More Than Friend (Lebih Dari Teman)

More Than Friend (Lebih Dari Teman)
Ch 26


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Cinta dan Vindra kembali keruang belajar. Kini Vindra memilih duduk agak menjauh dari Cinta. Kecanggungan pun tercipta diantara keduanya.....


Cinta memandangi Vindra sedari tadi, dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. Vindra menyadari jika sedari tadi Cinta memandang nya. Entah kenapa Vindra malah gugup dan salah tingkah sendiri.


Vindra pun mencoba mengalihkan pikiran nya agar tidak gugup. Dengan berpura-pura mengutak-atik ponselnya. Meskipun tidak jelas yang dia kerjakan.


Vindra pun menghela nafas nya panjang, merasa sudah tidak tahan lagi. Dia pun melirik kearah Cinta, yang masih keukuh memandangnya.


"Kenapa? Masih ada yang salah dengan diriku?" tanya Vindra dengan raut wajah serius nya.


Cinta tersentak kaget, dari matanya bisa terlihat jika saat ini dia sedang sedih. "Maaf, jika kamu merasa tidak nyaman" ucap Cinta lirih.


Vindra mengerinyit, kenapa tiba-tiba sikap Cinta berubah. Apa karena nada bicara nya menyakiti hati Cinta? Vindra kembali menghela nafas nya dengan panjang, sembari mengusap wajah nya bingung.


"Bukan begitu maksudku..." Vindra merasa sedikit bersalah melihat Cinta yang jadi murung. "....tapi maksudnya kenapa kamu menatap ku seperti itu?" Vindra dengan nada lembut berucap.


"Aku...aku hanya mengkhawatirkan punggung dan lehermu akibat buku-buku tadi...." ucap Cinta masih menunduk.


Vindra tertegun mendengar ucapan gadis tersebut. Baru lah dia sadar jika Cinta merasa bersalah padanya. Tanpa sadar Vindra tersenyum penuh arti. Secara tidak langsung Cinta mengkhawatirkan dirinya.


Tapi entah kenapa hati nya merasa bangga dan senang, mendapatkan kekhawatiran dari Cinta. Vindra beranjak dari duduk nya, lalu berjalan menghampiri Cinta dikursinya.


Vindra memegang pundak kiri Cinta. Merasa pundak nya disentuh gadis itu pun mendongak melihat kearah Vindra. Wajah sendu dengan mata yang berkaca dan hidung yang merah.


Vindra tersenyum lalu berkata "Sudahlah gak usah khawatir, cuman begitu aja gak ada rasanya ditubuhku....hehehe"


"Gak usah bohong, aku tahu itu pasti sakit!?" lirih Cinta dengan wajah sedih.


"Gak bohong kok, lihat nih gak apa-apa kan!? Gak sakit beneran.....Awwwh" Vindra merenggangkan tubuhnya mencoba membuat Cinta percaya dengan ucapan nya. Tapi malah membuatnya kesakitan dan meringis pelan.


Cinta terkejut, sontak dia langsung berdiri dan memegangi lengan Vindra. "Kenapa? Sakit yah? Yang mana? Sini biar aku lihat" Cinta terlihat sangat cemas, dia mencari-cari bagian dari tubuh Vindra yang kesakitan.


Vindra kembali tersenyum, "Apa kamu sedang mengkhawatirkan ku?" ucap Vindra.


Cinta terdiam dan memandang wajah Vindra. Keduanya pun saling menatap lama. Sesaat kemudian Cinta tersadar dan langsung memalingkan wajah nya.


"Aku hanya merasa ikut bertanggung jawab, karna kamu terluka karna melindungiku" ucap Cinta.


"Hmm...benarkah?" Vindra mendekatkan wajah nya kewajah Cinta yang masih berpaling.


"Benar kok....aku...mmhh" Cinta kembali menoleh kearah Vindra.

__ADS_1


Cups.....


Bibir Cinta bertabrakan dengan bibir Vindra. Seketika mata Cinta membulat dan wajah nya memerah. Langsung saja dia mundur selangkah menjauh.


"Kenapa wajah mu merah?" Vindra memegang dagu Cinta dan menengadahkannya.


Cinta menepis tangan Vindra lalu memalingkan wajah nya. "Ngeselin banget....kamu cari-cari kesempatan dalam kesempitan yah" omel Cinta.


"Hidihh.....siapa juga yang cari-cari kesempatan!? Gak ingat yah tadi siapa yang nyosor duluan....kamu"  sangah Vindra sembari menunjuk jidad Cinta dengan jarinya.


"Sembarangan....kamu yang sengaja dekat-dekat kan biar kena cium aku!? Sengaja banget....nyebelin" Cinta menjadi kesal sendiri, karna Vindra menuduh nya duluan mencium bibir Vindra.


"Siapa yang nyebelin? Kamu kan.....hahaha" Vindra malah tersenyum puas, melihat kekesalan diwajah Cinta. Menambah kesan lucu dan imut, pikir Vindra.


Cinta melipat kedua tangan nya didepan dada. Kemudian memalingkan wajah nya kearah lain. Dahinya mengkerut, alisnya menjungkit, serta bibir yang dimanyun-manyunin Cinta sangat kesal pada Vindra.


"Jangan manyun-manyun gitu dong!? Nanti aku cium lagi mau?" Vindra kembali menggoda Cinta.


Cinta menoleh tajam "Apa kamu bilang?" tanya nya ketus.


"Gak ada...aku gak bilang apa-apa...hahaha" Vindra tertawa mengejek Cinta. Membuat gadis itu semakin kesal.


"Cowok nyebelin, rasain nih....nih...nih" Cinta pun mencubit perut Vindra beberapa kali.


Sampai akhirnya, Vindra meringis merasa kesakitan dibagian punggung nya. "Awwh...." ringis nya.


Cinta terhenti dan wajah nya langsung berubah cemas. "Kenapa? Maaf...maaf sakit yah!? Maaf" Cinta mencari-cari letak bagian tubuh Vindra yang sakit.


Vindra tersenyum licik dan melirik Cinta dengan wajah nakal nya. Sepertinya dia sedang berpura-pura kesakitan. Dasar Vindra yang yang selalu saja mengerjai Cinta.


"Tapi bohong, sini rasain....geli kan....geli kan" Vindra menangkap tangan Cinta. Lalu balas menggelitik perut Cinta.


"Vindra hentikan, hahaha geli .....hahaha ampun" Cinta menggeliat kegelian dan tertawa lepas.


Kedua nya pun saling balas menggelitik tanpa henti dan tertawa lepas. Sesekali mereka juga saling melempar senyuman. Tidak ada lagi kecanggungan.....


*****


Vindra mengajak Cinta kedalam kamar nya. Cinta hanya menurut saja, karna dia berniat ingin mengobati punggung Vindra yang sakit.


Vindra duduk dipinggiran tempat tidur nya dengan membelakangi Cinta dibelakang nya. "Jadi aku buka nih?" ucap Vindra sok polos.

__ADS_1


"Yah buka aja, lagian aku sudah pernah melihat nya" Cinta memutar bola mata nya.


"Ooh...jadi maksud nya kamu ketagihan melihat tubuhku yang sempurna ini...hahah" Vindra berucap dengan percaya dirinya sembari terkekeh.


"Bukan gitu maksudnya....." Cinta menggigit bibir bawah nya karna gemas. Lalu mencubit pelan lengan Vindra.


"Awwhh...awwh iya ampun, sakit tau" Vindra manyun-manyun, karnaerasa sakit. Sedari tadi Cinta mencubitnya terus.


".....lama-lama tubuhku penuh dengan lebam-lebam kecil akibat cubitanmu" lanjut Vindra mengomel.


"Biarin.....makanya cepat buka" sahut Cinta dengan ketus.


Vindra menghela nafas nya dengan kesal. Lalu membuka bajunya, menampakan tubuh atletis dengan perut sispack nya. "Sudah...." ucap Vindra ketus karna masih kesal.


Cinta menelan salivanya sendiri, bukan karna bentuk tubuh Vindra. Melainkan aroma mint yang begitu menyerbak keluar dari tubuh lelaki dihadapan nya itu.


Vindra merasa aneh, kenapa Cinta malah diam tak berkata satu pun. "Kok malah diam, gimana punggung ku? Parah gak?" tanya Vindra.


Cinta tersentak kaget dan tersadar dari lamunan nya. "Hah? Ooh iya ........Astaga, ini parah banget!? Pasti sakit yah" Cinta mengernyit kan dahinya, merasa ngeri melihatnya.


"Masa sih, perasaan tadi cuman beberapa buku aja yang jatuh....nih coba kamu foto" Vindra merasa tidak percaya, dia pun memberikan ponselnya pada Cinta. Memerintahkan gadis itu untuk mengambil gambar punggung nya yang terluka.


Cinta mengangguk lalu meraih ponsel Vindra. Segera dia mengambil gambar punggung Vindra.


Cklek....


Setelah selesai, Cinta langsung mengembalikan ponsel Vindra. Seketika mata Vindra membulat, tak percaya jika yang dikatakan Cinta benar.


Punggung dan leher belakang nya. Terluka parah dengan beberapa luka sayat dan memar-memar berwarna biru.


Vindra pun mencoba meraba-raba bagian leher nya. Namun tangan nya ditahan oleh Cinta. "Kenapa?" tanya Vindra.


"Jangan disentuh, sebentar aku obati dulu!? Dimana letak kotak P3K?" Cinta beranjak dan bertanya letak kotak P3K pada Vindra.


Vindra hanya diam menatap Cinta yang begitu cemas itu. Lalu dia menunjuk bagian rak-rak yang berada tepat disebelah lemari pakaian nya. Cinta pun dengan sigap mengambil kotak P3K dirak tersebut. Lalu membawanya kedekat Vindra.


Cinta menuangkan alcohol dikapas, lalu menempelkan nya pada luka Vindra dengan perlahan. "Awwh...." ringis Vindra pelan, saat kapas tersebut menyentuh luka sayat tersebut.


"Maaf...." ucap Cinta yang masih serius.


"Gak apa-apa, gak sakit kok" ucap Vindra sok didepan Cinta. Padahal dia merasa sangat sakit luar biasa, alcohol masuk kedalam luka nya.

__ADS_1


"Sebentar lagi selesai, tahan yah" ucap Cinta.


__ADS_2