
Vindra mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang menuju kost Cinta. Entah kenapa perasaan nya tidak enak. Ia takut terjadi apa-apa terhadap Cinta. Ditambah Cinta yang tidak menjawab telpon nya selama di perjalanan.
Takut.
Vindra merasakan takut yang begitu dalam. Seperti akan ditinggal jauh oleh Cinta. Tanpa sadar pun air mata Vindra menetes. Dengan cepat di usapnya cairan bening tersebut. Ketika motornya sudah berhenti depan pintu gerbang tempat kost Cinta.
Tok...tok...tok.
Vindra mengetuk beberapa kali pintu kamar kost Cinta. Namun tidak ada sahutan dari dalam sana.
"Cari Cinta yah..." ucap seorang wanita.
Vindra menoleh ke arah kanan nya. "Iya..." jawab Vindra.
"Cinta sedang tidak ada di rumah, dia bilang sih beberapa hari ini dia bakal tidak pulang...."
"Dia bilang gak? mau kemana?"
"Enggak, "
Wanita itu pun pergi meninggalkan Vindra. Lelaki itu nampak sangat gusar dan panik. "Kamu kemana sih Cinta?"
__ADS_1
Vindra pergi dari kost Cinta. Dengan hati yang tidak tenang. Vindra mengitari kota Jakarta, ia pergi mencari Cinta di tempat biasa gadis itu bekerja. Tapi tidak juga dia menemukan Cinta. Vindra semakin frustasi di buatnya.
Tidak terasa seminggu sudah berlalu. Cinta menghilang tanpa jejak. Setiap hari Vindra tidak bosan untuk mengecek keberadaan kekasih nya itu di kost nya. Vindra juga terus mencoba menghubungi nomer ponsel Cinta. Tapi tak pernah tersambung. Sebenarnya kemana gadis itu pergi? Kasihan Vindra yang frustasi.
Malam ini Vindra menyisir tempat-tempat yang biasa Cinta datangi. Kamu dimana Cinta? Kenapa kamu pergi begitu saja, tanpa memberitahuku!
Brum brum brum!
Vindra mengendarai motornya masuk kedalam parkiran sebuah kafe. Segera dia turun dari motor dan berlari menghampiri seorang wanita.
"Permisi! Mba Cinta nya ada gak?" tanya Vindra pada wanita itu.
Wanita itu tersenyum pada Vindra. "Oh kamu pacarnya Cinta yah!" serunya.
"Cinta gak ada datang kemari!" ucap wanita itu.
"Oh yaudah makasih mba!" ucap Vindra sembari berlari kembali keluar dari kafe tersebut.
Vindra mengusap wajahnya dengan kasar dan menyibak rambutnya ke belakang. Frustasi sekali yang dia rasakan. Kemana dia harus mencari.
Tiba-tiba saja kilat menyambar dan disusul suara guntur yang sangat nyaring. Dalam sekejap hujan turun membasahi tubuh Vindra.
__ADS_1
Vindra terduduk ditrotoar jalanan. Ia menangis ditengah hujan yang begitu derasnya. Tidak perduli lagi dengan kondisi tubuhnya yang tidak bisa terkena udara dingin apalagi jika harus hujan-hujanan.
"Hiks hiks! Jangan tinggalkan aku Cinta! Kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpamu! Tapi kenapa kau malah pergi seperti ini! Kenapa?" Vindra menangis meraung hingga terisak. Dadanya begitu sesak. Vindra memukul-mukul dadanya.
"Setidaknya berikan aku alasan atas kepergian mu! Jangan seperti ini!" Vindra menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. Dia terus menangis terisak-isak. Tidak ada orang yang tahu jika dia sedang menangis. Karena jalanan begitu sepi, terlebih ditengah hujan. Air mata Vindra tidak terlihat.
Air hujan yang dingin masih dengan derasnya membasahi seluruh tubuh Vindra. Ia merasa tubuhnya menggigil kedinginan. Bahkan karena tangisan nya yang membuatnya semakin sesak. Vindra pun segera beranjak dan kembali mengendarai motornya menuju pulang. Hari ini cukup sampai disini.
***
Vindra berjalan dengan sempoyongan memasuki rumahnya. Dia langsung disambut oleh sang mamah Audy. Melihat keadaan anak nya yang sangat menyedihkan. Audy ikut menangis memeluk tubuh anaknya itu.
"Vin, kamu kenapa sayang? Jangan menyiksa dirimu seperti ini! Mamah yakin Cinta tidak akan pergi meninggalkanmu! Mungkin saat ini dia memiliki masalah pribadi yang harus dia selesaikan!" Ucap Audy sembari terisak memeluk Vindra.
Vindra tak menyahut dia diam seribu kata, menatap kosong kearah depan.
"Vin, jawab mamah! Mamah takut kamu sakit sayang! Pliss, jangan menyiksa diri seperti ini!" Ucap Audy kembali, Sembari menggerak-gerak kan tubuh Vindra.
"Vindra capek mah! Vindra mau istirahat dikamar! Tolong biarkan Vindra sendiri!" Ucapnya menatap sang mamah datar tanpa ekspresi.
"Vindra!" Lirih Audy menatap kepergian Vindra yang berjalan tak bersemangat menaiki satu persatu anak tangga.
__ADS_1
...🌹Mohon pengertiannya untuk slow update ini🙏🏻🙏🏻. Author hanya bisa update satu episode, insyallah author up satu setiap harinya🙏🏻🙏🏻🌹...