
Seminggu telah berlalu, ujian try out pun sudah selesai. Selama seminggu ini Vindra dan Cinta jarang sekali bertemu.
Mereka juga bertemu nya pun, jika tidak sengaja berpapasan di sekolah. Vindra juga merasa tidak ingin mengganggu konsentrasi Cinta dalam ujian try out itu.
Kini Vindra sedang berbaring di sofa ruang santai rumahnya. Dia melamun sembari memutar-mutar ponsel di tangan nya. Gusar, bingung, dan tidak sabar kini di rasakan oleh Vindra.
"Aaghh....Sial, kenapa juga sampai sekarang aku belum sempat meminta nomer telpon nya!?" gerutu Vindra.
Saat sedang asyik-asyik nya menggerutui diri sendiri, Vindra di kejutkan oleh Audy sang mamah. "Hei....anak mamah ganteng kok marah-marah sendiri kaya orang gila..." ejek Audy, sembari mengacak-acak rambut Vindra. Lalu dia duduk di sofa bersama putra nya itu.
Vindra pun beranjak dari rebahan nya. "Apaan sih mah...." Vindra merapikan rambutnya.
"Hahaha....habisnya begitu!? Ooh iya Vin, beliin mamah pengharum ruangan di market block sebelah yah" ucap Audy meminta tolong.
"Hmm...baiklah" Vindra menghela nafas nya panjang. Sebenar nya dia sangat malas untuk pergi kemana-mana. Tapi karna market nya tidak jauh melainkan hanya berjarak satu blok dari rumah nya. Vindra bersedia membelikan Audy pengharum ruangan yang di katakan nya tadi.
Sepulang nya dari market tersebut, Vindra tidak sengaja bertemu dengan Mey di depan rumah Andra. Vindra pun menepikan motornya dan berhenti tepat di depan rumah almarhum sahabat nya itu.
"Mey...." sapa Vindra pada Mey yang sedang mengangkat sebuah kotak yang tidak terlalu besar.
Mey menoleh mencari sumber suara yang di kenal nya itu. "Vindra....Kamu ngapain disini?" ucap Mey semeringah melihat sosok Vindra.
"hmm...aku dari market blok sebelah, kamu sendiri ngapain di rumah Andra?" tanya Vindra dengan wajah penasaran.
Belum Mey menjawab keluar lah Dewi mamah nya Andra. Dengan gaya nya yang selalu arogan dan sombong. "Mey....ayo masuk sayang, barang-barang kamu sudah semua nya kan di bawa masuk" ucap Dewi memegang pundak Mey.
Dewi pun menoleh ke arah Vindra. "Eh Vin.....kamu juga disini, mampir yuk tante tadi masak beberapa makanan untuk menyambut Mey...." ajak Dewi pada Vindra.
Vindra mengerinyit heran, "Penyambutan? Mey kamu kenal sama tante Dewi?" Vindra menatap kedua nya bergantian.
"Pastinya lah, ini tante Dewi tante aku satu-satu nya adik dari almarhum mamah ku....kamu juga kenal?" jelas Mey.
"Yah kenal lah sayang, ini Vindra sahabat Andra yang pernah tante ceritain ke kamu...." sanggah Dewi.
"Benarkah? Aku gak nyangka Vin, ternyata kita sedekat ini!?" ucap Mey tersenyum penuh arti. Dia merasa semakin dekat dengan lelaki pujaan nya itu.
Dewi tersenyum miring, "Jadi kalian sudah saling mengenal?" tanya Dewi. Mey pun menjawab dengan anggukan.
__ADS_1
Vindra memasang wajah datar nya, seolah menanggapi ucapan Mey dengan biasa-biasa saja. Tidak ada istimewa dengan kenyataan tersebut bagi Vindra.
"Kalau begitu aku permisi...." pamit Vindra. Mey nampak kecewa dengan sikap dingin Vindra. "Vin beneran gak mau mampir dulu, kita sudah lama kan gak ngobrol bareng" ucap Mey.
Dewi hanya diam dan tersenyum, lalu pergi meninggalkan keduanya. "Seperti nya mereka dulu punya hubungan, mungkin saja ini kesempatan untuk aku menjodoh kan mereka berdua" gumam Dewi di dalam hati.
"Maaf Mey, tapi kali ini gak bisa!? Mamah ku udah nungguin....." tolak Vindra mentah-mentah. Mey semakin sedih dengan menatap Vindra memelas.
"Aku pamit...." Vindra tak memerdulikan perasaan Mey, dia pun kembali menyalakan motor dan menancap gas menuju rumah nya.
Sesampainya di rumah, Vindra langsung memberikan pengharum ruangan yang dia beli kepda Audy. Lalu bergegas ke kamar nya. Dia seperti orang yang kebingungan, mondar-mandir kesana-kemari kaya gosokan panas.
"Aku ke kost nya aja kali yah....tapi jam segini mungkin dia masih kerja" ucap Vindra sembari menengok jam yang tergantung di dinding.
"Aaghhh....tau ah!?" erang nya sambil mengacak-acak rambut nya sendiri.
"Pusing, mending keluar jalan-jalan cari angin" gumam nya.
Merasa penat berada dirumah, malam itu sekitar jam 7. Vindra berpamitan keluar kepada Audy. "Vindra pergi dulu Mah....".
"Tunggu Vin...." teriak Audy.
"Iya mamah mau titip Cinta yah....hihihi" sahut Audy sambil tertawa geli.
Vindra mengerinyit mendengar perkataan sang mamah, yang di anggapnya sangat tidak jelas. "Kalau becanda, Vindra pergi nih...." ucap nya ketus.
"Gitu aja ngambek, maksud mamah titip salam buat Cinta...terus kasih tau juga mamah mengundang nya di acara ulang tahun mamah minggu depan" ucap Audy.
"Hmm....memang mamah tau Vindra mau ketemh Cinta apa gak? Sok tau banget deh...." ucap Vindra terkekeh.
Audy tersenyum penuh arti kepada Vindra. "Tau lah, mamah yakin kamu dari tadi kaya orang gila karna mau ketemu Cinta kan.......udah deh ngaku aja hahaha" ejek Audy, dengan puas hati dia menggoda putra nya itu.
Seketika wajah Vindra memerah, dia pun berpaling agar sang mamah tidak melihatnya. "Yasudah Vindra pergi dulu....bye" Vindra berjalan menuju pintu keluar sambil melambai.
*****
Sampailah Vindra di cafe tempat biasa dia ngumpul bareng teman-teman futsal nya. Baru masuk Vindra langsung diteriaki oleh seorang pria. Vindra pun menghampiri nya.
__ADS_1
"Hei bro....apa kabar" sapa pria tersebut.
"Baik...." jawab Vindra tersenyum singkat.
Vindra pun bersalaman kepada pria tersebut dan ketiga teman nya yang lain. Pria itu adalah ketua tim futsal yang di ikuti oleh Vindra. Sudah hampir setahun Vindra bergabung dengan tim yang bernama ELANG'FC itu.
Elang Pratama lelaki dengan perawakan tinggi, tubuh kekar, kulit putih, alis tebal, hidung mancung. Meskipun umur nya yang terbilang dewasa dari Vindra yaitu 25 tahun, tapi Elang tidak jauh beda tengil nya dengan Vindra. Bahkan Elang adalah type lelaki badboy yang suka meniduri wanita yang dipacari nya. Jika sudah bosan, dia akan memutuskan hubungan secara sepihak.
Lama mereka mengobrol panjang lebar membicarakan seputaran tentang futsal. Vindra dan Elang memang akrab, mereka juga sering bertemu saat di sekolah Vindra. Karna Elang biasanya setiap empat kali dalam sebulan, di panggil ke sekolah nya untuk menjadi mentor tentang futsal di kegiatan eksrakulikuler.
"Hei Vin.....kita ketemu lagi" ucap seorang wanita menepuk pundak belakang Vindra.
Sontak Vindra langsung menoleh, "Mey....." lirih Vindra.
Mey tersenyum manis kepada Vindra, namun Vindra hanya datar menanggapi nya. "Kamu ngapain disini?" tanya Vindra.
"Pengen aja, soalnya boring banget di rumah...." jawab Mey.
"Wesss mantap bro, cewek loe cantik banget sexy lagi" Elang mengenggol siku kanan Vindra, lalu berbisik.
Cinta tersipu malu mendengar ucapan Elang yang jelas terdengar. Dia semakin bergaya centil dan menggoda.
Vindra hanya diam dan sedikit kesal dengan sikap Elang. Terlebih melihat Mey berpakaian sexy dan bergaya menggoda itu membuat Vindra menjadi ilfil.
"Ooh...." jawab Vindra singkat sembari membuang muka ke arah lain.
Nampak Elang mengedipkan matanya kepada Mey, lalu di balas dengan senyuman manis oleh Mey. "Boleh gak gue gabung disini, soalnya kalau sendiri aja gak asik....." ucap Mey, meminta izin ikut bergabung.
"Boleh-boleh dengan senang hati, orang cantik sayang banget kalau duduk nya sendirian....." ucap Elang menggoda, sembari menarik kursi untuk Mey.
Mey pun ikut duduk bergabung bersama para cowok-cowok pemain futsal itu. Mereka semua nampak senang dengan kehadiran Mey. Menghibur dan kesempatan cuci mata.
Vindra memutar bola matanya, lalu menghela nafas nya dengan kasar. Rencana nya untuk mendinginkan kepala nya yang pusing, malah gagal. Bahkan semakin di buat pusing dan geram karna hadirnya Mey.
.
.
__ADS_1
TBC.