More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 23


__ADS_3

‍‍‍


*****


"Apa yang kamu lihat?" tanya Cinta ketus. Sembari ia mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Hmm...aku tidak melihat apa-apa" jawab Vindra.


Cinta mengerutkan dahinya, meragukan ucapan Vindra.


"Apa? Kenapa menatapku begitu, sudah selesai gak siap-siap nya?" Vindra mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Bentar sisiran dulu...." sanggah Cinta.


Saat tangan nya hendak menggapai sisir, Vindra terlebih dahulu menarik nya tangan nya.


"Gak usah sisiran, ayo cepat" ucap Vindra sembari terus menarik tangan Cinta.


Cinta mengeras dan menciba melepaskan gandengan tangan nya.


"


yaudah....tunggu aku ambil tas sama kunci pintu" ucap Cinta. Vindra pun melepaskan gandengan nya, dan membiarkan Cinta mengambil tas kemudian mengunci pintu.


Setelah itu mereka pun berjalan berdampingan menuju tempat motor Vindra terparkir. Namun mereka tidak sengaja berpapasan dengan teman Cinta. Yang tinggal disebelah kamarnya.


"Ciyyeeehhh....pagi-pagi sudah pacaran aja loe Cin" goda sang teman.


Mendengar ucapan tersebut, berhasil membuat wajah Cinta dan Vindra memerah. Keduanya pun menjadi salah tingkah. Cinta tersenyum memaksa pada teman sebelah kamar nya itu.


"Hehehe.....Engga kok, aku duluan yah bye " ucap Cinta sembari lanjut berjalan.


Sedangkan Vindra sudah berlalu sedari tadi meninggalkan Cinta dan teman nya itu. Dia memilih untuk duluan menghampiri motor nya yang terparkir didepan pagar. Vindra langsung memakai helm dan menaiki motornya.


Beberapa detik kemudian Cinta pun menyusul Vindra yang telah bersiap untuk pergi. Cinta mengerinyitkan dahi nya, saat melihat wajah Vindra yang terlihat masam dan kusut itu. Tanpa sadar Cinta tertawa pelan merasa wajah Vindra sangat lucu. Jika manyun seperti itu.....


"Nih.... " Vindra menyodorkan helm pada Cinta, dengan wajah yang ditekuk. Dia juga tak menoleh atau menatap gadis itu sama sekali.


Cinta menggapai lalu memasang helm tersebut dikepala nya. Kemudian langsung naik keatas motor Vindra, tanpa berkata satu kata pun. Lagian apa juga yang harus dikatakan nya. Jika Vindra saja acuh seperti itu.


Diperjalanan Vindra masih menekuk wajah tampan nya itu. Pandangan nya hanya tertuju kedepan. Sedangkan Cinta dia sesekali mencuri pandang melirik Vindra dari sepion. Cinta berniat untuk mencairkan suasana canggung tersebut. Dengan memulai percakapan terdahulu....


"Eehmm...." Cinta berdehem.


Sontak Vindra langsung melirik tajam kewajah Cinta melalui sepion. Alis nya menjungkit satu merasa heran, tetapi mulut nya masih terkatup tak juga berkata.


Merasa dicuekin Cinta menggela nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan.


"Kamu kenapa?" tanya Cinta.

__ADS_1


"Aku?Kenapa?Ada yang salah?" jawab Vindra sedikit ketus.


"Wajah mu kenapa seperti itu?" Tanya Cinta lagi, sembari dia menunjuk kesepion yang memantulkan wajah Vindra.


"Wajah ku gak kenapa-kenapa!! Memang sudah ganteng aja dari sana nya" sahut Vindra lagi dengan percaya diri, namun masih juga datar.


Mendengar jawaban yang tidak masuk akan dari Vindra, membuat Cinta jadi kesal sendiri. " Sumpah yah, nih cowok bukan cuman nyebelin tetapi percaya dirinya juga selangit...cihh" bathin Cinta.


"Terserahlah...Huh " ucap Cinta sembari mendengus kesal.


"Loh kenapa? Memang nya salah yah? Memang aku ganteng kan" raut wajah Vindra seketika berubah, dia malah menyeringai melihat wajah kesal Cinta.


"Hmm...iya" jawab Cinta singkat, gadis itu pun memalingkan wajah nya kearah kiri.


Vindra semakin senang dan bersemangat untuk menjahili Cinta. Dia pun mengarah kan sepion nya agar terlihat wajah Cinta. Gadis itu memicingkan matanya menatap tajam Vindra disepion.


"Apaan sih, nyebelin" Cinta kembali memalingkan wajah kearah kanan.


"Santai aja dong, lagian siapa juga yang mau liat muka jelek mu!! Aku tuh ngatur sepion supaya bisa ngeliat mobil dibelakang...." ucap Vindra beralasan.


"Bohong..." ketus Cinta.


"Ngapain juga aku bohong, tuh liat dimobil belakang ada cewek cantik...."


Cinta pun menoleh kebelakang, ternyata benar dimobil tersebut ada wanita cantik. Rambut panjang berkaca mata dan memakai baju yang terbuka dadanya. Cinta menarik nafas nya dalam-dalam, dia semakin kesal pada Vindra. Tanpa sadar tangan Cinta mencubit pelan perut Vindra.


Awalnya Vindra tertawa bahagia, berhasil membuat Cinta kesal. Tetapi saat Cinta mencubit perut nya, Vindra bukan merasa sakit tapi malah kegelian. Dia menggeliat-geliat kegelian hingga kehilangan fokusnya.


"Biarin..."


"Ampun-ampun hahaha, berhenti Cinta....iya aku ampun hahaha"


"Dasar cowok tuh sama saja semua, mata keranjang...nih nih tambahin biar aja"


"Hahaha.....geli tau...."


"VINDRA AWAS....."


Sampai akhirnya Vindra tidak sadar jika didepan sana lampu merah. Dia mengerem mendadak dibelakang sebuah mobil yang berhenti karna lampu merah.


Sshhh....Chhiiittt.....


Motor Vindra berhasil berhenti tepat dibelakang mobil. Sangat dekat jarak nya, mungkin sekitar sepuluh jengkal lagi ban motor Vindra menabrak kap belakang mobil tersebut.


Untung saja Vindra sudah Pro dengan hal seperti ini. Jika tidak entah apa jadi nya mereka saat ini. Vindra menghela nafas lega sembari mengelus dada nya yang berdebar.


Tetapi bukan berdebar karna takut atau terkejut. Terlebih karna tubuh Cinta yang menempel lekat dipunggung belakang Vindra. Ditambah gadis itu melingkarkan tangan nya dengan erat diperut sispack nya.


"Kenapa sampai peluk-peluk segala sih nih cewek" Bathin Vindra.

__ADS_1


"Eehhm...." Vindra berdehem.


"Maaf...." lirih Cinta sembari berusaha membenarkan posisi duduk nya. Tangan nya yang melingkar diperut Vindra, kini sudah terlepas.


Sedangkan mobil wanita cantik yang ada dibelakang motor Vindra. Sekarang berhenti tepat disamping motor nya. Wanita cantik itu kemudian membuka kaca mobil, menampakan wajah cantik dan body sexy nya pada Vindra.


"Ravindra....." sapa wanita cantik itu.


Mendengar namanya dipanggil, tentu saja Vindra menoleh kearah sumber suara. Begitu pun Cinta yang ikut melirik wanita cantik itu. "Siapa wanita cantik itu? dia memanggil Vindra" Batin Cinta.


Vindra menyipitkan matanya, seperti kenal dengan wanita itu. Wanita itu pun membuka kaca matanya lalu melempar senyuman pada Vindra. Seketika itu juga Vindra sadar dan mengenali wanita cantik itu.


"Mey.....Mey kan" ucap Vindra.


"Iya Vin, masa udah lupa sama gue?" sahut wanita itu.


"Habisnya loe berubah banget, makin cantik dan sexy hahaha" Vindra melontarkan godaan, dan tertawa lepas.


Melihat tingkah Vindra yang seperti itu, membuat Cinta geram dan kesal. Cinta memutar bola matanya malas, kemudian memalingkan wajah nya kearah lain.


"Bisa aja loe Vin, hehehe.....Siapa tuh cewek baru yah" Mey salah tingkah setelah digoda oleh Vindra. Dia pun melirik Cinta yang memasang wajah masam. Ada rasa sakit dan cemburu melihat Cinta yang digonceng oleh Vindra.


"Siapa? Ooh ini.....Kenalin ini Cinta temen gue"


"Cinta ini Mey..."


Vindra mengenalkan Cinta dengan Mey. Mendengar kata Teman membuat hati Mey yang tadi gusar menjadi lega. Berarti masih ada kesempatan untuk dia balikan dengan Vindra.


Benar sekali, Mey adalah mantan pacar Vindra. Mey terpaut tiga tahun lebih tua kebanding Vindra. Saat ini dia tengah berkuliah dibagian akutansi, mengejar gelar sarjana S1.


Kandasnya hubungan mereka berdua. Saat tiga bulan yang lalu, Vindra lah yang memutuskan Mey terlebih dahulu. Dikarenakan sifat Vindra yang cepat bosan, dia memutuskan Mey secara sepihak. Dan menghilang tanpa kabar. Sejujurnya Mey tidak ingin putus dengan Vindra, dia juga masih mencintai lelaki Bad Boy itu. Entah kenapa sangat susah untuk Mey melupakan Vindra. Bertemu dengan Vindra hari ini, suatu keajaiban untuk Mey.


"Sepertinya ini adalah kesempatan untuk membuatmu balik padaku lagi, Ravindra" gumam Mey.


"Hai Cinta...." sapa Mey tersenyum manis.


"Hai...." sapa Cinta balik tetapi dengan senyuman yang dipaksanya. Cinta bisa merasa jika saat ini Mey sedang tebar-tebar pesona pada Vindra. Jelas itu membuatnya panas serasa terbakar api cemburu.


Cemburu?


Cinta cemburu pada Vindra? Yang benar saja.....


Tidak mungkin kan dia cemburu, sedangkan dia tidak merasakan apa-apa pada Vindra. Mungkin hanya perasaan seorang wanita saja, cemburu jika melihat ada wanita yang lebih cantik dan sexy didepan nya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like, komen, dan vote dari kalian dear😊🙏🙏


__ADS_2