
Keesokan hari nya.
Seluruh sekolah di buat heboh. Beredarnya foto Vindra dan Mey yang sedang berciuman. Memang foto itu sedikit kabur dan tidak jelas karena di ambil dari kejauhan. Tapi semua siswa dan siswi sangat mengenal siapa laki-laki yang ada di dalam foto tersebut. Tak lain adalah Vindra.
Ketika baru sampai di sekolah. Vindra langsung di panggil ke ruangan BK untuk di pertanyakan masalah foto tersebut. Sesampainya di dalam ruangan BK ternyata sudah ada Mey juga.
Vindra dan Mey di tanyai tentang foto itu. Tentu saja Vindra mengelak dengan seribu alasan. Guru BK pun juga tidak bisa menekan kan jika itu Vindra dan Mey. Karena kualitas gambar yang kabur dan tidak jelas. Akhirnya Vindra dan Mey terlepas dari tuduhan tersebut.
Di luar ruangan BK.
"Vin...." Mey menarik tangan Vindra.
Vindra menghentikan langkah nya, menoleh ke belakang dan melepaskan tangan Mey dari tangan nya. "Apa lagi? Sudah cukup Mey, aku tidak mau ada gosip lagi....masalah foto itu kamu tenang saja, aku pasti akan menemukan pelaku nya...."
Tatapan mata Vindra menajam. Tangan nya juga mengepal dengan sempurna. Mey menelan saliva nya, dia gemetaran seperti orang ketakutan.
"Ti-tidak Vin, aku hanya mau minta maaf soal kemarin..." Ucap nya gugup dengan senyum yang getir.
"Terserahlah, tolong kamu jangan melakukan hal seperti kemarin lagi....aku tidak mau ada orang yang salah paham" ucap Vindra tidak perduli dengan permintaan maaf Mey.
Ia pun langsung berlalu pergi meninggalkan Mey. Wanita itu begitu geram dan kesal dengan sikap dingin Vindra padanya. Mey mengeluarkan ponsel dari saku celana nya, lalu menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Hapus semua bukti, dan jangan meninggalkan jejak satu pun...." Ucap nya kepada seseorang yang ada di seberang panggilan. Panggilan pun terputus.
"Sial....jangan sampai Vindra tahu jika aku yang merencanakan ini semua" raut wajah Mey seketika berubah cemas. Ia ketakutan jika rencana yang dia buat akan ketahuan.
Benar saja, masalah tersebarnya foto dirinya mencium Vindra kemarin. Tak lain adalah ulah nya sendiri. Mey sengaja membayar seseorang untuk menyebarkan gosip dan foto tersebut. Agar satu sekolah tahu jika Vindra adalah milik nya.
Tapi rencana nya gagal, Vindra berhasil mengelak. Dan lepas dari tuduhan tersebut. Malah sekarang Vindra tengah mencari dalang yang menyebarkan foto dan gosip-gosip tidak jelas itu.
***
Sedari tadi, setelah dirinya di panggil dari ruang BK. Vindra mengitari seluruh sekolah, mencari-cari seseorang. Benar, Vindra pastinya sedang mencari Cinta. Ia tidak mau gadis itu salah paham terhadap nya.
Apalagi sejak kemarin mereka berdua sudah bertengkar dan tidak saling menegur. Maka dari itu Vindra berniat untuk menjelaskan dan meminta maaf. Agar Cinta tidak semakin marah dan salah paham terhadap nya.
Tiba-tiba saja terdengar suara riuh. Kepala sekolah berbicara dari pengeras suara. Memerintahkan seluruh murid kelas dua belas diminta berkumpul di halaman sekolah.
Vindra yang ikut berkumpul di halaman sekolah. Mengedarkan pandangan nya mencari-cari sosok Cinta. Mata nya menangkap gadis Cantik berambut panjang yang tengah berdiri tidak jauh dari tempat nya berdiri.
Kebetulan Cinta juga menatap ke arah Vindra dengan raut wajah sendu. Vindra hendak melangkah mendekati Cinta. Tapi gadis itu menggelengkan kepala nya. Mengisyaratkan Vindra untuk tetap berada di tempat nya.
Tatapan mata Cinta sangat tidak biasa. Vindra bisa merasakan kekecewaan yang besar melalui tatapan mata gadis itu.
__ADS_1
Saat ini kepala sekolah tengah membahas mengenai persiapan acara perpisahan yang akan di selenggarakan di puncak yang terletak di kota Bogor. Semua siswa bersorak ramai bersamaan. Sekaligus liburan untuk semua murid kelas dua belas yang lulus. Pihak sekolah juga menyiapkan acara berkemah bersama. Karena itu semua siswa dan siswi di harapkan membawa perlengkapan untuk berkemah.
Vindra tidak mendengar kan dengan jelas apa yang diucapkan oleh kepala sekolah. Dia malah sibuk memperhatikan Cinta terus menerus.
"Vindra...." Sapa seorang gadis menyentuh pundak Vindra. Tak lain adalah Tasya.
Vindra menoleh mengerutkan dahi nya. "Kenapa?" Tanya nya ketus.
"Beneran loe sama bu Mey pacaran?" Tanya Tasya yang sedari tadi penasaran.
"Enggak...." Jawab Vindra singkat.
"Terus foto itu kamu kan, aku hapal banget Vin kalah yang di foto itu pasti loe" ucap Tasya dengan penuh keyakinan.
"Bukan gw....kalau gw bilang bukan yah bukan....minggir" Vindra memicingkan matanya. Menggeser tubuh Tasya menjauh dari hadapan nya. Karena dia tidak bisa melihat Cinta.
Alhasil baru beberapa detik Cinta sudah tidak terlihat lagi. Gadis itu cepat sekali menghilang nya. Vindra jadi gelagapan dan panik sendiri. Belum selesai kepala sekolah berbicara. Vindra sudah keluar dari kerumunan murid-murid yang berkumpul di halaman.
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏
__ADS_1
Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹