ditempat seperti ini sendirian? Bagaimana jika ada orang yang berniat jahat padanya? Vindra tak habis fikir.....


Cinta pun turun dari motor, dia hendak membuka helm nya. Namun sangat sulit untuk nya....


Lama Vindra menunggu, dia mulai kesal. Pasangnya bisa, bukanya tidak bisa. Apa-apaan?


Vindra menarik nafas dalam-dalam. Dia pun menarik tangan Cinta, dan mendekat kan diri padanya.


Cinta terkejut bukan main....


Vindra langsung meraih helm itu, lalu membuka nya perlahan. Wajah mereka sangat dekat, bahkan Cinta bisa mencium aroma mint. Dari hembusan nafas Vindra.


Pandangan keduanya saling bertemu, selang beberapa detik akhirnya mereka tersadar. Dan sama-sama memalingkan wajah kearah lain.


" Kalau begitu.... "


Ucap keduanya bersamaan, lalu terdiam. Wajah Vindra memerah, dadanya juga berdebar tak menentu. Aneh rasanya...


" Kamu duluan... " ucap Vindra. Cinta mengangguk.


" Terima kasih sudah menolongku hari ini.... "


Cinta tersenyum manis pada Vindra. Membuat Vindra diam terpaku, ada apa dengan dirinya? Kenapa dengan wanita itu, rasanya aneh...


" Sama-sama....kalau begitu aku pergi "


Vindra langsung cepat-cepat menyalakan motornya. Dan melaju pergi meninggalkan Cinta yang kebingungan.


" Kenapa dia seperti itu? " gumam Cinta


Cinta pun berlalu masuk kedalam kostsan nya. Dia langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur tipis nya....


Diliriknya jam dinding......


Sudah hampir jam 10 malam. Cinta tak menyangka akan bertemu dengan pria tengil itu lagi.


" Ternyata namanya Vindra, tapi kenapa aku merasa familiar dengan nama itu? Aghh tau ah "

__ADS_1


Tiba-tiba Cinta teringat akan sesuatu. Dia melupakan cincin yang diberikan oleh Andra. Bukan kah cincin itu dilemparnya kesembarang arah, waktu menangis dikamar Vindra.


" Astaga....Cinta kamu itu bego banget sih!! Sekarang gimana? Aku juga gak punya kontak tuh cowok lagi "


Cinta berguling-guling diatas kasur nya, menggerutu mengatai dirinya sendiri. Tanpa sadar dia tersenyum sendiri saat mengingat sosok Audy. Mamah nya Vindra.....


" Tante itu baik banget, aku ngerasa seperti didekat ibu saat dia memeluk ku erat... "


Cinta memiringkan tubuhnya menghadap kiri, lalu memeluk guling nya erat. Matanya sudah sangat berat, rasa kantuk pun menghampirinya.


Dalam sekejap dia sudah tertidur memasuki alam mimpi nya....


*****


Vindra melajukan motor nya dengan kecepatan sedang. Dia kembali teringat wajah Cinta, saat membukakan helm tadi...


" Memang ku akuin jika dia cantik, dan postur tubuh nya.............hahaha apa yang sedang kupikirkan, gila Vindra biadap banget inget itu cewek sahabat loe "


Vindra menggerutui dirinya sendiri disepanjang jalan. Dia pun teringat akan Andra, bagaimana keadaan Andra saat ini. Pasti dia juga sangat terpukul seperti Cinta....


Vindra pun Melajukan motornya menuju rumah Andra, yang berbeda blok saja dengan nya....


Brum...brum...brum


Pelayan rumah Andra membuka kan gerbang untuk Vindra. Mereka sudah mengenal dekat Vindra, karna itu jika Vindra datang mengunjungi Andra. Para pelayan melayani Vindra seperti majikan nya sendiri.....


Tak menunggu lama Vindra langsung mengetuk pintu depan nya. Kemudian ada seorang pelayan yang membukakan nya....


" Vindra ada bi? " tanya Vindra pada pelayan itu.


" Ada den, silahkan masuk!! Den Andra ada dikamarnya " jawab pelayan itu, sembari mempersilahkan Vindra masuk.


" Tante sama Om ada? " tanya Vindra kembali sebelum melangkah masuk.


" Ada Den....sedang mengobrol dibelakang " ucap pelayan itu.


Tapi tidak masalah. Dia juga tidak akan bertemu keduanya, karna mereka duduk dihalaman belakang rumah. Sedangkan kamar Andra tidak melewati tempat itu.....


Vindra pun langsung melangkah masuk menuju kamar Andra......


Tok...tok...tok


Cklek.....Vindra langsung membuka saja pintu kamar Andra, yang ternyata tidak terkunci itu....


Vindra terkejut melihat Andra yang sedang duduk, diantara tumpukan-tumpukan kertas dan foto.


Vindra pun menghampiri sahabatnya itu perlahan. Saat mendekat Vindra tercengang sendiri. Melihat kedaan Andra yang berantakan....


Wajah nya yang pucat, mata sembab, hidung merah, rambut acak-acakan, dan sisa-sisa air mata dipipinya.


Andra duduk meringkuk memeluk kedua lututnya. Dadanya yang sesak membuat bibir nya susah untuk berkata.


Dia hanya bisa menangis, menatapi sebuah foto ditangan nya. Foto dirinya dan Cinta saat merayakan anniv nya yang ke enam bulan.


Vindra langsung mendekat dan merangkul sahabatnya itu. Tanpa sadar air mata nya ikut menetes. Malang sekali nasib Andra...


" Aku bukan pacar yang baik untuk Cinta Vin, aku dan keluarga ku cuman bisa menyakitinya saja....hiks hiks hiks "


" ....aku sudah sangat menyakiti nya hari ini, aku gak pantas menerima maaf darinya "


" ....kenapa takdirku seperti ini Vin.....kenapa? Uhuk uhuk uhuk "


Vindra meranyau sampai terisak-isak didekapan Vindra. Hingga terbatuk-batuk kesesakan didadanya....


" Sudah lah.....fokus saja pada kesehatan mu dulu " lirih Vindra, air mata nya tak tertahan lagi.


Perih hatinya melihat sahabat nya itu meratapi dirinya sendiri. Pasti dia begitu tersiksa dengan hidupnya.


Seketika Andra langsung melirik, menatap lekat mata Vindra. Vindra terkejut, dia bingung apa arti dari tatapan sendu Andra itu.

__ADS_1


Andra menggenggam erat tangan Vindra, dengan kedua tangan nya. Seperti sedang memohon....


Benar saja, dengan air mata yang deras mengalir. Andra memohon sebesar-besarnya pada Vindra....


" Vin....aku mohon....aku mohon padamu!! Jagakan dia untuk ku "


Suara serak dan parau Andra. Serta tatapan sayunya, membuat Vindra tak tahan melihatnya. Apa yang harus dia lakukan?


" Entah lah Ndra...aku.... "


Lirih Vindra memalingkan wajahnya.


Bukan hanya tak tega dirasanya, tetapi dia juga bingung. Haruskah dia mengiyakan atau menolak? Dia takut akan menyakiti hati Andra kelak....


" Aku mohon Vin.....aku akan tenang meninggalkan nya padamu kebanding aku meninggalkan nya sendiri "


Kembali Andra berucap, membuat Vindra menatap tajam arah nya. Tak percaya dengan ucapan sahabatnya itu....


" Apa maksudmu? Kamu tidak boleh berkata seperti itu, yakin kan dirimu untuk kuat dan sembuh "


Vindra mengguncang-guncang tubuh Andra yang lemas itu. Nada bicaranya meningkat tak lagi pelan. Dia kesal Andra berkata seolah-olah tidak memiliki harapan hidup lagi.


" Karna itu aku mohon padamu..... "


" kamu itu memang keras kepala Ndra....apa kamu tidak takut jika aku kelak memiliki perasaan padanya? "


Andra terdiam sejenak, lalu dia tersenyum menatap Vindra.


" Aku tidak takut, malah itu semakin membuatku tenang!! Karna kamu pasti akan menjaga Cinta lebih baik lagi, jika kamu memiliki perasaan padanya.... "


Bukan nya marah, Andra malah tersenyum lebar. Walaupun sakit dihatinya, tapi itu untuk kebaikan Cinta.....


Vindra geleng-geleng, sahabat nya itu sudah banyak berubah fikirnya. Sanggup kah dia jika kehilangan Andra.


Mengingat kisah persahabatan mereka yang sudah lama itu. Bahkan Vindra sengaja pindah dan menetap dijakarta ,hanya untuk bisa dekat dengan sahabatnya itu.


Dan sekarang, tuhan kembali ingin memisahkan mereka.....


" Terus bagaimana jika Cinta menyukai dan memiliki perasaan juga padaku? Jangan menyesal kamu.... "


Vindra memalingkan wajahnya, tak sanggup terus menatap wajah Andra. Hatinya seperti teriris sendiri.....


" Aku tidak akan menyesal Vin, terima kasih kamu sudah bersedia memenuhi permintaan ku!! Aku titip Cinta-ku padamu sahabatku Vindra "


Genggaman tangan Andra perlahan melemah. Pandangan nya kabur, sampai akhirnya.....


Andra pun jatuh tidak sadarkan diri dirangkulan Vindra. Vindra terkejut, dan menjadi panik. Apa yang terjadi, kenapa dia tidak sadarkan diri?


" Andra....Andra....Andra bangun "


Vindra mengguncang-guncang tubuh Andra, sembari memanggil-manggil namanya. Air mata Vindra semakin menetes deras, panik, cemas ,takut , semua bercampur aduk tidak karuan.


" Tolong......siapa saja diluar tolong..... "


Vindra berteriak meminta pertolongan. Teriakan nya sangat nyaring dan menggema. Hingga seisi rumah mendengarnya.....


Sontak kedua orang tua Andra  dan pelayan-pelayan. Berlarian kekamar Andra....


Mereka semua terkejut melihat Andra yang sudah terkujur lemas dipelukan Vindra.....


" Andra...Andra bertahan lah......Andra kumohon "


Vindra terus memanggil-manggil Andra, tubuh nya bergetar dan berkeringat dingin......


" Ya allah....selamatkan lah sahabat ku ini " Bathin Vindra.


Mereka pun dengan cepat membawa Andra kerumah sakit ternama disana. Rumah sakit pribadi keluarga Wijaya.


Happy Readings~

__ADS_1


__ADS_2