
Kini Cinta tengah duduk berhadapan dengan kedua orang tua Vindra. Yaitu Audy dan juga Barrey. Gadis cantik itu sangat gugup dan tegang.
Sedari tadi dia tidak berhenti mengusap jari-jemarinya yang basah karna keringat dingin itu. Bingung harus berkata apa. Akhirnya Audy membuka pembicaraan.
"Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu tidak kerja Cinta?" Tanya Audy.
Seketika itu Cinta terkejut dan langsung menatap Audy. Manik matanya bergetar pertanyaan Audy seakan mengiris hatinya.
Apa yang harus aku katakan?
Kenapa Tante Audy bertanya dengan gampang nya seperti itu?
Apa dia hendak memarahiku? Atau memakiku? Atau malah menghinaku karena pekerjaan yang aku lakukan?
Aku belum siap untuk dihina lagi ya Allah....
Tenggorokan nya seakan tercekat, sangat susah untuk dia menjawab pertanyaan itu. Ketakutan dan rasa trauma nya mulai ia rasakan lagi. Setiap perlakukan kasar Dewi mamah nya Andra, kembali ia ingat.
"A--aku....aku...." Cinta gugup tidak bisa menyelesaikan perkataan nya.
"Mamah kenapa kamu bertanya seperti itu? Membuatnya menjadi ketakutan dan gugup...." Barrey Kusuma menyenggol lengan sang istri.
"Benarkah pah? Apa tante membuatmu gugup dan ketakutan sayang?" Ucap Audy sembari meraih tangan Cinta yang berkeringat dingin.
Cinta terkejut mendengar Audy memanggilnya dengan sebutan 'Sayang'. Nada bicara Audy juga begitu lembut.
__ADS_1
"Hah? Apa Om dan Tante tidak marah kepada Cinta? Tadi malam Cinta sudah membuat malu kalian, dan juga pesta ulang tahun jadi kacau.....Cinta minta maaf Tante....hiks hiks" ucap Cinta dengan suara bergetar.
Matanya yang berkaca, kini telah menumpahkan benih-benih kristal yang berharga. Saking takut nya di hina dan di benci oleh keluarga Vindra. Cinta takut jika harus di minta untuk menjauhi Vindra.
"Maafkan Cinta.....Cinta benar-benar minta maaf sama tante dan om, hiks hiks hiks!!! Tolong jangan benci dan meminta Cinta untuk menjauhi Vindra.....hiks hiks" Cinta menangis hingga seseguk kan.
Membuat Audy dan Barrey menjadi tak tega dan merasa iba. Gadis malang itu seperti nya sudah menyadari perasaan nya terhadap Vindra.
"Jangan menangis sayang, tante dan om gak marah kok sama kamu.....bagi tante kamu adalah gadis yang baik, Vindra tidak mungkin memilih gadis yang salah!!! Jangan menangis yah" ucap Audy lembut.
Audy mengusap air mata Cinta, lalu memeluk nya erat.
"Benar, om dan tante gak marah....malah kami berdua sangat bangga terhadap kerja kerasmu!!! Disini kamu bisa hidup sendiri tanpa orang tua dan tanpa bergantung kepada orang lain...." Tambah Barrey.
Barrey dan Audy mengangguk bersamaan. Melemparkan senyuman tulus kepada Cinta. Seketika hati Cinta kembali tenang. Tidak pernah ia melihat keluarga terpandang seperti keluarga Vindra. Memiliki simpati dan hati yang begitu besar. Mau menerima dan memperlakukan orang rendah sepertinya dengan sangat baik.
"Oh iya Cinta, tante boleh minta tolong gak?" Ucap Audy membuyarkan lamunan Cinta.
"Hah? Boleh tante, apapun itu jika Cinta bisa, pasti Cinta akan membantu...." Sahut nya.
"Tolong kamu jaga kan Vindra yah, tante sama om mau pergi ada urusan sebentar....." Ucap Audy bermain mata kepada sang suami.
"Menjaga Vindra? Memangnya Vindra kenapa tan?" Cinta menatap Audy dan Barrey secara bergantian. Merasa bingung dengan permintaan wanita paruh baya yang cantik itu.
"Vindra sedang sakit, sekarang dia sedang istirahat di kamar nya...." Jelas Audy kepada Cinta.
__ADS_1
"APA? Jadi Vindra beneran sakit?" Cinta terkejut menutup mulut dengan tangan nya.
"Ada apa Cinta? Memang nya kamu sudah tahu dia sakit?" Tanya Audy.
"Hmm.....sebenarnya Vindra tadi malam menginap di kost Cinta, terus pagi tadi dia mengantar Cinta sekolah dan sepanjang jalan Vindra terus menerus bersin....maafkan Cinta tante om...." Ragu-ragu Cinta akhirnya menjelaskan mengenai Vindra tadi pagi.
"Ohh gitu? Yasudah kalau begitu bagus dong" ucap Audy tersenyum penuh arti kepada gadis cantik di hadapan nya itu.
Cinta menatap skeptis Audy. Tidak mengerti dengan ucapan Audy. Apanya yang bagus?
"Karena kamu merasa bersalah, jadi kamu bisa menebus kesalahan mu itu dengan menjaga kan Vindra selagi kami pergi....gimana?" Jelas Audy.
Cinta mengernyit menatap kosong arah lain. Seperti sedang memikirkan sesuatu. Ucapan tante Audy ada benarnya juga, untuk menebus salah.....
Tidak ada salahnya aku mengurus Vindra selagi orang tua nya pergi, hari ini aku juga sudah izin kerja untuk melihat keadaan Vindra......
"Cinta? Gimana sayang? Apa kamu mau menjaga Vindra?" Audy memegang tangan Cinta. Alhasil membuat gadis itu terlonjak kaget.
"I--iya tante Cinta mau...." Jawab Cinta tersenyum singkat.
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏
Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹
__ADS_1